Home » Berita Foto » Dua Terdakwa Korupsi Ajukan Pembelaan

Dua Terdakwa Korupsi Ajukan Pembelaan

-Terkait Kasus Korupsi Pembebasan Lahan Fasos dan Fasum Natuna.

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Dua terdakwa pada kasus korupsi pembebasan lahan dan Fasum Kabupaten Natuna Asmiady dan Bakhtiar, keduanya serentak mengatakan akan mengajukan pledoi (pembelaan) terhadap tuntutan yang diajukan jaksa.

Hal tersebut dikatakan para terdakwa melalui kuasa hukumnya masing-masing pada persidangan yang dipimpin majelis hakim Iwan Irawan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (15/7/2014). “Kami akan mengajukan upaya pembelaan,” ujar keduanya.

Dalam sidang, jaksa Bambang Widianto dari Kejari Ranai menuntut kedua terdakwa berbeda dalam kasus korupsi pembebasan lahan untuk fasilitas umum (Fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) pembangunan jalan di Sei Pauh Desa Sungai Uluh, Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

Asmiady yang menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Kabupaten Natuna dituntut selama dua tahun dan enam bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

Selain hukuman badan, terdakwa juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp127 juta yang timbul akibat adanya dugaan manipulasi dan penggelembungan dana ganti rugi pembebasan lahan.

“Jika dalam waktu yang ditentukan tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan hukuman penjara selama selama tahun,” papar jaksa membacakan tuntutannya.

Sementara itu, Bakhtiar yang menjabat sebagai Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) proyek tersebut dituntut selama satu tahun dan enam bulan penjara. Selain hukuman badan, Bakhtiar juga dikenakan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa menilai kedua terdakwa terbukti melanggar ketentuan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang korupsi jo pasal 55 KUHP.

Untuk diketahui, selain kedua terdakwa, dalam kasus yang sebelumnya ditangani Polres Natuna tersebut juga menyeret mantan Bupati Natuna Raja Amirullah. Bahkan, Raja Amirullah telah ditetapkan pihak kepolisian sebagai tersangka, namun belum dilakukan penahanan dalam kasus ini.(DK)

 

Check Also

Kapolsek Medan Labuhan Kompol H.Yasir Ahmadi Sik Saat menandatangani persasti Mushola Mirza Ahmad.

Polsek Medan Labuhan Gelar Zikir Bersama dan Resmikan Mushola Mirza Ahmad

Medan Labuhan. sidaknews. com – Kapolsek Medan Labuhan Kompol H. Yasir Ahmadi Sik menggelar acara …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>