Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » Edi Rustandi di Vonis 1,6 Tahun

Edi Rustandi di Vonis 1,6 Tahun

                            

Edy Rustandi saat di persidangan Pengadilan Negeri Tanjungpinang
Edy Rustandi saat di persidangan Pengadilan Negeri Tanjungpinang.(5/3)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang membacakan putusan atau vonis terhadap Edi Rustandi selama 1,6 Tahun, pengacara senior ini menjadi terdakwa dugaan penggunaan surat tanah palsu di Dompak seluas 4 hektar, Rabu (5/3)
.
“Sidang putusan terhadap vonis terdakwa atas nama Edi Rustandi SH, MH Ketua Majelis hakim Fahtul Mujid yang didampingi Anggota Hakim I, Bambang Trikoro SH dan Anggota Hakim II, Eryusman SH, menyatakan terdakwa Edy Rustandi terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melawan hukum tindak pidana.

“Terdakwa Edy Rustandi terbukti telah menggunakan surat palsu. Perbuatan terdakwa juga melanggar pasal 263 ayat 2 KUHP,” tentang penggunaan surat palsu.ujar Ketua Majelis Hakim, Fathul Mujib.

Fathul mengatakan, atas terbuktinya perbuatan terdakwa Edy Rustandi melawan hukum, maka majelis hakim berpendapat dan menjatuhkan hukuman penjara terhadap terdakwa.
“Terdakwa Edy Rustandi, dihukum penjara selama satu tahun enam bulan dan perintah tetap ditahan,” ucap Fathul.

Edy Rustandi Usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.
Edy Rustandi Usai persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Sementara, putusan yang dijatuhkan majelis hakim tersebut, jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang sebelumnya menuntut Edy Rustandi yang merupakan seorang Calon Anggota Legislatif (Caleg) dari Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Tanjungpinang ini, selama empat tahun penjara.

Atas putusan majelis hakim tersebut, JPU Mirian SH, menyatakan pikir – pikir. Begitu juga dengan ketua tim penasehat hukum Edy Rustandi, H. Rifai Ibrahim. Selain pikir – pikir, Rifai menyatakan, bahwa selama persidangan, majelis tidak membuktikan siapa pelaku pemalsuan tersebut. “Selama persidangan pasal 263 ayat 1 tidak muncul, kenapa loncat ke pasal 263 ayat 2,” ucap Rifai usai sidang.

Tim PH terdakwa Rivai Ibrahim SH menilai, JPU memaksakan diri dalam setiap perkara tindak pidana seolah-olah semua orang yang diajukan di persidangan harus dihukum dan harus merasakan penderitaan di penjara meski secara hukum di persidangan tidak bisa dibuktikan.(Red/Ik)

 

Check Also

Dandim Pimpin Pelepasan Kasdim 0111 Bireuen

Bireuen, sidaknews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen Letkol Arm Adekson, memimpin acara pelepasan Kasdim Mayor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *