Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » Hakim Vonis 14 Bulan Penjara Supir Truk Penabrak Bocak 2,5 Tahun

Hakim Vonis 14 Bulan Penjara Supir Truk Penabrak Bocak 2,5 Tahun

Totok alias Antok (30) divonis satu tahun dan dua bulan penjara. Ia dihukum dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 2,5 tahun
Totok alias Antok (30) divonis satu tahun dan dua bulan penjara. Ia dihukum dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 2,5 tahun.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang Totok alias Antok (30) divonis satu tahun dan dua bulan penjara. Ia dihukum dalam kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan bocah berusia 2,5 tahun.Selasa (8/7).

Ketua Majelis Hakim R Aji Suryo dalam amar putusannya menyatakan, berdasarkan fakta yang muncul dalam persidangan, terdakwa Totok terbukti bersalah. Unsur-unsur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terpenuhi.

Pasal 310 menyebutkan tentang pengendara yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang. Sebelum menjatuhkan hukuman, majelis hakim perlu mempertimbangkan tuntutan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum Ristianti Andriani.

Terdakwa dituntut selama satu tahun dan enam bulan penjara. Namun, atas berbagai pertimbangan, majelis hakim tidak sependapat dengan tuntut JPU tersebut. “Terdakwa dijatuhi hukuman selama satu tahun dan dua bulan penjara,” ujar Hakim R Aji Suryo.

JPU Santi usai persidangan mengatakan, kecelakaan lalu lintas ini terjadi pada 19 April sekitar pukul 09.30, di tanjakan Jalan Raja Haji Fisabilillah Batu 8 (persimpangan Jalan Raja Haji Fisabilillah-Jalan DI Panjaitan). Totok mengemudikan truk Hino Duto BP 8956 TU.

Ia bermaksud mengantarkan barang kelontong ke sejumlah toko. Sampai di tanjakan, terdakwa melihat mobil di depannya berbelok ke arah simpang lampu merah batu 8 dengan memberikan sinyal berbelok mendadak. Menghindari tabrakan, Totok mengerem saat akan menanjak. Karena truk melambat, akhirnya Totok memindahkan persneling ke gigi yang lebih rendah agar mesin tidak mati saat tanjakan. Tiba-tiba, mesin truk mati.

Totok berusaha menghidupkan mesin truknya kembali. Namun, truk malah mundur ke belakang. Totok berusaha menarik rem tangan (hand break). Namun, truk tak juga berhenti. Truk lalu menabrak pengendara sepeda motor yang berada di belakang. Sepeda motor Honda Varia terseret sejauh empat hingga lima meter.

Pengendara sepeda motor diketahui bernama Setya Wardani yang sedang membawa anaknya, Said Fajar Hardiansayah (2,5). Saat itu, Said berdiri di tempat pijakan bagian depan. Akibat benturan tersebut, tubuh Said masuk ke bawah truk. Kepalanya tergencet ban truk.

Sementara itu, Setya terguling tiga kali. Said meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Ria.
“Ternyata, Totok bukanlah sopir truk itu. Ia hanya kernet mobil yang tidak memiliki SIM B1. Seharusnya, Totok tidak boleh mengemudikan truk karena dapat membahayakan pengguna jalan lain,” ujar JPU Santi.(SN)

 

 

 

 

 

Check Also

Anggota BPKP Sultra. Armadi saat melakukan pemeriksaan, ketika disambangi wartawan.

Anggota DPRD Konut Nilai Oknum BPKP Sultra Tidak Profesional Menjalankan Tugas

-Terkait Penggeledahan Rumah Mantan Bendahara Sekretariat DPRD Tanpa mekanisme Wanggudu, sidaknews.com – Dewan Perwakilan Rakyat …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>