Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Ekspedisi Gunung Samak Anambas

Ekspedisi Gunung Samak Anambas

Mukhtar Hakim selaku ketua (Kompas)
Mukhtar Hakim selaku ketua (Kompas)

Anambas,Sidaknews.com – Kompas (Komunitas Pecinta Alam Anambas) bersama Ketua Yayasan Sasmiruddin dan Pimpinan Pesantren beserta Santri-santri Pesantren Khairul Ummah Ust Rosady bergerak menuju Gunung Samak Minggu lalu (12/10).

Saat ditanya media ini tim (kompas) Tujuan dari kegiatan ini adalah mencari Sumber Mata air untuk pesantren, mencari Potensi Alam yang dapat dilestarikan, serta mencari lokasi untuk perkemahan beberapa hari yang lalu.

Sebelum bergerak Anggota berkumpul di Lapangan Bola Rintis, dengan jumah 44 Orang beserta santri-santri Pesantren, Perjalanan berlangsung sekitar pukul 09.00 Pagi, selama perjalanan mengikuti rute awal yang ada, Tim Kompas kami menemukan bunga raflesia yang berwarna hitam menandakan bunga tersebut hampir Punah ungkap Akim. Lanjut Akm

Kami melanjutkan perjalanan kembali mencari sumber mata air dan menemukan kembali 4 bunga raflesia dalam satu kelompok, 2 sudah mati dan 2 lagi masih hidup berwarna merah jingga. Kami pun mengabadikan dengan berfoto di lokasi ditemukannya bunga tersebut ungkap Mukhtar Hakim selaku ketua (Kompas).

Setelah itu kami melanjutkan perjalanan mencari sumber mata air dan akhirnya sekitar pukul 11.30 ,Kami menemukan sumber mata air.

Tim (kompas)
Tim (kompas)

Sayangnya sumber air ini gak mengalir ke bawah, hanya mengalir dan nyangkut di semak belukar. Kami langsung membersihkan air tersebut dan langsung membendungnya. Kedepan akan di Pasang pipa untuk di alirkan ke pesantren tersebut.

Harapan kami dari Komunitas Pecinta Alam Anambas (KOMPAS) adalah agar bunga Raflesia yang ditemukan tersebut dapat selalu dijaga dan dilestarikan karena bunga tersebut merupakan jenis bunga langka dan tidak banyak ditemukan di Indonesia.

Kemungkinan di Provinsi Kepri hanya ada ditemukan di Kab. Kep. Anambas. Bunga ini hanya dapat bertahan selama 14 Hari. Dan nantinya Hutan ini harus dijadikan hutan konservasi/cagar budaya karena bunga raflesia terdapat di hutan tersebut.

Dengan usia Kompas sudah berdiri lebih kurang 1 tahun, tujuan di bentuknya komunitas ini adalah kepedulian kami terhadap kelestarian alam yang ada di Kab Kep Anambas.

Karena kami yakin hutan, sungai, laut, air terjun dan SDA alam yang ada di Anambas masih alami dan masih banyak lagi potensi alam yang harus di lestarikan.

Harapan Kompas, pemeritah harus bergerak lebih cepat sebelum 2015 mendatang jelasnya dibidang pelestarian maupun dibidang wisata domistik ungkap Mukhtar Hakim. (Rohadi)

Check Also

img_20170328_001457

Dukung Visit Bireuen Year 2018 BIROAD Bireuen Ekspos Lokasi Wisata Air Terjun Ie Rhob

Bireuen, sidaknews.com – Bireuen Trail Organization Adventure (Biroad), kembali melakukan aktivitas adventure-nya dalam wilayah Kabupaten …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>