Home » Berita Foto » HMI Minta 5 Komisioner Dievaluasi

HMI Minta 5 Komisioner Dievaluasi

Aksi demonstrasi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar di depan kantor KPU Sulsel di Jl AP Pettarani, Rabu (12/2) ricuh.
Aksi demonstrasi yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar di depan kantor KPU Sulsel di Jl AP Pettarani, Rabu (12/2) ricuh.

Makassar,Sidaknews.com – Hubungan Antar komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel makin tak harmonis dan terus memanas akibat buntut dari hasil pleno penetapan lima anggota KPU Jeneponto. 

Bahkan informasi terbaru, rencana pelantikan lima komisioner KPU Jeneponto yang dijadwalkan berlangsung di kantor KPU Sulsel, Rabu (12/2) sekira pukul 15.30 wita harus ditunda hingga Sabtu (15/2) mendatang.

“Suasananya tidak kondusif Pak sehingga harus ditunda Sabtu depan,”singkat Humas KPU Sulsel, Asrar Marlang.

Menyikapi hubungan yang tidak harmonis antarkomisioner, Pengamat politik UIN Alauddin, Dr Firdaus Muhammad, Rabu (12/2) mengatakan, kondisi tersebut berdampak secara politik dan dapat mengganggu proses tahapan pemilu legislatif (pileg), apalagi pelaksanaan pileg tinggal menyisahkan waktu dua bulan lagi.

“Pecah kongsi KPU Sulsel akan berdampak secara politik terutama semakin menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja KPU Sulsel. KPU tidak boleh mendiamkan masalah ini seperti “no problem” karena masa depan negara Republik Indonesia bisa kacau kalau KPU tidak bekerja secara profesional dan bersikap,” tegas Firdaus.

Sorotan yang sama juga datang dari Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulselbar yang melakukan aksi demo di depan gedung KPU Sulsel, kemarin.

Mahasiswa menuding komisioner tidak mampu bekerja lagi secara profesional, bahkan mencoba bermain mata dengan lima komisioner KPU Jeneponto.

“Kami minta lima komisioner KPU Sulsel dievaluasi. Mereka tidak lagi bekerja secara profesional. Mereka disinyalir telah bermain mata dalam menetapkan lima komisioner KPU Jeneponto,” tegas Umar.

Sementara itu, anggota KPU Sulsel Misna M Attas secara terbuka menegaskan apa yang dilakukan dengan tidak menandatangani hasil pleno penetapan lima komisioner KPU Jeneponto semata mata untuk menegakkan proses berdemokrasi yang baik.

“Saya meminta perubahan yang lebih baik. Selain itu semua pihak harus menghargai komisioner dan komisioner KPU harus melakukan pembenahan agar pemilu berlangsung lancar. Sebab saat ini hubungan sesama komisioner tidak kondusif terkesan ada intervensi dan intimidasi,” tegas Misnah.

Tanggapan terbuka juga disampaikan, anggota KPU Sulsel Mardiana Rusli. Mantan wartawan ini mengaku jika yang dilakukannya dengan tidak menandatangani hasil pleno karena ada proses yang tidak berjalan sesuai aturan. “ini kami lakukan karena ada yang terabaikan, proses yang tidak berjalan,”katanya.(BKM)

Check Also

Pusat Kuliner (Food Court) di Melayu Square.

Lsm Lidik Kepri Pertanyakan Pembangunan Pusat Kuliner Dimelayu Square

Tanjungpinang, sidaknews. com – Sekretaris LSM Lidik Kepri, Indra Jaya angkat bicara terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang membangun …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>