Minggu , 28 Mei 2017
Home » Daerah » Babel » Gunakan Jasa Ekspedisi Pengiriman Simpan Narkoba Di Jam Weker

Gunakan Jasa Ekspedisi Pengiriman Simpan Narkoba Di Jam Weker

Tertangkapnya jaringan Narkoba di wilayah Polres Belitung
Tertangkapnya Jaringan Narkoba Di Wilayah Polres Belitung.

Tanjungpandan, Sidaknews.com – Berbagai modus pengiriman narkoba dilakukan. Salah satunya dengan menyimpan shabu-shabu dan ekstasi dalam jam weker yang dibungkus dengan karbon hitam. Beruntung, pengiriman 109 gie shabu dan 20 butir ekstasi cap kuda berwarna cream dengan menggunakan jasa pengiriman ini terendus pihak kepolisian Polres Belitung.

Selain mendapati barang bukti, polisi juga menangkap Steven Theodaurus Budnar (36) warga Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan, Belitung. Steven ditangkap sesaat menerima kiriman paket. Tak berhenti di Steven, sekitar pukul 20.00 wib, dari hasil pengembangan polisi kembali menangkap tersangka lainnya berinisial Hendra Tasyadi alias Gareng (48).

Dari tangan warga jalan Pelataran Pilang, Tanjungpandan ini, polisi mendapati 35 bungkus paket besar, 1 gie paket sisa dan 1 bungkus paket berukuran 0,45 gie. Barang bukti (BB) yang kini sudah diamankan polisi sebelumnya ditemukan di toples kopi yang diletakkan disamping mesin air di kediamannya,

Selain meringkus Steven dan Gareng, di waktu bersamaan polisi juga meringkus sindikit jaringan narkoba lainnya yaitu tersangka Cekian alias Mandra (38) warga jalan Madura, Desa Parit, Tanjungpandan, Belitung. Polisi kembali mendapati BB berupa paket besar shabu-shabu usai menggeledah kost-kostsan tersangka di Jalan Madura (Amau) Kota Tanjungpandan.

Sedikitnya paket besar sebanyak 35 bungkus berupa 35 gie senilai Rp.2,4 juta kini berhasil diamankan. Polisi juga menemukan 2 bungkus paket sedang berukuran 1 gie dengan berat 0,55 senilai Rp.1,3 Juta, paket kecil sebanyak 7 bungkus sebanyak 2,3 gie seberat 0,35 dengan nilai Rp. 1 Juta serta paket super kecil sebanyak 11 bungkus berat 0,15 senilai Rp. 500 ribu.

Dari tangan tersangka Mandra juga polisi menemukan 20 plastik pembungkus dan 7 plastik pembungkus yang sudah dipotong serta 2 buah bong. “Ya gak nyangka saja pak. Sebenarnya juga saya mau berhenti jadi pengedar, tapi mau gimana barang ku masih banyak, ya mau gimana lagi,” ucap Mandra kepada Media , kemarin (27/10).

Kapolres Belitung AKBP Bobby Marpaung mengatakan, terbongkarnya sindikat jaringan narkoba di Belitung ini merupakan hasil pengembangan salah satu tersangka narkoba yang saat ini sudah berada di LP (Lapas Permasyarakatan) Cerucuk atas nama Ahmad Wili Wijaya (29) alias Wicung yang ditangkap polisi pada Sabtu (31/5) lalu. Ketiganya kata kapolres, merupakan target operasi (TO) jajaran Polres Belitung.

“Tersangka ini kita tangkap dari hasil pengembangan kasus narkoba tersangka Wicung. Modus mereka memanfaatkan jasa pengiriman,” kata AKBP Bobby Marpaung kepada sejumlah awak media, Senin (27/10) kemarin.

AKBP Bobby Marpaung menyebutkan, pengembangan kasus ini tidak akan berhenti hingga disini saja.

“Kalau untuk tersangka lain masih ada, kita masih akan lakukan pengembangan lagi untuk tiga tersangka ini, dan masih ada target-target yang lain. Para tersangka ini merupakan pemain lama, istilahnya memang mereka belum pernah tertangkap, karena kelihaian mereka,” sebutnya.

Namun, lanjut AKBP Bobby Marpaung, para tersangka ini merupakan rangkaian dari tersangka Wicung yang memang menurut pengakuan tersangka bahwa Wicung menjadi otak atau pengendali berjalannya barang haram tersebut. Bahkan, sambung AKBP Bobby Marpaung tidak menutup kemungkinan tersangka Wicung akan dikembangkan lagi.

“Informasi yang kita himpun memang dia (Wicung, red) pengendali sementara peredaran yang di Belitung, tapi kita masih dalam ini. Kalau yang dari tiga tersangka ini paling berperan Steven Theodaurus Budnar, mereka ini saling komunikasi sebab kaki tangan dari Wicung mereka bertiga ini,” bebernya.

Dengan kejadian ini para tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 2 dan 114 ayat 2 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup atau maksimal hukuman 20 tahun, minimal 6 tahun dengan denda Rp. 12 miliar.

Barang Bukti yang Diamankan

– Dari tersangka Steven Theodaurus Budnar alias Theo :

1. 109 bungkus plastik kecil narkotika jenis shabu seberat 196,47 gram.
2. 20 butir narkotika berjenis Ecstasi berlogo kuda seberat 6,69 gram.
3. 1 handpone Blackberry jenis Curve berwarna Hitam.
4. 20 lembar kertas karbon hitam.
5. 11 plastik transparan berisolasi warna ungu.
6. 1 jam duduk warna pink.
7. 1 set bong terbuat dari botol minuman larutan penyegar cap badak.
8. 8 buak korek api gas.
9. 1 buah kardus berbungkus kertas kado berwarna hijau.
10. 2 buah Obenk gagang berwarna kuning.

– Dari tersangka Hendra Tasyadi alias Gareng :

1. 36 bungkus plastik kecil paket narkotika jenis shabu seberat 37,22 gram.
2. 1 buang bong yang terbuang dari botol larutan penyegar cap kaki tiga.
3. 1 buah handpone merk nokia berwarna merah.
4. 1 buah botol bekas kopi bubuk torabika.

– Dari tersangka Cekian alias Mandra :

1. 35 bungkus narkotika berbentuk butiran kristal didalam kantong plastic berwarna bening paket harga Rp. 2.400.000,-.
2. 1 buah Handpone merk Blackberry tipe dakota berwarna hitam.
3. 1 buah timbangan digital merk ION warna hitam.
4. 1 buah angklong berwarna bening.
5. Uang sebesar Rp. 8.500.000,- dengan pecahan Rp. 100.000,- dan Rp. 50.000,-.
6. 1 buah dompet merk Boss berwarna hitam.
7. 1 buah bungkus rokok gudang garam internasional berwarna merah.
8. 7 buah plastik setengah berwarna bening.
9. 20 buag plastik warna bening.
10. 1 buah kantong plastik ukuran 1/4 kg berwarna bening. (ANS/Polres Belitung)

Check Also

Dandim Pimpin Pelepasan Kasdim 0111 Bireuen

Bireuen, sidaknews.com – Komandan Kodim (Dandim) 0111/Bireuen Letkol Arm Adekson, memimpin acara pelepasan Kasdim Mayor …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *