Home » Berita Foto » Eks Deputi Gubernur BI kembali diperiksa KPK dalam kasus Century

Eks Deputi Gubernur BI kembali diperiksa KPK dalam kasus Century

eks-deputi-gubernur-bi-kembali-diperiksa-kpk-dalam-kasus-century2Jakarta, Sidaknews.com- Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ardhayadi M, kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Pria paruh baya itu bakal ditanyai kembali seputar mekanisme dan pertimbangan penurunan simpanan oleh BI supaya Bank Century bisa mendapatkan pinjaman.

Ardhayadi yang sudah tiba di Gedung KPK sejak pagi hari tidak banyak bicara. Dia langsung masuk ke dalam lobi Gedung KPK. Selain memeriksa Ardhayadi, KPK turut memanggil mantan pegawai BI, Yunandar Bustal, dan bekas karyawan Bank Century, Pahot Gumpar Hutasoit.

“Saksi Ardhayadi, Pahot, dan Yunandar diperiksa bua tersangka BM,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, lewat pesan singkat, Selasa (23/7).

Sampai saat ini KPK sudah menetapkan dua orang yang bisa dimintai pertanggungjawaban hukum, dalam kasus dugaan korupsi pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek dan penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik. Mereka adalah Mantan Deputi Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Bank Indonesia, Budi Mulya, serta mantan Deputi Bidang V Pengawasan BI, Siti Chalimah Fadjrijah.

Namun, KPK baru mengeluarkan satu Surat Perintah Dimulainya Penyidikan dalam perkara Bank Century, yakni atas inisial BM. Sementara itu, lembaga antikorupsi itu belum bisa mengusut Siti Chalimah Fadjrijah, karena menurut Ikatan Dokter Indonesia, kondisi kesehatan mantan pejabat BI itu dianggap tidak layak buat menjalani pemeriksaan.

Nama Wakil Presiden dan mantan Gubernur Bank Indonesia, Boediono, serta Menteri Keuangan Sri Mulyani, disebut-sebut dalam perkara itu. Mereka diduga mengetahui dan menyetujui pemberian FPJP dan mengambil kebijakan bailout (dana talangan) Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, yang dianggap sebagai bank gagal dan berdampak sistemik. Sayangnya, Sri Mulyani kini telah menjadi salah satu petinggi di Bank Dunia, berbasis di Amerika Serikat. Sementara Boediono saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden.

Dalam perkara ini, KPK sudah memeriksa kembali Sri Mulyani di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Ibu Kota Washington D.C, Amerika Serikat. KPK juga memeriksa beberapa saksi lain terkait kasus ini di luar negeri.Sumber Merdeka.com

Check Also

Drs. H. Dalmasri Syam, MM menyerahkan Dokumen Pelaksana Anggaran ( DPA ) untuk Tahun Anggaran 2017

Wakil Bupati Bintan Serahkan DPA Tahun 2017 ke SKPD

Bintan, sidaknews.com – Wakil Bupati Kabupaten Bintan Drs. H. Dalmasri Syam, MM menyerahkan Dokumen Pelaksana …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>