Senin , 29 Mei 2017
Home » Berita Foto » Hatta Rajasa gerah ditanya soal korupsi sapi

Hatta Rajasa gerah ditanya soal korupsi sapi

Hatta Rajasa. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki
Hatta Rajasa. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menampik tudingan bahwa dirinya terlibat dalam kasus dugaan korupsi kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan). Dia menegaskan bahwa namanya hanya dicatut dalam kasus tersebut.

Hatta tegas mengatakan bahwa dia sama sekali tidak terlibat dalam korupsi yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq itu. Menurutnya, yang harus ditangkap adalah koruptor.

“Yang harus disikat itu koruptor. Yang disebut itu, orang sudah jelas-jelas nama saya dicatut,” tegas Hatta usai menggelar rapat bersama Tim Pemantau Otonomi Khusus Aceh dan Papua di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (5/7).

Dengan ketus dan terlihat gerah menanggapi pertanyaan wartawan, Hatta pun beranggapan bahwa hal semacam itu tidak perlu ditanggapi. Apalagi, harus menuntut jika namanya dicatut. “Ah kayak gitu kok dipikirin,” jawab dia.

Ditanya kesiapan dirinya apabila nanti dipanggil KPK, Hatta enggan menjawab dan langsung meninggalkan para pewarta.

Seperti diberitakan, Hatta diduga terlibat dalam kasus korupsi kuota impor daging sapi. KPK berjanji akan menelusuri keterlibatan Ketua Umum PAN tersebut.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, KPK masih mendalami kasus yang melibatkan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tersebut. Dia meminta agar publik bersabar, dan menunggu KPK bekerja dalam mengungkapnya.

“Nah ini, kasus daging ini belum berhenti. Sebentar lagi akan dikembangkan, jadi sabar saja,” kata Abraham Samad di sela rehat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (27/6).

Samad meyakinkan bahwa dalam mengungkap kasus, KPK tidak sama sekali takut dengan pihak manapun, termasuk mengungkap dugaan keterlibatan Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Dia pun mencontohkan, saat KPK mengungkap kasus Hambalang. Publik, kata dia, mengecam KPK karena tidak berani menetapkan Menpora Andi Mallarangeng kala itu sebagai tersangka. Namun, seiring berjalannya waktu, lanjut Samad, Andi ditetapkan sebagai tersangka.

Bahkan tidak hanya Andi, lanjut Abraham, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum juga berhasil ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. “Jadi enggak perlu meragukan. Dulu diragukan KPK, tapi buktinya terjadi. Tunggu saja,” tegas dia. (merdeka.com)

Check Also

Maklumat Kapoldasu Jaga Kamtibmas Selama Ramadan, Petasan Dilarang, Jangan Digunakan, Bisa Dipidana

Sidimpuan, sidaknews.com – Untuk memelihara situasi Kamtibmas yang kondusif selama bulan Ramadhan 2017 dan idul …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *