Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Gelper Ketangkasan Berubah Jadi Arena Perjudian?

Gelper Ketangkasan Berubah Jadi Arena Perjudian?

Gelper
Ilustrasi: Salah satu gelanggang permainan (Gelper).

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Gelanggang permainan (Gelper) ketangkasan yang diduga menjadi arena perjudian terus berlanjut di Kota Tanjungpinang. justru lokasi Gelper kian bertambah pula jumlahnya.

“Fakta ini membuktikan kalau perjudian dilindungi oleh oknum aparat terkait”, kata seorang warga kota Bestari ini.

terkait eksistensi Gelper tersebut seorang warga Kota Tanjungpinang berharap agar aparat terkait dapat bertindak untuk menghentikan segala bentuk perjudian.

“Sejauh ini belum ada tindakan dari pihak berwenang terutama aparat Kepolisian oleh karena di duga kuat gelper berubah akronim kata Gelper menjadi gelanggang perjudian dan akan semakin merasuki masyarakat Kota Tanjungpinang”, katanya berharap.

Menurut dia tidak ada alasan bagi aparat hukum untuk membiarkan praktek yang terindikasi berbau perjudian. “Dan kalau perlu di lakukan pembuktian dilapangan benarkah Gelper telah berubah fungsi menjadi arena judi”, katanya dengan nada heran dan menyayangkan aparat yang lambat bertindak.

Disisi lain soal izin yang diterbitkan oleh Badan BPPTPM Kota Tanjungpinang di duga kuat telah disalah gunakan oleh pemegang izin Gelper. Terkait dengan itu temui oleh kru Jejak Kepri di dua tempat berbeda, yakni Kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pariwisata dan Badan BPPTPM Kota Tanjungpinang.

Ketika dimintai konfirmasi terkait rekomendasi untuk mendapatkan izin bagi pemilik Gelper mengatakan hal itu. Lebih lanjut Riva menjelaskan beberapa lolasi Gelper tersebut ada dibeberapa titik seperti di Jalan Gambir ada yaitu studio 9 dan Osaku. Di Jalan Suka Berenang max zone, diseputar Rimba Jaya power zone di kawasan Bintan Plaza, swalayan Global di Jalan DI Panjaitan Km 7 Tanjungpinang. Karena praktek permainan Gelper di lokasi dimaksud diduga sudah mengarah ketindak pidana perjudian.

Terkait izin menurut Irsal, sebenarnya pada saat pemberian rekomendasi untuk Gelper yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata harus betul-betul selektif. Tujuannya supaya nanti tidak menyalahi per-izinan terutama mengenai tempat Gelper yang menggunakan Rumah Toko (Ruko). Karena sebenarnya, lanjutnya, tempat Gelper harus lebih terbuka misalnya seperti pasar 21, atau tempat umum lainnya yang mudah terpantau dan ramai dikunjungi.

“Jadi bukan seperti Ruko karena Ruko tempatnya sangat tertutup dari pandangan khalayak umum, dan jika di Gelper baik koin atau kupon tidak bisa ditukar jadi uang. Kemudian soal rekomendasi sejak bulan januari 2014 belum ada dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata untuk Gelper,” kata Irsal. Berdasarkan rapat yang digelar di kantor Walikota pada 19/1/2014 yang dikomandoi oleh kepala BPPTD dan pesertanya terdiri dari RT, RW, Lurah, Satpol PP, dan lembaga masayarakat atau LSM. Hasilnya adalah pengawasan Gelper di laukan oleh RT, RW lurah, dan Satpol PP.

Eksistensi Gelper di Kota Tanjungpinang jika dinilai dari sisi rekomendasi untuk mendapatkan izin, menurut Irsal, harus di kaji pula secara cermat dan bahkan bagi para pemohon jika tidak memiliki standarisasi tidak akan di keluarkan rekomendasi. Juga disarankan agar setiap pelaku usaha hiburan supaya datang mengurus sendiri segala izin untuk menghindari hal-hal yang tidak di ingini, katanya sembari menambahkan jika untuk tahun ini 2014, belum ada satu pun rekomondasi yang terbitkan.

“Untuk gelanggang permainan berbentuk rekomendasi baru maupun perpanjangan belum ada di terbitkan oleh Dinas Pariwisata,“ kata Irsal memastikan.

Rekomendasi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata, lanjutnya, hanya untuk 5 hotel/wisma, 8 tour dan trapel, dan 4 rekomendasi untuk massage. Sementara kepala bidang Perizinan Usaha BPPTPM, kata Riva, jika untuk Gelper yang sudah beroperasi sekarang hanya menggunakan izin lama.

“BPPTPM sampai sekarang tidak ada mengeluarkan izin baru untuk Gelper dan pengusaha masih memakai surat izin tempat usaha (SITU) dan ordonasi gangguan (HO) yang lama, dimana masa berlakunya belum habis,” kata Riva menjelaskan.

Masih menurut dia dari 11 lokasi Gelper yang memakai izin lama terbit tapi hanya 5 titik yang beroperasi, adalah merupakan hasil survei tim yang dibentuk untuk memantau kelapangan. “Dari lima lokasi Gelper tersebut ada pula masa berlaku-nya baru habis bulan Desember 2014,” kata Riva mengakhiri. Ironis memang.

Faktanya, Gelper memakai izin lama yang masa berlakunya belum habis penting untuk di tinjau kembali. Apalagi jika bisa dibuktikan kalau Gelper sudah menjadi arena perjudian tidak ada alasan pemerintah untuk tidak menarik SITU tersebut kembali, karena izin sudah disalah gunakan kearah lain.

Demikian juga Kepolisian harus cepat tanggab jika terindikasi ada judinya pengusahanya harus ditangkap dan di prosese hukum. Karena di NKRI belum ada Undang-Undang yang melegalkan perjudian. Jadi kita tunggu seperti apa tindakan dari aparat terkait tentang usaha Gelper di Kota Tanjungpinang.(JK/Red)

Check Also

Keluar Dari Wilayah Kontrak Kerja, PT Vale Bayar Denda ke Negara Rp 5 M

Lutim, sidaknews.com – Penyerahan uang sebesar Rp 5 Milyar dari PT Vale Indonesia kepada Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *