Home » Berita Foto » Ijazah palsu resmi dilaporkan ke Polres Bintan

Ijazah palsu resmi dilaporkan ke Polres Bintan

ketua lsm ICTI-Ngo Kepri, Kuncus
ketua lsm ICTI-Ngo Kepri, Kuncus

Tanjungpinang,sidaknews.com – Kuncus Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat LSM ICTI-Ngo Kepulauan Riau telah melaporkan secara resmi kasus “Dugaan Pemalsuan Ijazah” SI, oknum Kepsek SMK Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bintan dengan inisial “LA” kepada pihak Polres Tanjung Uban Kabupaten Bintan pada tanggal 08/11-2013, dengan Nomor : 113/LSM-ICTI/Tpi-III/13. Surat tersebut surat diterima oleh Rico Wirman Briptu Nrp 84091653.

Adapun bentuk laporan tersebut, Prihal: (Laporan), Tentang kasus “Dugaan Ijazah Palsu SI Jurusan SOSIOLOGI Nomor: 47682/0122/J.02/SI/2009 dan No.Bp:05682011 atas nama “LILI ANGGRIANI” yang Nota benenya dipergunakan untuk menduduki suatu Jabatan Kepala sekolah di Yayasan Sekolah Menengah Tehnologi Perikanan (SMK Perikanan dan Kelautan) di kabupaten Bintan.

Menurut Kuncus surat yang dilayang kepada pihak Polres Bintan adalah sebagai berikut, dengan mengawali laporan kami ini, sesuai dengan surat edaran Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: 31/MK/PAN/I/2000 Prihal Intensifikasi Pengawasan Masyarakat, Undang-undangNomor: 18 Tahun 1986 tentang Sosial control dan peran LSM, Undang-undang nomor30 tahun 2002 tentang tatacara penyampaian pengaduan Masyarakat, Undang-undang Nomor: 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 2001 tentang Pemberantasan tindak pidana Korupsi, danAzas Praduga tak bersalah.

DasarHukum:
1.Undang-undang Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 2005 nomor 157, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 4586.

2.Pasal 69 ayat [1] UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Khusus untuk ijazah, di luar KUHP sudah ada pengaturannya tersendiri, yang mengatur bahwa “Setiap orang yang menggunakan ijazah, sertifikat kompetensi, gelar akademik, profesi, dan/atau vokasi yang terbukti palsu dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratusjuta rupiah).”

3.(dalam KUHP) dengan ancaman pidana penjara 6 (enam) tahun. Untuk penggunaan ijazah palsu, pemohon dapat dikenakan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyakRp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

Materi:

Bahwa Ijazah SI yang dimiliki dan digunakan oleh Saudara Lili Anggriani adalah patut diduga palsu, sebab, berdasarkan surat yang diterima oleh LSM ICTI-Ngo Kepulauan Riau dari Universitas Andalas Sumatera Barat yang menyatakan bahwa saudara Lili Anggriani tidak pernah kuliah di Universitas tersebut.

Setelah menyurati pihak Rektor Universitas Andalas pada tanggal 17 Oktober 2013 dengan nomor surat: 112/LSM-ICTI/Tpi-III/13, yang intinya, pihak Lsm ICTI-Ngo Kepulauan Riau meminta kepada pihak Universitas Andalas sejauh mana keabsahan ijazah tersebut.

Dari hasil surat yang kami layangkan kepada pihak Universitas Andalas sudah memberikan pemberitahuan kepada pihak Lembaga Swadaya Masyarakat Investigation Coruuption Transparan Independen kepuluan Riau, dengan nomor Surat:10835/UN.H16.20/PP/2013. Intinya tertuang dalam surat ini yang ditandatangani oleh Rektor Universitas Andalas Padang Sumatera Barat.

Setelah melakukan pengecekan kebenaran data terhadap kasus diatas, menurut Rektor Universitas Andalas dapat kami tarik kesimpulan sebagai berikut:

1.Sdr.Lili Anggriani tidak pernah terdaftar sebagai Mahasiswa Unuversitas Andalas.

2.Kode nomor Ijazah tidak benar.

3.No.Buku pokok (BP) tidak benar.

4.Pada tanggal 17 Oktober 2009 Universitas Andalas tidak melaksanakan Wisuda.

5.Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang tertera pada Ijazah tersebut tidak benar.

6.Rektor Universitas Andalas yang tercantum pada Ijazah tersebut tidak benar.

Sehubungan dengan keberadaan Ijazah tersebut, bahwa Universitas Andalas tidak pernah mengeluarkan atau memberikan kepada yang bersangkutan, dapat dinyatakan bahwa ijazah tersebut adalah PALSU.

Demikianlah surat pemberitahuan ini disampaikan untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya, atas perhatian diucapkan terimakasih. Tertanda Rektor Universitas Andalas Padang Sumatera Barat Dr.H.Werry Darta Taifur,SE.MA.Nip.190611291986031003.“surat ditandatangani pada tanggal 22 Oktober 2013.

Adapun hal ini yang perlu kami sampaikan kepada penyidik polres Tanjung Uban adalah sebagai berikut:

1.Sesuai dengan Ijazah (SI) yang dimiliki oleh saudari Lili Anggriani perlu dipertayakan, sebab, beliau mengatakan di Media lokal,  bahwa Ijazah tersebut dibeli.

2.Jika beliau dengan dasar membeli, maka ada Orang lain yang terlibat dalam hal ini.

3.Adanya kejanggalan terhadap penggunaan Ijazah SI jurusan pada program Study SOSIOLOGI Nomor: 47682/0122/J.02/SI/2009 dan No.Bp:05682011.Perlu ditindaklanjuti dengan cermat dan professional.

4.Dan mengenai pernyataan yang disampaikan oleh Kadis Pendidikan Bintan beberapa waktu yang lalu di Media lokal perlu ditelusuri, dan mungkin ada anggaran Negara dan lainnya yang sudah disalurkan kepada sekolah tersebut.

Demikian hal disampaikan oleh Kuncus kepada Media ini, agar ada pembelajaran bagi kita-kita, khususnya para regenerasi nanti, sebab, untuk mengikuti jenjang kuliah itu bukan gampang, tentunya semua memakai proses dan mekanisme, ” dalam hal ini, kita dari lembaga sosial kontrol ikut peduli terhadap anak bangsa, dan permasalahan seperti ini harus tegas tidak bisa diberikan ditoleransi, karena akan berdampak secara sistimik, baik kepada murid-murid atau anak didik, guru, juga para akademik. ” Ungkapnya.(Tim)

 

Check Also

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah

Pemko Tanjungpinang Minta ‘Diperhatikan’ Oleh Provinsi, Ini Kata Nurdin

Tanjungpinang, sidaknews.com – Terkait dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang minta “Diperhatikan” Oleh pemerintah Provinsi Kepri dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>