Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Eksepsi Ketua KPU Bintan Diterima, Gugatan Iwan Kurniawan Bukan Perkara Perdata

Eksepsi Ketua KPU Bintan Diterima, Gugatan Iwan Kurniawan Bukan Perkara Perdata

Wandra Fadillah, ketua KPU Bintan digugat Rp15 miliar atas pernyataannya menyebut seorang caleg kalah saat masa penghitungan suara masih berlangsung.
Wandra Fadillah, Ketua KPU Bintan Digugat Rp.15 milyar Atas Pernyataannya Menyebut Seorang Caleg Kalah Saat Masa Penghitungan Suara Masih Berlangsung.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Eksepsi Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupatan Bintan Wandra Fadillah diterima majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (6/8). Gugatan Iwan Kurniawan dinyatakan bukan gugatan perdata, melainkan pelanggaran kode etik.

Ketua Majelis Hakim Jarihat Simarmata saat ditemui usai persidangan mengatakan, setelah mempelajari gugatan penggugat secara seksama, majelis hakim berkesimpulan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh tergugat adalah pelanggaran dalam ruang lingkup kode etik penyelenggara pemilu.

Berdasarkan pasal 109 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang penyelanggara pemilu, maka pelanggaran terhadap kode etik adalah wewenang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Berdasarkan pertimbangan tersebut, Pengadilan Negeri Tanjungpinang tidak berwenang mengadili perkara ini.

Dengan demikian, eksepsi tergugat (Ketua KPU Bintan) dapat dikabulkan. Oleh karena eksepsi dikabulkan dan pihak penggugat berada pada pihak yang dikalahkan, maka sudah sepatutnya dihukum untuk membayar biaya perkara yang timbul.

“Majelis hakim mengambil keputusan dengan menerima dan mengabulkan eksepsi tergugat sebagian, menyatakan PN Tanjungpinang tidak berwenang untuk memeriksa dan mengadili perkara ini,” ujarnya.

Dengan diterimanya eksepsi tergugat, maka putusan majelis hakim ini bukanlah putusan sela. Melainkan, putusan ini merupakan putusan akhir. Sebuah putusan disebut putusan sela jika eksepsi tergugat ditolak.

“Atas putusan majelis hakim itu, pihak Iwan Kurniawan menyatakan banding,” sebut Hakim Jarihat.

Diungkapkan Hakim Jarihat, isi gugatan Iwan Kurniawan itu mengenai ketersinggungannya atas ucapan Wandra saat berlangsungnya penghitungan suara pada Pemilu Legislatif pada 9 April lalu, di depan halaman aula Kantor Kelurahan Se Lekop, sekitar pukul 21.30.

Tergugat selaku Ketua KPU Bintan secara tegas, jelas, dan terang-terangan menyatakan secara pasti dihadapan pada saksi pendukung penggugat. Dinyatakan penggugat saat itu, caleg Iwan Kurniawan sudah kalah dari caleg lainnya dari partai dan dapil yang sama yaitu Trijono.

Padahal, pertemuan yang tidak terduga antara saksi-saksi dan tergugat, sebenarnya tidak dimaksudkan untuk mempertanyakan hasil peroleha caleg Iwan Kurniawan. Tetapi, para saksi itu hanya ingin mengingatkan kepada tergugat selaku Ketua KPU Bintan agar bekerja dengan baik dan sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan.

Bahwa perbuatan dan tindakan serta ucapan itu diulangi kembali oleh tergugat saat berada di Kelurahan Gunung Lengkuas pada tanggal 9 April, sekitar pukul 22.30 dihadapan saksi pendukung. Beberapa waktu lalu, Iwan Kurniawan menyatakan, ia menggugat Ketua KPU Bintan secara pribadi. Gugatan yang diajukan ke PN Tanjungpinang berupa gugatan perdata.

Tak tanggung-tanggung, Iwan menggugat Wandra karena sikap dan etikanya tak sesuai tata hukum penyelenggara Pemilu. Atas sikap Wandra itu, Iwan merasa dirugikan secara moril sekitar Rp.15 milyar. (Ik)

Check Also

Presiden RI Ir Joko Widodo dalam kunjungan kerja di Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatra Utara pada tanggal 24-25 Maret 2017.

Ini Menteri Yang Ikut Rombongan Presiden RI Ke Madina

Mandailing Natal, sidaknews.com – Kehadiran Presiden RI Ir Joko Widodo ke Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>