Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Harus bayar Rp 137 Juta, TKI tak bisa kembali ke Indonesia

Harus bayar Rp 137 Juta, TKI tak bisa kembali ke Indonesia

Diminta Kepada Menteri Tenaga Kerja Indonesia harus mengambil sikap tegas

anak abdurahman di disnakertransos
Kedua anak Abdurahman sedang melaporkan ke Disnakertransos  tentang Nasib dan kondisi Ayahnya sedang sakit Stroke di Arab Saudi.

Purwakarta,Sidaknews.com – Lagi, nasib Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI)  kembali dialami Abdurahman (40) asal daerah warga Kampung Jati jajar Desa dan Kecamatan Sukatani  Kabupaten Purwakarta Jabar. Dia mengalami nasib yang tak pernah diinginkan.

Kabarnya Abdurahman menderita sakit stroke di Negara tetangga Arab Saudi dan tidak bisa pulang. Kembali ke Indonesia karena tertahan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Arab Saudi karena harus membayar uang tebusan sebesar Rp. 137 juta.

Anak Abdurahman pun yang bernama Noviyanti Sarifatonah (20) dan Heri Permana (21) mendatangi Disnakersostrans Purwakarta. Senin (5/5) dengan berbekal Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sang ayah, anak korban melaporkan ayahnya yang terhambat pulang ke tanah air lantaran terkendala administrasi dan uang yang harus dibayar di Jeddah Arab Saudi karena sakitnya.

“Nama ayah kami Abdurahman, dan kabarnya menderita sakit stroke, kemarin sudah dirawat namun tidak boleh pulang oleh KBRI (Arab Saudi), katanya harus bayar dulu Rp. 137 juta ke KBRI untuk pengganti biaya rumah sakit,” terang Noviyanti dan kakaknya Heri Permana setelah melapor Disnakersostrans Purwakarta.

Kedua bersaudara ini datang ke Disnakersostrans untuk mengabarkan kondisi ayahnya, agar bisa secepatnya pulang ke Indonesia, karena keluarga tidak bisa berbuat banyak selain meminta bantuan pemerintah untuk kepulangan sang ayah.

“Kita datang kesini mau minta bantuan saja, kita juga siap ke pemerintah di Jakarta minta bantuan asal ayah bisa pulang,” ungkap mereka.

Walaupun ada proses pelaporan yang diajukan ada yang harus diperbaiki, dan akan segera menyampaikan kembali laporan ke Disnakersostran, kami bersama keluarga akan terus berupaya agar bisa memulangkan ayah, meski dengan keterbatasan pengetahuan dan uang karena kondisi kehidupan keluarga yang pas-pasan.

“Pernah juga lapor ke Disnaker, lalu menyurati Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) tahun 2012 dan mendapat balasan 2012, namun sampai sekarang belum ada perkembangan apapun hingga akhirnya kami lapor kembali”tambahnya.

Sang ayah Abdurahman yang bekerja sebagai sopir alat berat di Jeddah Arab Saudi sejak 17 Maret 2009, namun sejak tahun 2011 di Jeddah Negara Arab Saudi Abdurahman mengalami sakit, dan terpaksa sang ayah tidak bisa melanjutkan pekerjaannya sebagai TKI, bahkan diperparah dengan harus dirawat di salah satu rumah sakit di Negara tersebut.

“Kami mau ayah pulang dan kami mohon bantuan dari Pemerintah Purwakarta agar bisa membantu kepulangan ayah”pungkas mereka.(Adi Tarigan)

Check Also

Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi diterima Pj Walikota H Zulkarnain bersama Kapolres Tebingtinggi AKBP Ciceu Cahyati, Kajari Tebingtinggi Fajar Rudi Manurung dan Wakil Ketua DPRD Mhd Hazly Azhari Hasibuan.

Kunjungan KPK RI Saut Situmorang Ke Kota Tebingtinggi

Tebingtinggi, sidaknews.com – Kunjungan anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Saut Situmorang ke Kota Tebingtinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>