Home » Berita Foto » Helman Ajukan Surat Izin Berobat, Hakim Masih Pertimbangkan

Helman Ajukan Surat Izin Berobat, Hakim Masih Pertimbangkan

Tampak: Helman usai menjalani Persidangan di Pengadilan Tipikor (PN) Tanjungpinang.
Tampak: Helman usai menjalani Persidangan di Pengadilan Tipikor (PN) Tanjungpinang.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Helman (67) Terdakwa dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tambang, mengajukan surat izin berobat di rumah sakit kepada majelis hakim. Ia beralasan, jika saat ini dirinya menderita gangguang kesehatan hingga harus mendapat perawatan dari dokter. Namun Hakim masih mempertimbangkan permohonannya.

“Ada surat keterangan berobat dari dokter Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Tanjungpinang. Kami mohon majelis dapat memberikan izin, agar terdakwa bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit,” ujar Helman melalui pengacaranya, Suhandi SH dalam proses persidangan di PN Tanjungpinang, kamis (16/10).

Menanggapi permohonan terdakwa, majelis hakim yang dipimpin Aji Suryo SH dan didampingi dua hakim anggota masing-masing Eryusman SH dan Sugeng SH mengatakan akan mempertimbangkan permohonan tersebut.

“Kita akan pertimbangkan, sembari menunggu laporan dari dokter yang merawat terdakwa apakah memang yang bersangkutan diharuskan menjalani perawatan,” kata Aji dalam pertimbangannya.

Selain mengajukan izin berobat, dalam sidang tersebut terdakwa melalui kuasa hukumnya juga membacakan pembelaan (pledoi) yang salah satu isinya meminta agar terdakwa dibebaskan dari seluruh dakwaan jaksa.

“Dan mengembalikan nama baik terdakwa,” ujar Suhandi membacakan pembelaannya. Sidang akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap pembelaan yang diajukan terdakwa Sebagaimana diketahui, terdakwa dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp 3,6 miliar di Dabo Singkep tahun 2009.

Hal ini dilakukan Presiden Direktur (Presdir) PT Hermina Jaya, Helman (67), dengan rekan bisnisnya sebagai korban Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD. Helman terancam hukuman pidana penjara selama empat tahun.

Di persidangan terungkap dalam dakwaan JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, yakni Rudi Bona Sagala SH dan Efan Apturedi SH yang menilai perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pasal 372 jo pasal 378 KUHP tentang kasus penggelapan dan penipuan, dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Menurut JPU, perbuatan terdakwa berawal sekira bulan Agustus tahun 2010 lalu, ketika terdakwa Helman meminta uang sebesar Rp3,6 miliar untuk dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp3,6 miliar kepada korban Chew Fatt, Direktur Trans Elite Mineral LTD, selaku rekan bisnis terdakwa

Uang itu diserahkan oleh korban yang seharusnya uang itu disimpan di rekening Bank Riau Kepri (Bank Pemerintah-red), namun oleh terdakwa, uang itu disimpan dan dibungakan melalui rekening pribadinya di Bank CNIB milik swasta.

Akibatnya, korban merasa dirugikan karena berdampak ditutupnya aktifitas pertambangan bauksit PT Hermina Jaya. Uang itu disimpan sejak tahun 2009 hingga 2012 oleh terdakwa dengan total bunga uang yang diperoleh terdakwa Helman mencapai Rp500 juta lebih. (Rd)

 

 

 

 

 

Check Also

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, panelis, kepolisian, serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh melakukan evaluasi debat kandidat terbuka kedua

Dievaluasi, Debat Kandidat Kedua Cagub Aceh

Banda Aceh, sidaknews.com – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh bersama tim sukses enam pasang calon, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>