Home » Berita Foto » Helman Tolak Keterangan Saksi Jika Hanya Dibacakan Saja

Helman Tolak Keterangan Saksi Jika Hanya Dibacakan Saja

-Sidang kasus dugaan penggelapan dana reklamasi.

Keterangan foto: Terdakwa Helman saat menjalani persidangan beberapa waktu lalu di PN Tanjungpinang (Foto: Rindu Sianipar)
Keterangan foto: Terdakwa Helman saat menjalani persidangan beberapa waktu lalu di PN Tanjungpinang (Foto: Rindu Sianipar)

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Helman, terdakwa kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana reklamasi senilai Rp 3,6 miliar menolak jika jaksa hanya membacakan keterangan dua saksi yang termuat di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut di persidangan.

“Kami sangat keberatan yang mulia, keterangan saksi dibacakan. Karena, keterangan mereka sangat penting untuk mengungkap fakta–fakta dan bisa langsung didengarkan oleh majelis,” ujar Helman melalui penasehat hukumnya, Teguh Suharto Utomo SH dan Suwandi SH pada sidang lanjutan kasus tersebut di PN Tanjungpinang, Rabu (17/12).

Keterangan dua saksi yang ditolak tersebut yakni mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kabupaten Lingga, Dewi Kartika dan Tan Chia Lai, Manager PT Trans Elite Mineral LTD.

Kehadiran saksi secara fisik, lanjut Teguh, karena ada beberapa fakta yang belum terungkap pasca kesaksian Chew Fatt (saksi korban) yang juga Direktur PT Trans Elite dalam sidang sebelumnya.

“Kesaksian Dewi Kartika penting sekali karena bisa menjelaskan ada tidaknya masalah jika dana jaminan reklamasi tersebut dititipkan di bank swasta dan juga penjelasan dasar hukumnya,” terangnya.

Sementara, lanjut Teguh, untuk saksi Tan Chia Lai selaku Manager pada PT Trans Elite Mineral LTD, saksi tersebut dinilai mengetahui dana jaminan reklamasi itu dititipkan di Bank CIMB Niaga sejak tahun 2009 hingga tahun 2012.

Meski ada keberatan dari penasehat hukum, sidang tetap dilanjutkan untuk mendengarkan keterangan saksi lainnya, Nazar Kusmana SH saksi dari Dirjen Minerba dan Lingkungan Kementrian ESDM.

Walaupun tidak bisa hadir secara fisik, pengacara terdakwa tidak keberatan jika keterangan saksi yang termuat dalam BAP jaksa Efrivel SH dibacakan.

Dalam keterangannya sesuai di BAP, Nazar mengungkapkan, dasar hukum jaminan dana reklamasi pertambangan di seluruh Indonesia adalah Peraturan Pemerintah Nomor 07 tahun 2014 tentang reklamasi pasca tambang.

“Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar berfungsi kembali sesuai peruntukkannya,” papar jaksa Efrivel membacakan keterangan Nazar dalam sidang.

Sementara, lanjutnya, peraturan yang diberlakukan sebelumnya adalah, Peraturan Pemerintah nomor 78 tahun 2010 tentang reklamasi pasca tambang, serta Peraturan Menteri ESDM nomor 18 tahun 2008 tentang reklamasi dan penutupan tambang.

Akan tetapi, sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah nomor 07 tahun 2014, maka pada 28 Februari 2014 Permen ESDM tidak diberlakukan lagi.

Selain itu, menurut Nazar, berdasarkan pasal 33 ayat 1 huruf c, bahwa bank garansi yang diterbitkan bank pemerintah di Indonesia dengan jangan waktu penjaminan sesuai dengan jadwal reklamasi tahap operasi produksi.

Maka, apabila pemegang IUP/ IUPK operasi harus menempatkan jaminan reklamasi pada bank yang ditunjuk, dan dibolehkan juga pada bank swasta nasional di Indonesia yang ditunjuk dan hal ini dapat dibenarkan.

“Kemudian, jaminan reklamasi produksi yang diajukan pemilik IUP/ IUPK dapat dilakukan atau ditempatkan pada bank swasta yang ditunjuk atas nama perusahaan bersangkutan,” papar Nazar

Usai mendengarkan keterangan saksi, sidang yang dipimpin Majelis Hakim, R. Aji Suryo SH tersebut ditutup dan akan kembali dilanjutkan minggu depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi.

Sebelum menutup sidang, hakim memerintahkan jaksa agar kembali memanggil dua saksi Dewi Kartika dan Tan Chia Lai untuk hadir dalam persidangan mendatang. (Rindu Sianipar)

Check Also

Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Pangkalpinang

Gedung Auditorium Masjid jamik bisa tampung 3000 Orang

Pangkalpinang, sidaknews.com – Pembangunan Gedung Auditorium masjid jamik pertama kali untuk fasilitas umum yang menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>