Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Dugaan Korupsi Dedy Chandra Bakal Menyeret 5 Tersangka

Dugaan Korupsi Dedy Chandra Bakal Menyeret 5 Tersangka

d
Photo istimewa.

TANJUNGPINANG,Sidaknews.com – Setidaknya 5 Orang bakal menjadi tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan lahan pembangunan unit sekolah baru (USB) di Tanjungpinang, selain Deddy Candra, Tim 5 pembebasan lahan bakal terseret.Kasus ini masih ditangan penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang.

“Selain Dedy Candra, kita juga menilai sedikitnya ada 4 orang lagi yang masuk ke dalam tim 5 sebagai penentu harga tanah atas proyek pengadaan lahan pembangunan USB tersebut sebagai tersangkanya,” ucap Eko Prasetia Sekretaris umum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Investigation Corruption Transparan Independen- Non goverment Orgazitation (ICTI-Ngo) Kepri, Jum’at (25/4).

Beberapa Pemirhati Anti korupsi di Kepri khususnya di Tanjungpinang menilai bahwa kasus ini bakal berlanjut, setidaknya penyidik polisi juga bisa menetapkan 4 orang yang masuk dalam anggota tim 5 pembebasan lahan lainya sebagai tersangka.

Menurut Eko Prasetia, penetapan tim 5 pembebasan lahan tersebut sebagai tersangka, juga sejalan dengan salah satu petunjuk yang diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada penyidik Polisi dan Jaksa dari hasil koordinasi supervisi sebelumnya, untuk memasukan pasal 55 KUHPidana, sebagai orang yang diduga ikut serta terlibat melakukan tindak pidana yang dapat merugikan keuangan negara.

“Dari petunjuk tentang pasal 55 KUHPidana yang diberikan KPK tersebut sudah jelas. Artinya, selain Deddy Candra, penyidik juga harus ada tersangka lain yang diduga ikut terlibat. Dalam hal ini dugaan kasus ini, yang jelas terang tampak adalah sejumlah anggota Tim 5 yang dibentuk Pemko Tanjungpinang sebelumnya,” ungkap eko.

Hal senada juga disampaikan Ketua LSM Kepri Couruption Wocth (KCW) Kepri, Laode Kamarudin. Menurutnya, diantara anggota tim 5 yang diduga ikut terlibat tersebut, termasuk Lurah dan Camat yang menjabat dimasa itu.

“Selain Deddy Candra, sesuai petunjuk KPK tersebut, seharusnya memang ada tersangka lain, termasuk anggota tim 5, sebagai pejabat yang diduga ikut menentukan harga nilai tanah, sehingga timbul adanya dugaan korupsi sebagaimana yang disangkan tim penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang,”ungkap Laode.

Menurut Laode, salah satu penyebab berlarut-larutnya penyelidikan dugaan kasus korupsi yang melibatkan Deddy Candra, sebagai mantan Kabag Pemerintahan Pemko Tanjungpinang saat itu, karena penyidik belum memasukan unsur pasal 55 KUHPidana, yakni sebagai orang yang diduga ikut serta terlibat melakukan tindak pidana korupsi atas proyek pengadaan lahan pembangunan USB tersebut.

“Apa yang diarahkan oleh supervisi KPK tersebut memang benar adanya. Karena lazimnya, terjadinya suatu tindak pidana korupsi tersebut, tentu ada sebab dan akibat. Dalam hal ini, indikasi keterlibatan orang lain sebagai tersangka juga harus jelas dan tegas adanya, dan jangan hanya separoh-separoh,”ungkapnya.(SN/HK)

Check Also

A.Aziz Dilantik Sebagai Sekda Aceh Utara Difinitif

Lhoksukon, sidaknews.com – Di Aula kantor Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Selasa (23/05/2017) sore dipenuhi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *