Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan ini Dibui 1 Tahun Penjara

Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan ini Dibui 1 Tahun Penjara

 

Keterangan Foto: Terdakwa Yopi (41), terdakwa kasus penggelapan uang perusahaan saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (12/2). Foto: Rindu Sianipar.
Keterangan Foto: Terdakwa Yopi (41), terdakwa kasus penggelapan uang perusahaan saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (12/2). Foto: Rindu Sianipar.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Yopi (41), terdakwa kasus penggelapan divonis hakim selama satu tahun penjara karena terbukti menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja.

“Karena perbuatannya, terdakwa divonis selama satu tahun penjara dikurangi selama terdakwa ditahan,” kata majelis hakim yang dipimpin Fathul Mujib pada persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis (12/2).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa yang sebelumnya menuntut terdakwa selama satu tahun dan dua bulan penjara.

Yopi dinilai terbukti secara sah bersalah melanggar ketentuan pasal 374 KUHP tentang tidak pidana penggelapan sebagaimana yang tertuang dalam dakwaan jaksa.

Terhadap vonis tersebut, terdakwa mengatakan pikir-pikir, begitu juga dengan jaksa Mirian dari Kejari Tanjungpinang.

Kasus penggelapan tersebut dilaporkan ke polisi oleh pihak PT Bintan Askarya Dahayu (BDA) yang beroperasi di kawasan parawisata Lagoi, Kabupaten Bintan beberapa waktu lalu, setelah sebelumnya melakukan audit keuangan internal.

Hakim menilai Yopi yang merupakan mantan pegawai Human Resource Department (HRD) di bagian keuangan di PT BDA terbukti bersalah menggelapkan dana senilai Rp 79 juta yang merupakan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) milik 69 pekerja yang sebagian besarnya bekerja di bagian panti pijat (spa-red).

Selain itu, dana Jamsostek pekerja, terdakwa juga belum menyetorkan dana dari keuntungan jasa spa sekitar beberapa bulan sekitar dua ribu dolar Singapura.

Sebelum kasus ini bergulir ke persidangan, terdakwa sudah mengembalikan sebagian dana tersebut ke pihak perusahaan yakni sekitar Rp 40 juta.

Dalam sidang, terdakwa mengaku uang perusahaan tersebut digunakan olehnya yang sebagian besarnya untuk bermain judi di Singapura serta memenuhi kebutuhan lainnya.(Rindu Sianipar)

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *