Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Festival Citarum di Karawang Dinilai Gagal, Unsur Muspida Malah Asyik Dangdutan Padahal Masyarakat Sedang Berduka

Festival Citarum di Karawang Dinilai Gagal, Unsur Muspida Malah Asyik Dangdutan Padahal Masyarakat Sedang Berduka

Festival Citarum di Karawang Dinilai Gagal, Unsur Muspida Malah Asyik Dangdutan Padahal Masyarakat Sedang Berduka
Festival Citarum di Karawang Dinilai Gagal, Unsur Muspida Malah Asyik Dangdutan Padahal Masyarakat Sedang Berduka.

KARAWANG,sidaknews.com – Niat ingin mengenalkan kembali tentang sungai Citarum yang memiliki arti penting kepada masyarakat, Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang menggelar acara festival citarum Sabtu (16/8) pagi.

Namun sayang, kegiatan yang katanya menelan anggaran APBD sampai Rp 250 juta ini justru malah mengotori sungai dan area sungai Citarum itu sendiri.

Pantauan sidaknews.com, kegiatan yang diisi dengan festival rakit ini peserta dan masyarakat yang menonton acara tersebut malah mengotori sungai dengan membuang sampah jajanan di sekitar sungai di bawah jembatan Alun-alin Desa Sukaharja Kecamatan Karawang Timur Kabupaten Karawang.

Yang lebih parah lagi, unsur Muspida daerah itu malah mempertontonkan hal yang tidak baik di tengah kondisi masyarakat Karawang yang masih dalam suasana berduka dimana Bupati Ade Swara dan Istrinya yang ditangkap KPK serta Ketua DPRD yang meninggal dunia, justru bawahannya malah asyik joged sambil bernyanyi musik dangdut pada acara tersebut.

wakil bupati dan unsur muspida lain saat joged dangdut
wakil bupati dan unsur muspida lain saat joged dangdut.

Kejadian tersebut sangat disesalkan oleh sebagian masyarakat Karawang. Salah satunya Yadi (27) warga yang menonton festival tersebut mengaku kecewa dengan kegiatan yang seharusnya bisa bermanfaat tersebut.

Bukan mengajak masyarakat untuk mencintai citarum, kata Yadi, justru area sekitar acara malah kotor dengan banyaknya sampah berserakan bekas jajanan dan rakit peserta.

Warga lainnya Asep Bentar (45) juga mengungkapkan kekecewaannya. Selama ia mengikuti acara dari awal, justru tidak ada satu orang unsur muspida Karawang yang mengajak masyarakat untuk turut mendoakan Ade Swara serta Ketua DPRD Karawang Tono Bahtiar.

“Mereka malah asyik dangdutan seolah di Karawang tidak terjadi apa-apa, benar-benar tega di atas penderitaan orang lain,” sesalnya.

wakil bupati dan unsur muspida lain saat joged dangdut
wakil bupati dan unsur muspida lain saat joged dangdut.

Sementara itu dalam sambutannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang, Dadan Sugarda, mengatakan, festival ini sengaja digelar, tujuannya, untuk mengenalkan kembali ke masyarakat, bahwa Sungai Citarum ini memiliki arti penting bagi warga Karawang.

Apalagi, dulu sungai terpanjang di Jawa Barat ini, merupakan satu-satunya sarana transportasi air.

“Jadi, aktivitas masyarakat zaman dulu, tak bisa lepas dari Sungai Citarum,” ujar Dadan.

Karena itu, lanjut Dadan, pemkab ingin mengingatkan kembali ke masyarakat tentang arti pentingnya Citarum. Dalam acara ini, salah satunya festival rakit hias. Para peserta menyisiri Citarum dengan menggunakan perahu rakit yang dihias berbagai macam asesoris.(ega)

Check Also

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus.

Polda Jabar Akan Mengusut Peyebar Berita HOAX Penculikan Anak

Bandung,sidaknews.com – Terkait penyebar berita bohong (hoax) tentang penculikan anak di media sosial (medsos) yang sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>