Kamis , 23 Maret 2017
Home » Berita Foto » Eksekusi lahan, GIBAS sebut banyak oknum yang diduga berkonspirasi

Eksekusi lahan, GIBAS sebut banyak oknum yang diduga berkonspirasi

Eksekusi lahan, GIBAS sebut banyak oknum yang diduga berkonspirasi
Eksekusi lahan, GIBAS sebut banyak oknum yang diduga berkonspirasi.

Purwakarta,Sidaknews.com – Ekesekusi lahan tanah dan bangunan seluas 1022 M2 milik Ella Wulan dan Ratna Yulianti Wulan (Sertifikat) di Jalan Mr.Dr Kusumaatmadja Purwakarta ricuh, pasalnya Pemilik tanah yang didampingi oleh Ormas GIBAS (Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi ) Purwakarta menolak eksekusi dari Pengadilan Negeri Purwakarta, akibatnya anggota Ormas GIBAS yang menghalangi eksekusi terlibat bentrok dengan Petugas Dalmas Mapolres Purwakarta Rabu (14/5).

Beberapa anggota Ormas GIBAS pun tak luput dari hajaran Petugas Dalmas Mapolres Purwakarta namun hal ini mampu diredam oleh kedua Belah Pihak hingga hal yang tak diinginkan pun dapat dihindarkan.

Kabag Umum Pengadilan Negeri Kabupaten Purwakarta Gegen Diosya menjelaskan Hak Tanggungan ada di Bank Mega Purwakarta dan Pengadilan Negeri berhak melakukan eksekusi terhadap lahan seluas 1022 M2 tersebut dan segala tahapan telah dilalui dan hari ini harus dikosongkan.

“Tahapan Eksekusi oleh Pengadilan Negeri telah memenuhi syarat dengan adanya penetapan pengadilan atas dasar Risalah lelang dari Kantor lelang Purwakarta, dengan No 11 Tahun 2013 atas permintaan Bank Mega,
dan Bank Mega sendiri sudah melakukan tahapan-tahapan dan tahapan eksekusi ini sudah layak dilaksanakan”ujarnya.

“Termohon pun sudah diingatkan untuk segera mengosongkan lahan dan bangunan tersebut secara baik-baik, karena pemenang lelang sendiri ibu Yulia Haryanto telah memiliki hak untuk lahan tersebut”tegasnya.

Eksekusi lahan

Berbeda dengan keterangan Ketua GIBAS Purwakarta Hari Kristiawan yang menjelaskan bahwa GIBAS mundur bukan berarti kalah kami akan terus mengawal proses eksekusi ini karena masih dalam tahapan banding di Pengadilan Tinggi.

“Eksekusi ini dilihat dari Kondisi Bank Mega, pelelangan dan Pengadilan Negeri bukan berdasarkan ketetapan Putusan Pengadilan, tetapi ketetapan Ketua Pengadilan dan disini tidak ada kalah dan menang, artinya tidak boleh ada eksekusi dulu”jelasnya.

“Badan lelang sedang digugat, Keputusan Pengadilan Negeri sendiri tidak ada inkrah hukum bahwa bisa dikuasai artinya bila ditingkat banding juga kan harus ada inkrah jadi jelas keputusannya eksekusi tidak bisa dilakukan”ujarnya.

Rencananya GIBAS akan terus melakukan aksi untuk meminta kejelasan atas tahapan eksekusi tersebut dan rencananya dalam aksi yang akan datang GIBAS akan ke Bank Mega, Badan Lelang dan menjumpai Ketua Pengadilan Negeri Purwakarta.

“Kami akan terus mengawal karena dugaan terjadinya konspirasi antara Oknum Pengadilan, Badan Lelang dan Bank Mega, kan lucu Pinjaman hanya Rp 850 Juta dengan agunan yang ditaksir sekitar Rp 2 Miliar hanya dimenangkan dilelang diangka Rp 900 Juta saja, kan harga lelang harus lebih tinggi nilainya dengan acuan berapa nilai tanah”ujarnya.

“Dan yang lebih aneh lagi pinjaman di Tahun 2011 dan berakhir tahun 2018, ini kan jelas bahwa Bank Mega kami anggap Bank Rentenir, padahal Pihak pemilik Tanah telah membayar selama satu tahun cicilan, karena kondisi Pailit si peminjam menunggak selama 6 bulan belakangan maka terjadillah lelang, prosedur apa yang digunakan, terlebih pinjaman tersebut merupakan KUR (Kredit Usaha Rakyat) dari Bank Mega, kalau terjadi Pailit kan ada pertimbangan dari Bank Mega”jelasnya.

“Terlebih tidak ada satu pasal pun yang menjelaskan dalam akad Kredit yang menjelaskan bila terjadi Pailit atau Wanprestasi 1 hari atau selama apapun tidak ada pelelangan”tegasnya.

Namun dari Pantauan Sidaknews.com, Ormas GIBAS membubarkan diri dengan tertib dengan pengawalan Petugas Mapolres Purwakarta namun pada sore harinya pihak Yulia Haryanto mendatangi Pengadilan Negeri Purwakarta dan langsung masuk keruangan dilantai atas, entah atas dasar apa namun dalam hal ini baik pihak Yulia Haryanto dan Pengadilan Negeri Purwakarta belum dapat diminta keterangannya.(Adi Tarigan)

Check Also

Pelanggar lalu lintas membayar denda yang dikenakan kepada kasir Bank BRI Cabang Langsa.

Polres Langsa Gelar Sidang di Tempat Bagi Pelanggar Lalu Lintas

Langsa, sidaknews.com – Satuan Polisi Lalu Lintas Kepolisian resor Langsa bersama Pengadilan Negeri dan Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>