Kamis , 30 Maret 2017
Home » Berita Foto » Hakim Sarankan Agung Triyanto Dipanggil Paksa

Hakim Sarankan Agung Triyanto Dipanggil Paksa

-Sidang kasus dugaan penyelundupan BBM bersubsidi.

Keterangan Foto: Syahgunandar cs, terdakwa kasus dugaan penyelewengan BBM bersubsidi saat menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (17/12). (Foto; Rindu Sianipar)
Keterangan Foto: Syahgunandar cs, terdakwa kasus dugaan penyelewengan BBM bersubsidi saat menjalani proses persidangan di PN Tanjungpinang, Kamis (17/12). (Foto; Rindu Sianipar)

Tanjungpinang,sidaknews.com – Anggota DPRD Kota Tanjungpinang, Agung Triyanto kembali mangkir sebagai saksi pada persidangan kasus dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di PN Tanjungpinang, Rabu (17/12).

Ketidak hadiran Agung tersebut sudah yang kedua kalinya setelah sebelumnya pada persidangan yang lalu, Agung juga mangkir karena alasan ada tugas di Batam.

Namun, kali ini Agung mangkir dengan alasan yang tidak jelas. “Sudah kita kirimkan surat panggilan kedua, tapi saksi belum juga hadir tanpa memberikan alasan,” kata Jaksa Ristianti Adriani.

Mendapat jawaban Jaksa terkait ketidak hadiran Agung, hakim menyarankan agar saksi kembali dipanggil. Jika tidak hadir juga pada persidangan selanjutnya, jaksa diminta melakukan upaya pemanggilan paksa.

“Jika tak hadir juga, tempuh jalur upaya pemanggilan paksa saja,” saran hakim yang dipimpin Fathul Mujib SH MH didampingi dua hakim anggota Bambang Trikoro SH Mhum dan Eryusman SH.

Bahkan, Kiki salah satu petugas Kejari Tanjungpinang yang melayangkan surat panggilan pada saksi mengatakan selain melayangkan surat, ia juga sudah berupaya menemui Agung baik di rumah dan di kantornya.

“Tapi saksi tidak pernah ada di rumahnya. Rumahnya sepi terus, saat kita ke sana,” Kiki yang bertugas di bagian penyimpanan barang bukti perkara ini pada hakim.

Meski Agung tak hadir, sidang kasus dugaan penyelundupan BBM jenis solar bersubsidi dengan terdakwa Syahgunandar, Bimo, Jupen Sius dan Febriansyah ini tetap digelar.

Sidang kali ini menghadirkan saksi di luar Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik yakni saksi Adriano, salah satu pegawai Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) CV Tiga Muda Bintan Perkasa (TMBP).

Dalam keterangannya, ia mengaku tidak mengenal para terdakwa. Ia juga mengaku antara penjualan dan stok BBM di APMS nya tidak bermasalah setelah kasus ini mencuat.

“Saya tahunya kasus ini setelah baca koran. Tapi secara administratif tidak ada maslahan baik dalam penjualan maupun stok,” kata Adriano.

Adriano juga mengatakan jika dirinya bukan yang bertanggung jawab langsung dalam penyaluran BBM di agen penyalur tempat dirinya bekerja tersebut.

“Yang tanggung jawab itu saudara Sutrisno (DPO-red),” kata Adriano. Sutrisno juga merupakan karyawan CV TMBP.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, hakim menutup persidangan dan akan dilanjutkan besok, Kamis (18/12) dengan agenda sidang lapangan untuk melihat keberadaan barang bukti.

“Tak mungkin barang bukti kapalnya kita bawa ke persidangan. Besok kita sidang lapangan aja,” kata hakim sebelum menutup sidang.

Sebagaimana diketahui, kasus dugaan penyelundupan BBM bersubsidi ini hasil tangkapan Unit Intel Kodim 0315/Bintan beberapa waktu lalu.

Saat itu, terdakwa Syahgunandar cs tertangkap tangan diduga sedang menyalurkan minyak solar subsidi dari sebuah mobil tangki air ke sebuah kapal tongkang KM Lautan Kakap di sebuah pelabuhan di Madong Senggarang Tanjungpinang. (Rindu Sianipar)

 

Check Also

Peran Apoteker penting bagi masyarakat didalam Pelayanan

Pangkalpinang, sidaknews.com – Banyak Apotek yang ada hampir merata di Bangka Belitung sangat kurang memperhatikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *