Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » “Ikonik” Genye dan Manusia Tanah Sebagai Tradisi Penyambutan di Purwakarta

“Ikonik” Genye dan Manusia Tanah Sebagai Tradisi Penyambutan di Purwakarta

"ini simbolisasi persatuan dan kekuatan purwakarta sebagai kota berbudaya sunda menjunjung tinggi silih asah silih asih silih asuh sebagaimana halnya sapu lidi"
“ini simbolisasi persatuan dan kekuatan purwakarta sebagai kota berbudaya sunda menjunjung tinggi silih asah silih asih silih asuh sebagaimana halnya sapu lidi”

PURWAKARTA,Sidaknews.com – Tambah lagi satu tradisi seni budaya di purwakarta. Ya, Pasangan Seni Genye dan Manusia Tanah menjadi “Ikonik” di Kabupaten Purwakarta untuk menyambut warga purwakarta yang menjadi “Pahlawan” mengharumkan nama kabupaten kedua terkecil di jawa barat ini, ketika mereka (yang dianggap pahlawan) pulang kampung.

Dalam satu bulan terakhir, masyarakat purwakarta di perkotaan disuguhkan seringnya penampilan pasangan seni genye dan manusia tanah ini menggelar pertunjukan di jalanan kota.

Bukan sekedar pertunjukan seni budaya khas purwakarta semata, pasangan seniman ini punya misi khusus untuk menyambut warga yang sudah mengharumkan nama purwakarta.

Sebut saja, ketika kepulangan ponggawa Persib Bandung penjaga gawang Shahar Ginanjar yang tulen warga purwakarta awal nopember lalu. Jumat pekan kemarin.

Tim garuda muda Indonesia yang berlaga dalam Final Dunia U12 di Brazil yang diwakili ASAD 313 Jaya Perkasa Purwakarta tak kalah penyambutannya saat menginjakkan kaki kembali ke purwakarta.

2.2Termasuk, senin (24/11) pagi kemarin, kontingen Purwakarta di PORDA XII juga disambut meriah Genye dan Manusia Tanah. Tradisi penyambutan ini akan terus digelar sebagai bagian promosi wisata purwakarta.

“termasuk bentuk penghormatan bagi yang disambutnya. mereka kan berjuang atas nama purwakarta yang kita cintai. jadi tak berlebihan ini digelar” jelas Sekretaris Dinas Pariwisata, Deden Guntari.

Deden, yang juga sebagai perintis terciptanya seni genye (Gerakan Nyere) ini menyebut jika kesenian baru ini akan melekat dihati warga purwakarta kedepannya.

Sebab menurutnya, filosofi genye sebagai satu kesatuan dan kekuatan dari Nyere (lidi) yang diikatkan, “ini simbolisasi persatuan dan kekuatan purwakarta sebagai kota berbudaya sunda menjunjung tinggi silih asah silih asih 4.1silih asuh sebagaimana halnya sapu lidi” terangnya.

Sementara Manusia Tanah adalah gambaran purwakarta sebagai kota penghasil kerajinan keramik tepatnya di plered. sehingga menurut Deden, seniman Manusia Tanah juga merupakan ikonik baru di purwakarta.

Syarif (29) warga jalan tengah mengaku sudah tak asing jika penampakan genye di jalur jalan tengah ini pasti sedang mengarak warga purwakarta. “unik sih bener. ngingetin kita, jika ada manusia tanah pasti ada yang diarak” serunya. (Karla@.humas Setda Purwakarta)

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *