Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dugaan Korupsi Dana Koni 2011 Bakal dilaporkan Minggu Depan Ke Kejati Kepri

Dugaan Korupsi Dana Koni 2011 Bakal dilaporkan Minggu Depan Ke Kejati Kepri

-Terkait dengan anggaran Rp8.538.000.000 tidak transparan, “diduga” kue-kue tersebut mengalir kebeberapa pejabat.

Logo Koni Kabupaten Natuna
Logo Koni Kabupaten Natuna

Tanjungpinang,sidaknews.com– Kasus Dugaan Korupsi pada dana Koni Tahun 2011 kabupaten Natuna senilai Rp.8.538.000.000,00,- tampaknya tidak jelas kemana saja anggaran tersebut diperuntukkan, LSM ICTI-Ngo Investigation Coruuption Transparan Independen Kepulauan Riau akan melaporkan kasus ini kepada Pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, pada minggu depan, hal ini disampaikan oleh Kuncus Ketua LSM ICTI-Ngo Kepulauan Riau kepada Media ini di ruang kerjanya 30/07.

Menyikapi permasalahan soal kasus dugaan Korupsi pada kegiatan Koni tahun 2011 yang lalu, dimana penggunaan anggaran tersebut masih diragukan, sebab, ketidak transparannya pihak pengurus koni Natuna terhadap penggunaan anggaran, hal ini sesuai dengan surat Wawancara yang kita sampaikan kepada pihak Koni kabupaten Natuna.

Menurut Kuncus, kami dari LSM ICTI-Ngo kepri sudah menyurati pihak koni kabupaten Natuna pada bulan Nopember 2012 yang lalu, hingga saat ini belum ada jawaban atau klarifikasi yang kami terima, menyikapi kasus dugaan korupsi ini kita tetap laporkan kepada pihak penengak hukum, ada pun Nomor surat yang kami layangkan kepada pihak Koni kabupaten Natuna dengan nomor:017/LSM- ICTI/Kepri-III/12 tentang prihal Wawancara Khusus “kasus Dugaan Korupsi” pada dana Koni tahun anggaran 2011 senilai Rp.8.538.000.000,00,-

Sesuai dengan hasil Investigasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ICTI-NGO) Investigation Coruuption Transparan Independen, Non Government Organization Provinsi Kepulauan Riau dilapangan, pada penggunaan Anggaran Koni kabupaaten Natuna tahun 2011, banyak hal kejanggalan pada temuan kami, yang mengarah pada “Dugaan” Tindak pidana korupsi.

Sesuai dengan data yang kami peroleh dari berbagai sumber yang layak dipercaya, maka kami minta hal klarivikasi, juga didukung oleh Peraturan Bupati Kabupaten Natuna Nomor 26 Tahun 2011, Tentang Tata cara pengganggaran pelaksanaan dan pertanggungjawaban dana Hibah, dan bantuan Sosial.

Materi tujuan Program Penggunaan kegiatan Koni untuk tahun 2011, adalah untuk menggerakkan dan menghidupkan Cabang-cabang Olahraga baik yang berskala nasional dan Tradisional di daerah-daerah, sehingga daerah pun tetap bisa melaksanakan kegiatan tersebut, seperti pada pertandingan atau Event secara Nasional, dan Event di Tingkat Provinsi, juga di daerah.

Sub materi dari permasalahan di atas, sesuai dengan hasil Penelusuran dan Investigasi kami di lapangan, bahwa penggunaan dan peruntukan dana Koni kabupaten untuk tahun anggaran 2011, dinilai tidak sesuai dengan peruntukkannya.

Berdasarkan data yang kami peroleh dari Badan keuangan kabupaten Natuna, untuk Anggaran Koni untuk tahun 2011, adalah sebesar Rp.6.850.000.000,00,- Untuk Pertina (Persatuan tinju Amatir Indonesia) sebesar Rp.588.000.000,00,- dan ada juga dana untuk bantuan Koni kabupaten Natuna sebesar Rp.1.100.000.000,00,-
Berdasarkan hasil komfirmasi kami kepada saudara Darmansyah ketua Harian I (satu) mengatakan bahwa dana yang diterima dari Pemerintah Kabupaten Natuna hanya sebesar Rp.5.000.000.000,00,-

Menurut Impormasi yang kami peroleh, untuk setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Natuna, bahwa per saalutu kecamatan hanya mendapatkan dana bantuan koni sebanyak Rp.30.000.000,00, jika kita menghitung dana koni yang tersalur untuk 12 Kecamatan, maka dana tersebut hanya terpakai sebesar Rp.360 juta.

Menurut keterangan Darmansyah ketua Harian I kepada LSM ICTI-Ngo Kepri, mengatakan, bahwa kegiatan tahun 2011 adalah untuk persiapan Porda tahun 2014.
kuncus mempridiksi, bahwa hal ini bisa kita terima, Namun soal Dana kegiatan tersebut sangat mustahil, didalam Undang-undang, aturan apa pun tidak dibenarkan, sekarang kemana anggaran tersebut?

Dari hal diatas, beberapa materi yang kami sampaikan kepada pihak Koni kabupaten Natuna, hingga saat ini belum terjawab, tutur Eko Prasetia kepada media ini, yang kita herankan, pada kegiatan Pertina anggaran bisa dicairkan padahal kegiatan tidak ada dilaksanakan, sementara pada proses pencairan anggaran cukup disetujui oleh pengurus Koni, “disinyalir” begitu juga kegiatan lain yang sama kasusnya dengan kasus ini.

Dalam waktu dengan ini kita juga akan melaporkan kasus ini kepada pihak Kajati Kepulauan Riau, biar lebih jelas, dan terang benderang pokok permasalahan penggunaan anggaran dana Koni tahun 2011, sebab, hingga sampai saat ini belum terjawab surat Lsm ICTI –Ngo oleh pengurus Koni kabupaten Natuna. ungkap Eko.(Ks)

Check Also

Suasana Ramadhan di Kota Peureulak Spontan Berubah, Pedagang Musiman Penuh Disepanjang Jalan

Aceh Timur, sidaknews.com – Kebiasaannya setiap tahun penjualan jajanan atau bukaan puasa penuh di jalan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *