Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Gatot Resmikan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bendungan ‘BAJAYU’

Gatot Resmikan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bendungan ‘BAJAYU’

Gubsu H Gatot Pujo Nugroho ST didampingi Wagubsu HT Erry Nuradi, Walikota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Bupati Sergai Ir Soekirman melaksanakan peletakan batu pertama (Groun Breaking) bendungan bergerak Bajayu Sei Padang”. Foto: Hans
Gubernur Sumut H Gatot Pujo Nugroho ST didampingi Wakilnya HT Erry Nuradi, Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan dan Bupati Sergai Ir Soekirman melaksanakan peletakan batu pertama bendungan bergerak “Bajayu” Sei Padang, Selasa (25/11). Foto: Hans

Tebingtinggi, Sidaknews.com – Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho didampingi Wakil Gubsu Ir H Tengku Erry Nuradi melakukan Ground Breaking (peletakan batu pertama) pembangunan proyek Bendungan Bergerak Batak Jawa Melayu (BAJAYU) Sei Padang yang menelan biaya senilai Rp 220 miliar di Kelurahan Tambangan Kecamatan Padang Hilir Kota Tebingtinggi, Selasa (25/11) sore.

Tampak hadir Wali Kota Tebingtinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan, Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir Soekirman, Wakil Wali kota Tebingtinggi Ir Oki Doni Siregar, Kapolres Tebingtinggi AKBP Enggar Pareanom, Kapolres Sergai AKBP B Anis Purnawan, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudy Manurung, Kajari Sergai dan muspika serta muspida dua pemerintahan dan masyarakat penerima ganti rugi tanah.

Gubernur menjelaskan bahwa program pembangunan bendungan bergerak “Bajayu” ini harus mengutamakan kepentingan sosial masyarakat, dimana selama pembangunan dan setelah selesai, manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat khususnya warga Kota Tebingtinggi.

“Mudah-mudahan dengan bendungan ini wilayah sekitar akan terbebas dari banjir dan Kabupaten Sergai akan mendapatkan irigasi pengairan untuk lahan pertanian,” kata Gatot.

“Untuk ganti rugi lahan warga yang terkena pembangunan bendungan di dua daerah hendaknya diterima oleh masyarakat yang memang lahannya terkena, pihak yang menanggani hal itu segera membayarkan ganti rugi,” lanjut Gatot.

Gubernur juga meminta kepada masyarakat agar mendukung program pembangunan bendungan yang menelan biaya senilai Rp 220 miliar tersebut agar berjalan sukses dan selesai tepat pada waktunya yaitu bulan Juli 2017.

“Kita berharap pembangunan ini akan segera selesai dan nantinya bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat dua daerah yaitu Tebingtinggi dan Serdang Bedagai,” pinta Gatot.

Bendungan ini dibangun di atas tanah seluas 7.558 hektar dengan sistem pembangunan multi years dengan luas khusus lokasi 45 hektar, di Bajayu seluas 4.000 hektar, di Paya Lombang 1.588 hektar dan di Langau 2.000 hektar.

Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan deklarasi bersama yang tergabung dalam paguyuban Batak, Jawa dan Melayu. Hal ini untuk mendukung program pembangunan bendungan bergerak “Bajayu” serta menyantuni anak-anak yatim dan orang tua jompo.

Sementara itu, Wali Kota Tebingtinggi, Ir H Umar Zunaidi Hasibuan memaparkan bahwa masyarakat Kota Tebingtinggi bersyukur pelaksanaan pembangunan tersebut sudah berjalan dan diharapkan akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Tebingtinggi.

“Karena nantinya fungsi bendungan adalah bangunan multi fungsi seperti penyedia air baku untuk kebutuhan air bersih, mengairi irigasi daerah pertanian di wilayah Sergai, sedangkan Tebingtinggi dapat terbebas dari banjir pada tahun 2017 dan sebagai daerah wisata dan penelitian bagian pendidikan,” kata wali kota.

“Pihak pelaksana yang dipercaya, terutama Kepala BWS Sumut II Direktorat Sumber Daya Air untuk membayarkan ganti rugi lahan warga dengan tidak ada potongan satu rupiahpun,” terang Umar.

Menurut Umar, masyarakat Kota Tebingtinggi akan mendukung pelaksanaan pembangunan bendungan bergerak Bajayu tersebut hingga selesai nantinya. Selain itu, Tebingtinggi ke depan juga akan memberikan insentif kepada para petani yang mempertahankan lahan pertaniannya dari pembangunan-pembangunan perumahan.

“Begitu juga untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat perkotaan, Pemko Tebingtinggi menjalankan program ‘urban farming’,” katanya.

Sedangkan Kepala BWS Sumut II, Pardamean Gultom menjelaskan bahwa sebelumnya proyek ini adalah buah kerja keras Pemko Tebingtinggi yang mendobrak pihak BWS Sumut II terkait kondisi wilayah ini beberapa waktu lalu yang sering dilanda banjir, bahkan setiap tahun bisa hingga lebih dari sepuluh kali.

“Banyak manfaat yang akan dirasakan setelah proyek Bajayu selesai, terutama masyarakat Kabupaten Sergai akan mendapatkan pengairan irigasi permanen dan Kota Tebingtinggi terbebas banjir. Bukan bendungan Bajayu saja yang dilaksanakan pembangunannya tahun ini, untuk wilayah Sei Belutu Kabupaten Sergai, kita juga membangun proyek irigasi pertanian di sana,” paparnya. (Hans)

 

Check Also

Hadapi Lomba Pembinaan Teritorial (Binter), Dandim 0104/Atim Apelkan Anggota.

Hadapi Lomba Pembinaan Teritorial (Binter), Dandim 0104/Atim Apelkan Anggota

Langsa, sidaknews.com – Komandan Kodim 0104/Aceh Timur Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, SE apelkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>