Home » Berita Foto » HTI Tanjungpinang Demo BBM

HTI Tanjungpinang Demo BBM

 

Tolak Kenaikan BBM & Tolak Liberalisasi Migas

HTI Tanjungpinang Demo BBM Di Depan Pamedan
HTI Tanjungpinang Demo BBM Di Depan Pamedan

Tanjungpinang, SidakNews.com– Aksi demo diberbagai daerah semakin memanas, Kepulauan Riau khususnya Tanjungpinang tidak mau ketinggalan, ditengah derasnya tekanan ekonomi pada saat ini di Indonesia, harga BBM pun ikut melambung.

HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) Tanjungpinang mengadakan Orasi di depan Lapangan Pamedan tadi sore 15/6, dimana Orasi tersebut berjalan dengan lancar dan aman.

Pemerintah segera memutuskan harga BBM pada kisaran harga Rp.6.500/Liter, kebijakan ini adalah suatu alasan untuk mengurangi beban Subsidi yang sudah sangat besar, dimana pemerintah harus menguranginya, mengingat besarnya subsidi itu telah mengurangi kemampuan pembiayaan kebutuhan lain, yang dianggap lebih penting, misalnya anggaran yang hanya sekitar Rp.30 triliun.

Benar adanya,  bahwa secara nominal subsidi BBM naik pesat dari hanya sebesar Rp.90 triliun pada tahun 2005, menjadi Rp.193 triliun pada tahun 2013, bahkan, bila dimasukkan energi listrik, yang didalamnya juga ada subsii BBM, total akan mencapai Rp.274,7 triliun, namun bisa membengkak menjadi 300 triliun, karena kuota 40 juta kilo meter pasti akan terlampaui, meski secara nominal subsidi terus meningkat, tapi secara Prosentase, porsi subsidi BBM terhadap APBN hampir tetap.

Menurut pemerintah, dengan kenaikan BBM menjadi Rp.6.500/Liter akan dihemat APBN sebesar 21 triliun, Pertayaannya, apakah sedemikian gentingnya kondisi APBN kita sehingga subsidi harus segera dikurangi mengingat selama ini APBN tidak pernah terserap semua, tahun 2012 saja ada sisa Rp.32,7 triliun, jadi, sisa anggaran tahun 2012 itu, tambahan subsidi BBM bisa ditutupi, bahkan masih ada sisa anggaran sebesar Rp.11.7 trilyun.

Kebijakan kenaikan BBM harus ditolak

  1. Ini adalah kebijakan dzalim yang pasti akan menyengsarakan rakyat, hasil sensus 2010 menunjukkan banwa pengguna BBM 65 persen adalah rakyat kelas bawah dan miskin, 27 persen menengah, 6 persen menengah keatas, dan orang kaya sekitar 2 persen, dan dari total jumlah kendaraan di indonesia yang mencapai 53,4 juta (2010) sebanyak 82 persen diantaranya merupakan kendaraan roda dua yang nota benenya kebanyakan dimiliki oleh kelas menengah kebawah, ini menunjukkan, bahwa, kenaikan harga BBM akan menyengsarakan Rakyat.
  2. Ini adalah kebijakan khianat, kebijakan menaikkan harga BBM sesungguhnya tidak lain adalah untuk menyukseskan liberalisasi sektor hilir (sektor niaga dan distribusi) setelah liberalisasi sektor hulu (eksplorasi dan eksplotasi) sempurna dilakukan, liberalisasi migas adalah penguasahan yang lebih besar kepada pihak swasta (asing) dan pengurangan peran negara, kebijakan seperti ini jelas akan sangat merugikan dan menyengsarakan rakyat, yang nota benenya adalah pemilik sumber daya alam sendiri, Liberalisasi dilakukan untuk memenuhi tuntutan pihak asing, dan untuk itu, pemerintah tega mengabaikan aspirasi mayoritas rakyat dan bangsanya, jadi jelas sekali kebijakan untuk menaikkan harga BBM adalah bentuk penghianatan terhadap rakyat yang sangat nyata.

HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) menyatakan:

Ketua DD II HTI Tanjungpinang mengatakan, Dalam Orasinya adalah sebagai berikut:

  1. Menolak rencana kenaikan harga BBM
  2. Menaikkan harga BBM dan kebijakan apapun yang bermaksud untuk meliberalkan pengelolahan BBM merupakan kebijakan yang bertentangan, migas serta kekayaan alam yang melimpah lainnya, dalam pandangan Islam merupakan barang milik umum yang mengelolahannya harus diserahkan kepada negara untuk kesejahteraan rakyat, oleh karena itu, kebijakan Kapatalistik, yang menyengsarakan rakyat itu harus segara dihentikan, sebagai gantinya, migas dan SDA lain dikelola sesuai dengan Tuntutan Syariah untuk kemaslahatan dan kesejahteraan seluruh rakyat, baik Muslin atau pun Non Muslim, jalannya hanya satu, melalui penerapan syariah islam secara kaffah dalam naungan khilafah Rasyidah”ala minhaj an-nubuwah. Untuk itu perjuangan harus dilimpahgandakan, itulah bukti keimanan kita dihadapan Allah kelak dihari kiamat.
  3. Mengingatkan  pemerintah bahwa menaikkan harga BBM di tengah kesulitan hidup seperti sekarang ini, bisa mendorong timbulnnya gejolak sosial akibat tekanan ekonomi yang tak tertahankan oleh puluhan juta rakyat miskin, dan gejolak itu bukan tidak mugkin akan berkembang menjadi Revolusi sosial sebagaimana telah terjadi disejumlah negara Timur tengah.(Redaksi)

Check Also

Nasaruddin menyerahkan Buku Nikah pengantin baru.

Nasaruddin Didaulat Beri Khutbah Nikah Sepasang Pengantin Baru

Takengon, sidaknews.com – Betapa bahagianya sepasang pengantin baru bila prosesi ritual nikahnya dihadiri oleh tokoh …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>