Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » FPI Gerah Lihat Judi Gelper di Tanjungpinang

FPI Gerah Lihat Judi Gelper di Tanjungpinang

Mesin Ketangkasan Gelandang Permainan
Mesin Ketangkasan Gelandang Permainan (Gelper)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Front Pembela Islam (FPI) merasa gerah melihat aktifitas permaian dugaan kasus perjudian bekedok gelanggang permainan (Gelper), termasuk dalam bentuk jenis lainnya di Tanjungpinang. Kondisi tersebut tidak saja dinilai dapat meresahkan masyarakat, namun juga melanggar berbagai aturan dan perundangan yang berlaku saat ini.

“Kita sudah berulang kali menyampaikan kepada instasi dan aparat terkait, terhadap adanya dugaan perjudian berkedok Gelper maupun jenis lainnya yang terjadi selama ini di Tanjungpinang. Namun hingga hingga saat ini belum juga ada tanggapan serius dari pihak terkait untuk melakukan penertipan maupun tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” kata Imam Daerah FPI Provinsi Kepri, Hajarullah Aswat pada wartawan, Selasa (10/6).

Dikatakan, hingga saat ini pihaknya masih menghargai dan mempercayai tugas dan jabatan pihak terkait dalam upaya penertipan terhadap dugaan aktifitas perjudian berkedok permainan yang secara umum hampir sama dengan jenis permaian Jakpot yang saat sudah dilarang untuk beroperasi. Kendati demikian, bukan berarti pihaknya terus tinggal diam melihat kenyataan yang ada saat ini.

“Tidak saja setingkat pimpinan aparat di Tanjungpinang dan Provinsi Kepri, bahkan informasi keluhan tersebut juga sudah kita layangkan hingga ke pusat, melalui pesan singkat (SMS) dan komunikasi langsung. Tapi belum juga ada reaksi dan tindakan berarti apa-apa,”kata Hajarullah, mantan Ketua FPI Kepri ini.

Hajarullah berharap, agar pihak kepolisian di daerah ini untuk bisa bertindak sesuai kewenangannya, dengan melakukan berbagai bentuk penyelidikan di lapangan terhadap kondisi yang ada saat ini.

“Sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadhan. Untuk itu, jangan sampai masyarakat untuk melakukan tindakan sendiri-sendiri, sebelum polisi melakukan tindakan sesuai aturan hukum yang berlaku,”ucap Hajarullah.

Sebagaimana diketahui, di wilayah Tanjungpinang saat ini terdapat 7 titik kawasan Gelper, yakni dua lokasi di jalan Gambir, yakni Osaku dan Mutiara, satu titik di jalan Ir Sutami, Suka Berenang, Ezon Pasar Raya 21, satu titik di kawasan Pinang Marina, KM 2, dua titik di kawasan Bintan Plaza (BP), KM 3 dan satu titik di kawasan Swalayan Global, KM 7.

Keberadaan Gelper di Tanjungpinang tersebut sempat tutup sementara selama dua hari pada pelaksanaan pembukaan MTQ Nasional di Batam oleh Presiden SBY, Kamis dan Jumat (5-6/6) lalu. Namun aktifitas tersebut terlihat buka kembali pada, Sabtu (7/6) kemaren.

Untuk bisa bermain, pengunjung lebih dulu membeli koin yang telah disediakan dengan harga Rp50 ribu hingga Rp100 ribu untuk beberapa koin, sesuai kantong-kantong yang tersedia.

Bagi pemain yang menang dan mendapatkan koin lebih, bisa ditukarkan dengan uang atau dalam bentuk kartu voucher melalui seorang pengawas di lokasi tersebut dengan potongan harga mencapai 20 persen dari harga koin.

Namun pantauan serta informasi di lapangan, sebagian besar dari para pemain tersebut lebih banyak yang kalah dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah uang yang ada di kantong maun di dompet mereka.

Akibatnya tidak jarang terlihat dari mereka sebagai pemain yang keluar dari arena permaianan tersebut yang terlihat ceria, melainkan dalam kondisi kusut dan wajah suram akibat mengalami kekalayahan layaknya orang kalah berjudi

Sementara Kapolres Tanjungpinang AKBP Patar Gunawan melalui Kabag Humas Polres Tanjungpinang, Iptu Yulhendri SH Mhum mengatakan, bahwa pihaknya segera menindak pengusaha gelper di tujuh titik kawasan ini, bila terbukti mengandung unsur judi.

“Sesuai arahan dari Kapolres kepada kami tadi pagi, agar segera memonitor semua aktifitas Gelper di daerah ini. Jika memang ditemukan adanya unsur judi, maka segera dilakukan tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucap Yulhendri.

Dikatakan, sejumlah titik aktifitas Gelper di daerah ini di dapati telah mengantongi izin dari instansi terkait. Namun, jika ditemukan ada penyimpangan perizinan berupa unsur judi, maka pihaknya tidak segan-segan melakukan langkah dan tindakan hukum.(SN)

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *