Home » Berita Foto » Dugaan Korupsi Lahan USB, Penyidik Tambah Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang

Dugaan Korupsi Lahan USB, Penyidik Tambah Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang

Lahan USB saat Penyidik Polres Tanjungpinang
Lahan USB saat Penyidik Polres Tanjungpinang melakukan penyitaan Lahan.fhoto.(BT)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Penyidik kasus dugaan korupsi Pengadaan lahan untuk Unit Sekolah Baru akan menambah pasal tindak pidana pencucian uang untuk tersangka Dedy Chandra. Pasalnya ini akan ditambahkan jika pihak kejaksaan akan menyusun rencana dakwaan.

“Saya terus mengupayakan berkas perkara korupsi ini lengkap atau P21. Saya tak mau kasus ini mental untuk yang kedua kalinya,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang Ajun Komisaris Polisi Oxy Yudha Pratesta saat ditemui,Jumat (16/5).

Dalam berkas Dedi, pasal yang akan ditambahkan yaitu pasal tindak pidana pencucian uang, Undang-Undang Korupsi. Penambahan pasal ini dengan alasan, tersangka Dedy Chandra menggunakan uangnya untuk membeli lahan untuk USB tersebut.

Kemudian, lahan itu dijual ke Pemko Tanjungpinang. Pada saat yang bersamaan, tersangka Dedy Chandra ketika itu merupakan anggota tim penilai harga tanah.

“Mudah-mudahan, berkas perkara untyuk tersangka Dedy rampung sebelum lebaran,” ucapnya.

Ilustrasi Korupsi
Ilustrasi Korupsi

Sementara itu, mengenai tersangka kedua, Gustian Bayu, berkasnya telah dikirimkan ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang akhir Mei lalu. Saat itu, Gustian menjabat sebagai sekretaris tim sembilan. Saksi yang diperiksa untuk tersangka Gustian Bayu sekitar tujuh orang, saksi yang sama dengan tersangka Dedy Chandra.

“Saya berharap dalam persidangan nanti akan muncul tersangka baru,” harapnya.

Untuk diketahui, Sat Reskrim Polres Tanjungpinang menerima faksimili dari Komisi Pemberantasan Korupsi pada 3 April lalu. KPK menyarankan mencari keterkaitan tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan untuk Unit Sekolah Baru.

Dalam surat tersebut, penyidik kasus ini mencari keterkaitan tersangka Dedy Chandra dengan tersangka lain. Di samping itu, aturan formal yang dilanggar akan ditambahkan lagi dalam berkas kasus ini. Sementar itu, tersangka korupsi Dedy Chandra kembali bertugas sebagai pegawai negeri sipil di Pemko Tanjungpinang pada 3 Januari lalu. Ia dibebaskan dari Rumah Tahanan Negara Kelas IA Tanjungpinang pada 1 Januari lalu.

Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dedy dari tahanan kepolisian selama 120 hari. Pasalnya, berkas kasus ini belum rampung di tangan penyidik kepolisian.
Padahal, keterangan dari ahli hukum pidana dan saksi ahli dari Badan Pertanahan Nasional Pusat, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Riau di Batam sudah dirangkum dalam berkas kasus dugaan korupsi ini. Namun, berkas kasus ini dikembalikan pihak Kejaksaan Negeri Tanjungpinang pada 24 Desember lalu.

Pihak kejaksaan menilai tidak ada kerugian negara. Padahal menurut ahli hukum, ada pelanggaran hukum dalam kasus korupsi ini.

Perbuatan tersangka sudah memenuhi unsur pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Mantan Kadispenda Pemko ini kepolisian ditahan pada 3 September 2013 lalu.

Penyidik kepolisian sudah mendapat laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan Riau di Batam. Hasil audit, kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi ini sebesar Rp 1,8 miliar.

Pada tahun 2009 silam, Dedy merupakan salah satu tim pengadaan lahan dalam pembanunan unit sekolah baru di Jalan Srikanton, Kampung Purwodadi, Kelurahan Pinang Kencana dengan luas 34.802 meter persegi. Anggaran untuk pembelian lahan mencapai Rp 2,9 Milyar.

Lahan tersebut kemudian disita Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang pada 26 Juni 2013. Selain lahan yang diperuntukkan unit sekolah baru, dua lahan lagi juga disita.

Diduga, dua lahan ini merupakan hasil korupsi dari ganti rugi lahan. Dua lahan tersebut berada di Jalan Kampung Mekar Sari, Kampung Purwodadi, Kelurahan Pinang Kencana dengan luas 10.231 meter persegi dan di Tanjung Lanjut dengan luas 19.993 meter persegi.(Red)

Check Also

Wabup Sergai Darma Wijaya melantik dan mengukuhkan sebanyak 149 Pejabat Administrator Eselon III di lingkungan Pemkab Sergai bertempat di Aula Sultan Serdang kompleks Kantor Bupati di Sei Rampah, Kamis (19/1).

Wabup Sergai Kukuhkan dan Lantik 149 Pejabat Administrator

*Darma Wijaya: Laksanakan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan dengan penuh tanggung jawab Sergai, sidaknews.com …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>