Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Hotel Satria Diduga Tempat ‘Prostitusi’

Hotel Satria Diduga Tempat ‘Prostitusi’

Hotel Satria yang lokasinya berada di tengah-tengah kota Karimun Jl.Ahmad Yani.
Hotel Satria lokasi tepat berada di tengah-tengah kota Karimun Jl.Ahmad Yani.

-Benarkah Ada Petinggi di Karimun Dibelakang Edi Atoi?

KARIMUN,Sidaknews.com – Laskar Melayu Bersatu (LMB) Kabupaten Karimun menilai kelas berbintang (1) satu yang disandang Hotel Satria hanyalah kedok belaka.

Hotel tersebut dinilai identik dengan tempat hiburan malam (THM), bahkan menyediakan wanita penghibur yang siap di boking di tempat yang sudah di siapkan oleh management Hotel Satria,ironisnya minuman import juga bebas di jual.

Edi Atoi, siapa yang tidak mengenal dengan sosok pria ini disebut-sebut dekat dengan orang nomor satu di karimun, sangat jelas pemilik Hotel Satria dan KTV Eksecutif Club ini tidak bergeming sedikit pun jika ormas,LSM atau pun media yang memprotes kebijakan Instansi/ataupun Pemkab karimun dan Pemprov Propinsi selaku yang mengeluarkan izin bisnis esek-esek Edi Atoi.

Hotel Satria yang lokasinya berada di tengah-tengah kota Karimun Jl.Ahmad Yani tepatnya di depan lahan parkir Swalayan Indo Yani menuai masalah sejak di tetapkanya Hotel Satria menjadi Hotel berbintang Satu (1).

keterangan Fhoto: Kabid objek sarana dan Pariwisata.Dra.Hj.Raja Katijah
keterangan Fhoto: Kabid objek sarana dan Pariwisata.Dra.Hj.Raja Katijah

Selain itu Hotel Satria hanya menyediakan 5 kamar Hotel dan selebihnya hanya di gunakan untuk kamar VIP karaoke di tambah lagi ruangan untuk Hall karaoke,kemudian lahan parker yang tersedia sangat sempit dan tidak layak serta mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Disparsenibud Kabupaten Karimun diminta segera tutup Hotel Satria dan cabut izin yang dimiliki. Jika dinas tersebut tidak berani menutup, LMB yang akan menutupnya dalam waktu dekat ini,” tegas Datok Azman Zainal, Ketua DPD LMB Karimun, kepada SidakNews.com.

Menurutnya, Hotel Satria yang terletak di Jalan Ahmad Yani atau tepatnya di depan lahan parkir Swalayan Indo, Tanjungbalai Karimun, Kecamatan Karimun itu, belum layak dijadikan sebagai hotel berbintang. Hotel tersebut dinilai tidak memenuhi persyaratan fisik sebagai hotel berbintang,salah satunya lahan parkir.

Malah, Azman menuding Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) terkesan sengaja menghancurkan Karimun yang sudah dikenal sebagai bumi berazam ini. Sebab, status hotel berbintang tersebut ditanda-tangani Gubernur Kepri, HM Sani.

Menurutnya, Gubernur Kepri harus bertanggung jawab dan segera meninjau ulang kembali izin yang diberikannya karena pemilik Hotel Satria telah menyalahi izin yang diberikan. Bahkan dalam waktu dekat, LMB Karimun mengancam akan menggelar demo untuk meminta Hotel Satria ditutup.

Setali tiga uang dengan Gubernur Kepri, Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan (Disparsenibud) Kabupaten Karimun, selaku dinas yang memiliki tanggung jawab untuk mencabut rekomendasi izin terhadap hotel yang dinilai melanggar ketentuan itu, justru dinilai sengaja ikut-ikutan latah mendiamkannya.

Azman menduga, Disparsenibud Karimun mendapat ‘upeti’ dari bisnis “esek-esek” tersebut.

“Saya mensinyalir, adanya rekening khusus ke Disparsenibud dan instansi terkait lainnya dari pemilik Hotel Satria itu,” ungkapnya.

Atas kondisi ini, Azman meminta dukungan dari LSM, Ormas dan OKP yang ada di Karimun untuk bersatu-padu, menegakkan kebenaran di Kabupaten Karimun. Sebab, kehadiran Hotel Satria dituding sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan masa depan generasi muda di Karimun.

Secara terpisah Kepala Bidang Objek sarana dan Pariwisata Dra.Hj.Raja Katijah ketika di konfirmasi di ruangan kerjanya baru-baru ini mengatakan,”Edi Atoi atau management Hotel Satria predikat Hotel berbintang satu kami anggap tidak sah dan tidak sesuai dengan criteria Hotel berbintang dan kami tidak pernah mengeluarkan rekomendasi.

Dalam hal ini kami anggap Hotel dan KTV Eksecutif Club alias abal-abal dan kami sering kali melayangkan surat untuk segera di tutup,”Jujur saja sebenarnya kami sudah capek menyurati management Hotel Satria agar segera di tutup namun sampai saat ini masih saja di buka,”terang Raja Katijah ini heran.

Di singgung,apakah Edi Atoi pemilik Hotel Satria ini dekat dengan Bupati Karimun secara politis sehingga satupun instansi yang berwenang untuk melakukan penutupan usaha ini tidak berkutik,…?

Raja Katijah hanya menjawab,”mungkin saja,kami ini apalah ikut perintah saja,”terang Raja Katijah dengan wajah lesu mengakhiri.**Bersambung ke edisi berikutnya.(Udo)

Check Also

Pemkab Sergai Survey Harga Sembako di Pasar Tradisional

–Persediaan Sembako Selama Ramadhan di Sergai Aman Sergai, sidaknews.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1438 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *