Home » Berita Foto » Harga beras melonjak naik, Rakyat kecil Menjerit

Harga beras melonjak naik, Rakyat kecil Menjerit

Keterangan Foto: Pedagang beras di Sukabumi.
Keterangan Foto: Pedagang beras di Sukabumi.

SUKABUMI,Sidaknews.com – Masyarakat Kabupaten Sukabumi khususnya para kaum Ibu Rumah Tangga yang sedang berbelanja di Pasar Parungkuda,Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat sudah mulai megeluh, pasalnya harga bahan pokok pada naik di antara beras yang melonjak naik.

“Aduh hargi beas teh puguh makin naek wae terus menerus, ganti sasih teh beki naek beki mahal kang, Atuh hargi beras nu asalna Rp7.500 per literna ayna Janten Rp9.000 per literna bahkan nu rada saemah nyampe Rp.12.000 per literna.

Artinya, “Aduh harga beras sekarang ini semakin naik terus menerus, dari bulan berganti harga beras semakin melonjak tinggi, coba bayangkan harga beras yang asalnya Rp.7.500 per liternya sekarang Jadi Rp.9.000 per liternya, bahkan beras yang agak bagus kualitasnya nyampe Rp.12.000 per liternya.

Keterangan Gambar: Susanti, salah seorang Ibu Rumah tangga mengeluh akibat kenaikan beras selangit.
Keterangan Gambar: Susanti, salah seorang Ibu Rumah tangga mengeluh akibat kenaikan beras selangit.

“Aduh janten lier puyeng pisan kang komo pan abdi mah penghasilan caroge teh teu tangtos kadang aya kadang henteu, pami dina ayanage kur cekap kange tuang hungkul tibang pas-pasan, harga BBM abong atos turun tapi tetap we harga sembako mah naraek alias marahal” ujar Susanti” kepada media sidaknews.com pada hari Sabtu (27/02)

Artinya, “Akibat dari harga beras yang melonjak naik bikin pusing kepala apa lagi penghasilan suami saya tidak menentu, kadang dapat kadang enggak, walaupun dapat penghasilan juga paling cukup buat makan saja hanya sealakadarnya.

Menurutnya lagi, padahal kan harga BBM sudah turun tetapi tetap saja harga sembako malah pada naik alias mahal” ujar Susanti kepada media sidaknews.com pada hari Sabtu (27/02).

“Disisi lain ada kemungkinan besar, dengan tidak dibagikan raskin pada November-Desember 2014 serta keinginan pemerintah mengganti raskin dengan e-money (uang non tunai) membuka celah harga beras naik.”

Sebab, “Beras merupakan suatu komoditas sensitif. Raskin akan dihapus dan akan diganti e-money ini akan beimplikasi pedagang beras akan menahan stok mereka,” jelasnya.

Semoga kepada para pemerintah Daerah maupun Pemerintah pusat, untuk menanggapi, mencari solusi dan memperhatikan jeritan – jeritan warga masyarakat kecil khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi umumnya di seluruh Republik Indonesia. (Djadjang-arya)

Check Also

Sekdakab Sergai Drs. Hadi Winarno,MM tengah menerima hasil penilaian Kepatuhan Standar Pelayanan Publik dari Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut Abyadi Siregar di aula Sultan Serdang Komplek Kantor Bupati Sergai di Sei Rampah, Selasa (24/1). 

Tingkatkan Pelayanan Publik, Sergai Targetkan Zona Hijau Tahun 2017

Sergai, sidaknews.com – Dewasa ini pelayanan publik menjadi semakin penting karena senantiasa berhubungan dengan masyarakat dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>