Selasa , 28 Maret 2017
Home » Berita Foto » Hari Aids Sedunia,Penyuluhan Pencegahan Aids di Karawang Masih Kurang

Hari Aids Sedunia,Penyuluhan Pencegahan Aids di Karawang Masih Kurang

Hari Aids Sedunia.
Hari Aids Sedunia.

Karawang,sidaknews.com – Kurangnya sosialisasi atau penyuluhan pencegahan aids di kalangan remaja oleh Pemerintah mendorong sebagian kalangan pelajar, mahasiswa dan aktivis angkat bicara, salah satunya datang dari Ketua OSIS SMKN 2 Karawang, Melly Mulyani.Melly secara pribadi mengungkapkan keprihatinanya terhadap tingginya pengidap aids di Indonesia terutama di kalangan remaja.

Melly mengaku sebagai pelajar masih minim pengetahuan tentang aids, pasalnya, di Karawang sendiri, kegiatan penyuluhan atau seminar tentang pencegahan aids masih sangat kurang.

Apalagi jika dilihat back-ground sekolahnya yang sebagian besar dihuni oleh pelajar perempuan, maka penyuluhan pencegahan tentang aids dirasa sangat perlu sebagai pengetahuan tambahan di luar jam mata pelajaran sekolah.

“Kalau di sekolah sih pernah ada seminar tentang kanker serviks. Tapi kalau untuk seminar penyuluhan pencegahan aids kayaknya belum pernah ada. Ditempat lain pun saya rasa belum pernah dapat informasi ada kegiatan semacam itu,” ungkap Melly.

Tanggapan lain muncul dari salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Pemerintahan, Unsika, Rika Noorseha. Rika menganggap peran remaja sangatlah vital sebagai agen perubahan bagi lingkungan di sekolah mereka.

Menurutnya, para remaja di Karawang seharusnya membentuk grup diskusi tentang aids. Jadi, kata Rika, ada semacam advokat para remaja yang bertugas melaksanakan diskusi rutin mengenai HIV/AIDS di sekolah mereka masing-masing secara bergantian.

“Para advokat pelajar ini terlebih dulu diberikan pelatihan di sekolah asalnya. Disini tentunya harus ada keterlibatan guru dan dinas terkait. Lalu jika sudah terbentuk sebuah komunitas, tugas mereka memberikan advokasi di lingkunganya, seperti sekolah, organisasi remaja bahkan dilingkungan tempat tinggalnya,” ujar Rika.

Para advokat ini,sambungnya, bisa juga menghasilkan petisi mendukung program pecegahan HIV/AIDS yang ditandatangani oleh para kepala sekolah, guru dan tokoh-tokoh masyarakat untuk disampaikan kepada pemerintah.

Lebih mudahnya lagi , para advokat sebenarnya bisa melakukan pendekatan kepada Kepala Sekolah mereka agar memasukkan Materi Kesehatan Reproduksi terutama tentang HIV/AIDS sebagai bagian pelajaran resmi di sekolah. (karla)

 

 

 

 

 

 

Check Also

img-20170327-wa0002

KAMMI Medan Siap Menangkan PEMIRA di Kampus

Medan, sidaknews.com – Department Kebijakan Publik (DKP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Medan melakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>