Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Helman Presdir PT Hermina Jaya Dijeboskan Ke Penjara

Helman Presdir PT Hermina Jaya Dijeboskan Ke Penjara

– Terkait Pada Kasus Penipuan dan Penggelapan Rp3,6 M Terhadap Warga Negara Malaysia.

Aspidum Kejari Tanjungpinang
Kasi Pidum Kejari Tanjungpinang Ristianti Andriani,SH.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Mantan pengusaha Ikan dan kayu, Helman (67) Presiden Direktur (Presdir) PT Hermina Jaya, enggan menandatanangi surat penahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang,sebagai tersangka dugaan kasus penggelapan dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp3,6 Miliar di Dabo Singkep Kabupaten Lingga, tahun 2009.

Adapun uang tersebut diserahkan oleh Chew Fatt, selaku direktur Trans Elite Mineral LTD, sekaligus rekan bisnis tersangka dalam usaha tersebut. Senin.

Penolakan penahanan terjadi ketika tim penyidik Polda Kepri melimpahkan berkas penyidikan dugaan tindak pidana penipuan oleh Presdir PT Hermina Jaya (tahap 2-red) tersebut ke jaksa penuntut umum (JPU) di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri untuk selanjutnya, diserahkan ke Kejari Tanjungpinang sejak pukul 13.00 WIB Senin (22/9) dengan ditemani dua wanita selaku pihak keluarganya, termasuk seorang pria sebagai pengacaranya.

Bahkan, tingkah Helman tersebut sempat membuat sejumlah petugas Kejari Tanjungpinang termasuk tim penyidik Polda Kepri kerepotan untuk membujuk sekaligus memberikan pengertian, agar ia mau mendatangani surat berita acara penahanan yang sudah ditandangani kepala Kejari Tanjungpinang, Saidul Rasli Nasution SH sebelumnya.

Akibatnya, petugas jaksa terpaksa melakukan tindakan tegas untuk tetap menggiring tersangka ke Rumah Tahanan (Rutan) kelas 1 Tanjungpinang, menggunakan mobil tahanan yang sudah menunggu sekitar 1 jam di halaman Kantor Kejari Tanjungpinang bersama sejumlah tahanan tersangka dan terdakwa berbagai kasus tindak pidana lainnya, sekitar pukul 18.35 WIB.

Ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan, Helman langsung terburu-buru melangkah keluar dari ruangan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Tanjungpinang, tanpa sepatah kata pun. sambil menutupi wajahnya dari sorotan kamera wartawan menggunakan kertas map, dan langsung masuk dalam mobil tahanan.

Kepala Kejari Tanjungpinang, Saidul Rasli Nasution SH melalui Kasi Pidum, Ristianti Andriani SH membenarkan atas pelimpahan tahap dua terhadap tersangka dugaan kasus penipuan (penggelapan) yang dilakukan oleh Presdir PT Hermina Jaya untuk ditindak lanjuti sesuai ketentuan dan proses hukum selanjutnya.

“Pelimpahan berkas tahap dua dugaan kasus penggelapan dan penipuan atas tersangka Helman, selaku Presdir PT Hermina Jaya tersebut sudah kita terima dari penyidik Polda Kepri melalui Kajati Kepri. Selanjutnya, akan kita proses untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang untuk disidangkan,”ucap Santi, panggilan akrab Kasi Pidum Kejari ini.

Secara garis besar, Santi mengatakan, penanganan dugaan kasus penggelapan oleh tersangka Helman tersebut awalnya didasari atas laporan dari rekan bisnisnya, karena diduga menggelapkan uang dan melakukan penipuan sejumlah uang sekitar Rp3.6 miliar untuk melakukan reklamasi pasca tambang di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. “Perbuatan tersangka Helman di jerat melanggar pasal 372 dan 378 KUHP, tentang penggelapan dan penipuan,”ungkapnya.

Diterangkan, dalam perkara tersebut, tersangka Helman diduga pernah meminta uang untuk dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp 3,6 Miliar. Uang itu diserahkan oleh WN Malaysia tersebut, dan seharusnya uang itu disimpan di rekening Bank Riau Kepri (Bank Pemerintah,red), namun oleh tersangka, uang tersebut disimpan dan dibungakan di Bank CNIB milik swasta. Akibatnya WN Malaysia tersebut merasa dirugikan karena berdampak ditutupnya aktifitas pertambangan PT Hermina Jaya.

”Uang itu disimpan sejak tahun 2009 hingga 2012, total bunga uang yang diperoleh tersangka Helman mencapai Rp 500 juta lebih.”kata Santi. Namun, sampai hari ini uang reklamasi tambang itu masih ada dan utuh, kemudian disimpan di Bank Riau Kepri cabang Dabosingkep.

Terpisah, Hendie Devitra SH MH, kuasa hukum Chew Fatt (59) membenarkan kliennya yang melaporkan kasus tersebut ke Polda Kepri pada Juli 2013 lalu. ”Chew Fatt merupakan direktur Trans Elite Mineral LTD, dan merupakan rekan bisnis Helman.”kata Hendie.

Hendie juga menduga, tindakan perbuatan dugaan kasus penipuan dan penggelapan tersebut oleh tersangka Helman tersebut, tidak sendirian, melainkan adanya dugaan keterlibatan pihak lain sebagai orang yang ikut serta pelakukan perbuatan atau membantu perbuatan tindak pidana, sesuai pasal 55 KUHP.

“Kita berkeyakinan, perbuatan tersangka tidak sendirian, melainkan ada dugaan keterlibatan pihak lain dari PT Hermina Jaya tersebut berinisial TT selaku direkturnya. Hal itu bakal terungkap dalam persidangan nanti,”ucap Hendie.(Sn)

Check Also

Pertahanan Semesta Membangun Kemanunggalan TNI-RAKYAT

Lhokseumawe, sidaknews.com – TNI merupakan alat pertahanan Negara untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *