Sabtu , 25 Maret 2017
Home » Berita Foto » ICTI Ancam Laporkan Edi subagio Ke Polres Bintan

ICTI Ancam Laporkan Edi subagio Ke Polres Bintan

Edi Subagio ketua kelompok tani Agri bangun jaya Toapaya Utara kab. bintan.
Edi Subagio ketua kelompok tani Agri bangun jaya Toapaya Utara kabupaten bintan.

Bintan,(SNI) – Terkait dengan adanya kasus Dugaan Penjualan Sapi bantuan Pemerintah Pusat tahun 2010 melalui dinas pertanian, Peternakan, kehutanan kabupaten Bintan sebanyak 35 ekor dengan total anggaran Rp.322.500.000, “Diduga Sapi tersebut dijual kepada salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pertanian di kabupaten Bintan.

ketua kelompok Tani Agri bangun jaya desa Toapaya Utara kabupaten Bintan diduga menjual 10 ekor sapi kepada pihak Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama, padahal bantuan tersebut adalah bantuan pemerintah pusat melalui anggaran apbn-P tahun anggaran 2010 dari Dirjen Peternakan, yang didistribusikan melalui dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Bintan.

Bantuan sapi tersebut adalah bentuk Hibah dari pemerintah pusat untuk kelompok tani Agri Bangun jaya sebanyak 35 ekor dengan anggaran yang diberikan oleh dinas pertanian dan peternakan kabupaten Bintan sebesar Rp.322.500.000.

Dari keterangan yang sampaikan oleh Edisubagio ketua kelompok tani tersebut kepada media ini, bahwa “dia” ada mengakui menjual sapi kepada pihak Pt.Bisnis indo nugraha pratama, namun, sapi tersebut dia beli dari lokal sebelas ekor, dan mati satu ekor, Namun, Edi tidak bisa menunjukkan surat keterangan dari Karantina.

ketika sumber yang layak dipercaya mengatakan, bahwa sapi yang ada di pt.Bisnis indo nugraha pratama, itu adalah sapi diangkut dari kandang ternak kelompok tani, bahkan, saya sendiri sebagai mantan kelompok tani saat itu, ikut juga mengantar ke tempat tersebut.

“Dia” (Red) mengakuinya, bahwa Edi Subagio sebagai ketua kelompok tani, saat itu memerintahkan kita untuk ikut ke Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama mengantar 10 ekor sapi.

Namun ditanya berapa harga dijual kepada pihak perusahaan tersebut, “Saya” tidak mengetahuinya, itu urusan Edi Subagio, kami hanya perintah saja.”Ungkapnya.

Dari hasil penelusuran LSM ICTI-Ngo Kepulauan Riau, Ketika dikonfirmasi salah seorang pekerja di Pt.Pt.Bisnis indo nugraha pratama, Adi membenarkan, bahwa, Sapi yang ada disini dibeli dari Edi Subagio dengan harga Rp.8 juta per ekor.

Ketika dikonfirmasi oleh Media ini Edisubagio, mengatakan, bahwa sapi bantuan pemerintah dengan jumlah 35 ekor, yang mati ada sekitar 24 ekor Sapi, Namun ketika ditanya lagi, apakah ada bukti atau surat dari petugas lapangan atau Ppl? Edi Subagio enggan menjawab, Namun jawabannya begitu gampang,”Kita” sudah kasih tau kepada petugas Ppl, namun gak pernah datang, dan klo mau kita lihat, ada kok kuburan sapi tersebut.”Ungkapnya.

Dari keterangan yang disampaikan oleh “Amir” salah satu anggota kelompok tani Ari bangun jaya kepada media ini, “Dia” mengatakan, dalam sepengetahuan saya, bahwa sapi yang mati dalam kandang, hanya ada 7 ekor saja, jika ada Edi Subagio mengatakan seperti itu, berarti itu adalah bohong, Saya sendiri baru berhenti kerja dari kelompok tersebut baru sekitar 6 bulan yang lalu.

Sementara ketika dikonfirmasi salah satu staf pihak dinas pertanian dan peternakan Bintan, mengatakan, jika ada sapi yang mati,pihak kelompok tani harus terlebih dahulu memberitahukan kepada petugas lapangan atau Ppl dari dinas peternakan, tentunya, petugas dapat mengetahuinya, apakah penyebab kematian sapi tersebut, baru bisa dikuburkan, jika tidak ada surat dari petugas Ppl, tentunya masalah tersebut dapat diragukan.”tandasnya”.

“Edi Subagio” juga mengatakan, bahwa surat kematian sapi tersebut mulai dari tahun 2010 sampai 2013 baru mau disampaikan kepada petugas PPl kabupaten Bintan, “Aneh” seharusnya surat tersebut sudah terlebih dahulu diketahui oleh petugas PPl.

Dari dasar keterangan yang diberikan oleh Edi Subagio, maka kita dari Lembaga ICTI-Ngo kepri mulai merasa curiga atas penyampaikan atau keterangan yang disampaikan ole Edi Subagio “Ungkap Kuncus”.

Saat kedatangan Edi Subagio di kantor LSM ICTI-NGO Kepri, dimana tujuannya untuk mengklarifikasi masalah tersebut, Namun banyak kejanggalan – kejanggalan yang terlihat, seperti, bukti surat kematian Sapi yang ditunjukkannya, sebab, surat yang dia tunjukkan tampaknya diduga rekayasa, tampak terlihat dari kertas atau surat kematian sapi tersebut kertasnya baru.

Menurut Kuncus, jika Sapi tersebut mulai dari tahun 2010 sampai 2013 tentunya kertas itu pasti berbeda warnanya, dan satu hal lagi, soal tanda tangan anggota kelompok yang disebut sebagai pengaduh dan yang mengetahuinya seperti mantan Kepala desa ToaPaya Utara.

Dari keterangan yang dikonfirmasi oleh Media ini, bahwa Sugiman kades lama tidak pernah merasa mengetahui adanya kematian sapi tersebut, apalagi menandatanganinya.”Ungkapnya”.Namun beliau menyampaikan, klo boleh saya sampaikan dulu masalah ini kepada Edi Subagio, sebab, jika hal terjadi, akan menjadi bahan ocehan, yang jelek desa kita sendiri. “Ungkapnya”.

Tim Investigasi Media mencoba menjumpai Supriyadi Kades Toapaya Utara sekarang, “Dia” mengatakan, bahwa ada 3 berkas surat yang saya tanda tangani pada tanggal 25 Nopember 2013, Namun didalam surat yang dibuatkan oleh Edi Subagio ada 5 lembar yang ditunjukkan kepada kita. Dan anggota kelompok lainnya juga tidak pernah merasa menandatangani surat kematian sapi.

“Ada apa ini, Ungkap salah seorang anggota kelompok tani, atau jangan-jangan ini ada rekayasa Edi Subagio, Jangan pula dia makan enaknya, kita yang dapat getahnya.KIta tidak bisa menerima hal ini, bagi saya, sebaiknya kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian, agar semua mengetahui duduk permasalahannya, siapa saja yang terlibat pada kasus penjual sapi tersebut.

Apakah dia pemain tunggal atau ada pihak lain yang ikut bermain.”Dan” kita akan melaporkan hal ini kepada Bupati Bintan, dengan tujuan Mosi tak percaya terhadap kinerja ketua kelompok Tani Agri bangun jaya, agar dia bisa mempertanggungjawabkan segala perbuatannya.tambahnya.

Selain penjualan Sapi bantuan pemerintah Pusat melalui kabupaten Bintan oleh Edi Subagio ketua kelompok Tani Argi bangun Jaya, Masih ada juga kasus yang diduga keterlibatannya, seperti penjualan Pupuk dari gudang Buah Naga di lome Toapaya Utara.

“Menurut keterangan Tukadi salah satu warga Toapaya, mengatakan kepada media ini, bahwa, dia pernah disuruh oleh Edi Subagio untuk mengangkut Pupuk dari gudang Buah Naga ke tempat kebun cengkeh di Singgiling Bintan Utara, Pupuk yang diangkut dengan memakai lori sendiri saat itu, besaran yang diangkut ada sekitar 15 lori.

Tukadi juga menambahkan, bahwa jenis pupuk yang dia angkut dari kebun buah naga tersebut, berupa jenis pupuk NPK klo tidak salah, yang jelas pupuk yang ada bentuk garam-garamnya.

Saya Pernah memberikan Nota angkutan pupuk dari kebun cengkeh kepada salah seorang Oknum wartawan, Namun sampai saat ini saya tidak mengetahui sampai dimana hasilnya. Dalam hal, sangat siap jika pihak berwenang meminta keterangan dari saya “Ungkapnya”.(Red/SN)

 

Check Also

KETUA Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah M. Eng saat membuka secara resmi Orientasi Kepalangmerahan dan Musyawarah Kerja Kabupaten (Mukerkab) PMI Bireuen. FOTO/TARMIZI A. GANI.

Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Bireuen Dibuka Teuku Alaidinsyah

Bireuen, sidaknews.com – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Ir. Teuku Alaidinsyah M. Eng membuka …

One comment

  1. Bukannya klmpok edi subagio buat pupuk kohe & kompos dari kotoran sapi n ramuan lainnya n dijualkan hasil pupuk komposnya ke senggiling projek penanaman cengkeh? Dan penanaman jabon di busung? Bahkan jabon dibusung dibangun klompok tani bodong yg diawali dg menyalah gunakan pt Menzana mandiri seolah2 yg menggusur lahan sengketa! Yg sebenarnta pt MM tdk tau menau n hanya org kerja di MM jabon malang rapatlah yg berbuat nakal yg bernama dikdik sodikin bersaama partnernya sdr aang dg memutar balikkan fakta n dibelakangnya seorg ketruunan bernama akeng tan tek ling yg mengatur dikdiksodikin utk dalil tanam jabon yg smua itu melakukan penyalahgunaan berbagai facilitas pt mm malang rapat disaat kordinatornya sdg berobat di malaysia th 2012 bulan agust hg des12, bahkan erbagai dalil , kebohongan sdh dilakukan dan klompok tani edi subagio suply pupuk buatannya sekitar 18ton ke dikdik sodikin tsb* apa benar sdr edi ada manipulasi pupuk subsidi u buah naga? Rasanya tdk tp entahlah …. ,

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>