Home » Berita Foto » Harus Dibedakan, Kasus Kekerasan Pada Anak dengan Kasih Sayang Ibu

Harus Dibedakan, Kasus Kekerasan Pada Anak dengan Kasih Sayang Ibu

Ilustrasi: kekerasan anak
Ilustrasi: kekerasan anak.

Purwakarta,Sidaknews.com – Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menganggap Kekerasan yang dilakukan orangtua pada anaknya tidak harus serta merta dikategorikan melanggar pasal UU Kekerasan Anak. Namun demikian, menurut Dedi perlu ditelaah bahwa kekerasaan itu bermotif mendidik atau memang kekerasan kriminal.

Dedi mencontohkan pengalamannya pribadi ketika sering dicepret Ibunya karena berbuat salah. Menurutnya perlakukan keras itu perlu juga dilakukan orang tua kepada anaknya sekalipun harus mencepret.

“kuring baheula ku emi lamun pager gedeg can potong 4 siki mah can mangkat mandi tah. (saya dulu sama ibu saya kalau belum pagar bambu potong 4 batang itu belum mau mandi). Tapi sekarang terasanya, bahwa mendidik anak itu harus keras namun penuh kasih sayang. Buktinya sekarang saya jadi bupati berkat cepretan ibu saya” jelasnya.

Pernyataan ini disampaikan Dedi dihadapan ratusan pengurus PKK Purwakarta dalam peringatan Hari Ibu ke 68 yang digelar senin 22 desember 2014 di Bale Citra Resmi Purwakarta.

Ilustrasi: kekerasan terhadap anak.
Ilustrasi: kekerasan terhadap anak.

Jadi menurut Dedi, kekerasaan pada anak harus dilihat dulu motifnya. Dedi merasa yakin jika selama ini yang dilakukan orangtua kepada anak sebagai bentuk kasih sayang mereka pada anak tercintanya. Namun begitu, setelah keluarnya UU Kekerasan Anak, banyak orangtua yang khawatir terjerat peraturan ini.

“jika sudah begini bisa fatal. Fatalnya dimana? Ya itu, anak menjadi kebal hukum. Orangtuanya takut kena UU Kekerasan anak, Polisi dan guru juga sama, lalu siapa yang akan mengingatkan dan mengontrol anak kalau sudah begini. Kita lihat saja akibatnya.”, tambah Dedi.

Untuk itu, sudah saatnya kebiasaan kultur leluhur kita yang tegas pada anak perlu dikembalikan. Namun demikian yang lebih penting adalah menanamkan nilai-nilai spiritualitas dari orangtua kepada anaknya. Ini bisa dilakukan dari berbagai aspek. Baik makanan yang dibuatkan orang tua maupun sikap baik dari orangtua sebagai contoh.

“ini kan sudah saya contohkan diberbagai kebijakan pendidikan. Anak tidak boleh banyak memakan zat kimia, tapi diganti oleh makanan yang dibuatkan orang tuanya. Siswa SMA harus mulai puasa senin kamis sebagai bagian meningkatkan daya spiritualitasnya.”, pungkasnya.

Kegiatan Hari Ibu selain mendengarkan orasi ilmiah dari bupati Dedi, juga digelar Seminar yang menghadirkan pembicara dari kementerian Pendidikan di bidang pendidikan Anak usia dini.(karla@.Humas Setda Purwakarta)

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>