Jumat , 24 Maret 2017
Home » Berita Foto » Hidup Serumah, Kekasih Dianiaya, Santos Dihukum 1 Tahun Penjara

Hidup Serumah, Kekasih Dianiaya, Santos Dihukum 1 Tahun Penjara

Ilustrasi
Ilustrasi.

Tanjungpinang, Sidaknews.com – Santos Susderimawan (45), dijatuhi hukuman selama satu tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (5/8). Ia mengaku telah melakukan penganiayaan terhadap Syarifah Lailah, wanita yang hidup serumah dengannya tanpa ikatan pernikahan.

Jaksa Penuntut Umum Ristianti Andriani saat dihubungi, Rabu (6/8), mengungkapkan, tuntutan yang diajukan terhadap terdakwa penganiayaan, Santos, yaitu satu tahun penjara. Majelis hakim sependapat dengan tuntutan yang diajukan itu.

“Tuntut satu tahun, vonis satu tahun,” ucap JPU Santi.

Dalam sidang sebelumnya, saksi korban yang juga kekasih Santos dihadirkan dalam persidangan. Dalam persidangan itu, Syarifah tak henti-hentinya menangis sembari menceritakan penganiayaan yang dilakukan oleh Santoso. Perkenalannya dengan Santos terjadi 13 tahun lalu.

Saat itu, suami Syarifah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Sejak itu, Syarif berusaha mencari nafkah untuk ketiga anaknya menjadi pemulung.

“Pria ini datang ke rumah saya. Ia masuk begitu saja. Saya sudah usir berulangkali, tapi tetap saja dia tak mau,” ucap Syarifah sambil melihat ke arah Santos.

Dengan status jandanya itu, Santos semakin sering bertandang ke rumah Syarifah. Akhirnya, benin-benih cinta itu pun muncul.
Santos tinggal bersama Syarifah satu rumah tanpa hubungan pernikahan. Semakin hari, cinta yang muncul itu ternodai dengan sikap Santos yang kasar. Apalagi, Santos tak mempunyai pekerjaan tetap.

“Saya dimaki setiap hari. Kalau masakan tidak enak, makanan dibuangnya. Padahal, uang untuk memasak makanan itu saya kumpulkan dari hasil memulung,” ujarnya.

Tak hanya itu, Santos juga sering mengundang teman-temannya untuk makan bersama. Hampir setiap hari, uang yang dikeluarkan Syarifah sekitar Rp.200 ribu. Padahal, uang hasil memulung hanya Rp.50.000 sehari.

“Saya malau berutang terus di pasar. Kalau tak ada makanan, dia mengamuk. Dia itu tak bekerja,” ucap Syarifah berlinang air mata.

Perasaan ini ditahan Syarifah demi ketiga anak-anaknya agar tetap bersekolah. Bila ia putus asa, ia takut ketiga anaknya tak ada yang mengurus lagi. Kesabaran Syarifah akhirnya memuncak. Ia mendengar istri Santos ingin kembali. Apalagi, Syarifah diminta diusir dari rumahnya.

“Rumah itu saya bangun dengan hasil keringat saya sendiri. Tak ada sedikit pun uang dia,” ungkapnya.

Akhirnya timbul percekcokan. Santos marah. Ia memukul kepala Syarifah. Tak hanya itu, tangan Syarifah juga akan dipatahkan. Beruntung, perbuatan itu tak jadi dilakukan Santos. Merasa nyawanya terancam, Syarifah melaporkan perilaku Santos ke pihak kepolisian. Kendati Santos sudah masuk penjara dan disidang, ancaman silih berganti menghantui Syarifah. Ancaman itu datang dari rekan-rekan Santos.

“Saya tak bisa datang menjadi saksi minggu lalu. Saya diancam akan dibunuh,” ucap Syarifah tak kuat menahan tangisnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi korban, majelis hakim mempertanyakan kebenaran kejadian penganiayaan itu kepada Santos.

“Semuanya benar,” ucap Santos.

Kemudian, sidang ditunda hingga pekan depan untuk mendengarkan keterangan saksi berikutnya. Syarifah pulang dengan pengawalan dua anggota kepolisian.

“Saksi saya diancam sehingga ia tak bisa datang pekan lalu. Saya paksa polisi membawanya ke sini,” kata Jaksa Penuntut Umum Ristianti Andriani setelah sidang tersebut.

Saksi-saksi lain juga ketakutan datang memberikan keterangan. Diduga, para saksi ketakutan diancam akan dibunuh oleh rekan-rekan Santos. Dalam dakwan JPU Santi, Santos dan Syarifah Lailah tinggal serumah di Kebun 5 Simpang Busung, Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Sri Kuala Lobam. Penganiayaan ini terjadi pada 25 April lalu, sekitar pukul 10.00.

Di rumah, Syarifah memulai obrolan dengan kekasihnya tersebut. Rupanya, Syarifah mendesak agar dinikahi secara resmi. Pasalnya, kedua pasangan ini sama-sama sudah berumur. Apalagi, Santos sudah bercerai dari istrinya yang terdahulu 15 tahun lalu.

Desakan menikah ini diungkapkan Syarifah karena ia mendengar kalau Santos akan kembali ke mantan istrinya. Terlebih lagi, si mantan akan kembali ke rumah yang ditempati Syarifah dan Santos sekarang.

Kemudian, Syarifah mulai membahas masalah uang dapur. Tak tahan dengan omelan kekasihnya, Santos membalas perkataan Syarifah dengan nada penuh amarah. Keduanya terlibat cek cok mulut. Hingga akhirnya, pukulan pun melayang ke kepala Syarifah. Akibat tiga pukulan itu, Syarifah tersungkur dan terdiam.

Syarifah melaporkan perbuatan pacarnya itu ke pihak kepolisian. Laporan penganiayaan disertakan dengan hasil visum dari Puskesmas Tanjunguban pada 28 April. Hasilnya, perempuan berusia 49 tahun mengalami benjolan pada kepada bagian depan empat titik, luka lecet siku kanan, dan lutut kiri. (Ik)

Check Also

Para Pelajar Madina terdiri dari SD, SMP dan SMA terlihat memadati sisi kiri dan sisi kanan jalan untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, jum'at (24/3).

Ribuan Pelajar di Madina Turun Kejalan Sambut Kedatangan Jokowi

Mandailing Natal, sidaknews.com – Ribuan Pelajar di Kabupaten Mandailing Natal, turun ke jalan sambut kedatangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>