Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Daerah » Babel » Empat remaja diamankan Satpol PP Beltim lagi mau mesum

Empat remaja diamankan Satpol PP Beltim lagi mau mesum

Empat remaja diamankan Satpol PP Beltim lagi mau mesum.
Empat remaja diamankan Satpol PP Beltim lagi mau mesum.

BELITUNG,Sidaknews.com – Dua pasangan remaja (bukan suami istri) diamankan anggota Satpol PP Beltim yang diduga sedang melakukan hubungan intim di sebuah eks bangunan kafe sekitar Mirang Desa Padang, Selasa (7/10/2014).

Diduga kedua pasangan tersebut usai menghisap lem aica dengan obat batuk, sebelum menjalankan aksi mesumnya. Akibat perbuatannya, para pelaku berinisial DN (16), ST (17), EK (19) dan NK (21) dibawa ke kantor Satpol PP guna dimintai keterangan.

Dihadapan petugas, pasangan DN dan ST, serta EK dan NK mengaku telah beberapa kali melakukan hubungan intim dengan pasangan masing-masing.

NK mengaku sebelum melakukan hubungan intim dan mabuk, mereka bertemu tanpa sengaja di jalan saat sedang berboncengan dengan pasangan masing-masing. Kemudian, empat remaja tersebut menuju rumah orang tua NK di Kampung Baru, Desa Gantung.

“Awalnya aku niat nak ngantarkan biak (pacar, red) aku, balik ke rumahnye di Tanjong Kelumpang. Tapi abis bensin jadi ngulak ke Gantong. Di jalan, ketemu die (DN dan pasangannya) dan ke basecamp (rumah ortu NK, red),” cerita NK dihadapan petugas.

Selanjutnya, mereka semua setuju untuk bersantai di kawasan Mirang. Sebelum berangkat, mereka menyempatkan diri singgah membeli lem aica dan obat batuk untuk menikmati suasana.

“Kamek singga meli aibon kan obat batuk, baru berangkat. Ngak itu yang dibeli,” sebut NK. Agar tidak menarik perhatian masyarakat, mereka sengaja berangkat tidak bersama pasangan masing-masing. DN pelaku lainnya menyebutkan mereka berangkat menggunakan dua motor.

“Aku (DN) pegi kan NK pakai mutor aku, biak aku (ST) pegi kan EK pakai mutor lain,” kata DN remaja lulusan SD yang tinggal di Desa Lilangan Kecamatan Gantung.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Beltim, Sudiono menjelaskan,para pelaku akan diminta menandatangani perjanjian di atas materai untuk tidak mengulangi perbuatannya. Karena berstatus belum menikah, para remaja tersebut harus didampingi orang tua dan pihak desa masing-masing sebelum dikembalikan kepada keluarga masing-masing.

“Kita akan panggil orang tua dan Kepala Desa masing-masing. Untuk pengawasannya kita kembalikan ke orang tua dan pihak Desa, karena mereka paling dekat,” jelas Sudiono.

“Selanjutnya terserah, apakah mereka akan dinikahkan atau bagaimana. Tapi kita serahkan ke orang tua masing-masing dan harus menandatangani pernyataan di atas materai,” lanjutnya. (ANS)

 

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *