Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Gelapkan Uang Jamsostek Pekerja Panti Pijat, Yopi Disidangkan

Gelapkan Uang Jamsostek Pekerja Panti Pijat, Yopi Disidangkan

 Yopi (41), terdakwa kasus penggelapan saat menjalani sidang di PN Tanjungpinang, Senin (12/1). Foto: Rindu Sianipar
Yopi (41), Terdakwa Kasus Penggelapan Saat Menjalani Sidang Di PN Tanjungpinang, Senin (12/1). (Foto: Rindu Sianipar)

Tanjungpinang, sidaknews.com – Yopi (41) diajukan ke meja persidangan karena diduga melakukan penggelapan dana Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) milik 69 pekerja yang sebagian besarnya bekerja di bagian panti pijat (spa-red) di PT Bintan Askarya Dahayu (BDA) yang beroperasi di kawasan parawisata Lagoi, Kabupaten Bintan.

Persidangan dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa sekaligus pemeriksaan saksi ini dipimpin Fathul Mujib SH MH digelar Senin (12/1) di PN Tanjungpinang.

Dalam sidang kasus penggelapan ini terungkap jika terdakwa merupakan mantan pegawai Human Resource Department (HRD) di bagian keuangan di PT BDA.

Kasus tersebut terungkap setelah pihak perusahaan melakukan audit keuangan internal yang menemukan adanya dana pekerja senilai Rp 79 juta tidak dilaporkan ke pihak Jamsostek.

“Kasus ini terungkap setelah manajemen lebih dulu melakukan audit keuangan. Ada dana dan juga pajak yang belum disetor terdakwa ke Jamsostek,” ujar saksi di hadapan hakim.

Saksi yang juga bekerja di HRD PT BDA ini juga mengatakan, selain dana Jamsostek pekerja, terdakwa juga belum menyetorkan dana dari keuntungan jasa spa sekitara beberapa bulan.

“Selain dana Jamsostek, ada juga dana hasil spa yang belum disetor beberapa bulan. Tapi, nilainya saya kurang tau, ada yang bentuk rupiah dan dolar,” kata saksi.

Walau kasus ini sampai bergulir ke persidangan, kata saksi, selain membuat surat pernyataan, terdakwa juga sudah mengembalikan sebagian dana tersebut ke pihak perusahaan.

“Terdakwa sudah mengembalikan sekitar Rp 40 juta,” kata saksi.

Saksi juga menyebut sejak menjalani proses hukum, hingga saat ini saat ini sudah dinon-aktifkan sebagai pekerja di perusahaan tersebut.

Saksi juga menyebut, jika uang yang diduga hasil tindak pidana penggelapan tersebut dipergunakan terdakwa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Info yang saya dapat, uang perusahaan tersebut digunakan untuk keperluan pribadi terdakwa,” ujar saksi.

Terkait keterangan saksi, terdakwa yang tidak didampingi kuasa hukum ini membenarkan seluruh keterangan saksi yang merupakan rekan kerjanya.

Dalam dakwaan jaksa Mirian SH dari Kejari Tanjungpinang, terdakwa dijerat dengan pasal 374 KUHP tentang tindak pidana penggelapan. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya. (Rindu Sianipar)

Check Also

Ketua Umum FSI Qalbun Salim (kanan) menyerahkan hasil penggalangan dana kepada Ketua FSLDK kepulauan Riau (kiri).

Peduli Somalia, FSI STIE Pembangunan Tanjungpinang Galang Dana

Tanjungpinang, sidaknews.com – Ucapan Terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh Dosen, Mahasiswa di STIE Pembangunan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>