Home » Berita Foto » Indonesia Pasca SBY

Indonesia Pasca SBY

Bupati Purwakarta
Bupati Purwakarta H.Dedi Mulyadi SH tampak menghadiri acara Diskusi Indonesia pasca SBY di Bumbu Desa, Cikini Jakarta Minggu (2/3)

Purwakarta,sidaknews.com – Menjelang Pilpres yang beberapa bulan kedepan akan digelar, semua pihak sering terjebak pada figur dan tokoh sentral yang mana yang pantas memimpin Indonesia, tentunya tanpa tokoh SBY.

Padahal, yang perlu dibicarakan menghadapi pemilu ini adalah kondisi negara yang saat ini yang memerlukan komitmen seluruh warga negara untuk membangun kembali piranti-pirantinya agar Indonesia mampu berdiri sebagai sebuah negara yang beradab.

Untuk itu, tak penting memikirkan siapa nanti yang akan jadi presiden mendatang, tapi yang paling utama adalah sejauh mana negara menegakkan konstitusi yang mengatur seluruh aspek kehidupan warga, “negara ini tak bisa bangkit kalau hanya mengandalkan satu orang saja. Kebijakan harus dikawal oleh konstitusi yang berpihak pada kesejahteraan rakyat.

Misalkan konsitusi yang menerjemahkan Pancasila pada sila Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, ini harus diterjemahkan dalam bentuk regulasi dan konstitusinya ” jelas Bupati Purwakarta, H. Dedi Mulyadi, SH dalam diskusi Pesan Kunci dalam tajuk Indonesia Pasca SBY yang digelar Portal berita Rakyat Merdeka Online (RMOL), minggu siang di Bumbu Desa, Cikini Jakarta yang dihadiri ratusan insan pers nasional dan Ibukota.

i
i

Jadi menurut Dedi, Pancasila bukan sekedar simbolisasi kenegaraan saja. Tetapi harus menjadi ideologi kebudayaan, “hari ini kan kita seolah-olah menempatkan Pancasila itu dilangit, sesuatu yang sakral sehingga tidak menjangkau bumi” tambahnya. Terkecuali itu, Dedi menganggap jika selama ini sistem birokrasi di Indonesia masih tumpang tindih.

“Menurutnya, jika konstitusi sudah jelas mengatur, maka birokrasi sebagai teknis pelaksana konstitusi harus pula diubah.

“misalkan saja terkait kebijakan di bidang pendidikan, hari ini pusat punya menteri pendidikan arahnya kebijakan pendidikan bagi warga negara. Terus propinsi punya disdik, sama arahnya pendidikan bagi warga, termasuk kabupaten punya disdik juga, yang arahnya untuk pendidikan bagi warga juga.

Padahal kalau konstitusi kita sudah jelas mengatur tentang pendidikan bagi warga negara, maka cukuplah birokrasi di bidang pendidikan ada ditingkat paling bawah yakni kabupaten/kota yang mengaturnya. Pusat cukup menjalankan apa yang sudah diatur dalam konstitusi pendidikan itu” tambah Dedi.

Sementara itu, Pengamat Ekonom dari Universitas Sultan Agung Tirtayasa, Dahnil Anzar menilai banyak hal yang harus dilakukan oleh pemimpin indonesia selanjutnya pasca SBY lengser. Menurut Dahnil, beban berat harus dipikul presiden SBY saat 10 tahun terakhir memimpin, ini adalah beban pemimpin sebelumnya dan sebelumnya, “hutang luar negeri, penyelesaian kasus korupsi dan dan semacamnya, sehingga pemimpin berikutnya pun harus memikul beban kemudian” jelas Dahni.

Untuk itu menurut Dahnil, berbicara kepemimpinan Indonesia jangan sampai terjebak pada saling tuduh dan saling salahkan, “padahal yang penting hari ini menurut saya, dibutuhkan pemimpin yang komitmen pada penegakkan hukum dan konstitusi, pemberantasan korupsi dan terutama komitmennya pada ketahanan pangan dan energi” tegas Dahnil.

Selain Bupati Dedi dan ekonom Dahnil Anzar, Pembicara lain adalah politisi Partai Demokrat Kastorius Sinaga, politisi PDIP Masinton Pasaribu, dan Direktur Eksekutif Indonesian Maritime Institute (IMI) DR. Y. Paonganan. Sementara kolumnis Pesan Kunci Rakyat Merdeka Online (RMOL), Hendri Satrio menjadi moderator diskusi tersebut.(ega nugraha)

Check Also

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menaiki becak motor menuju gedung

Sah! Kapolri Dianugerahkan Gelar Datok Perdana Satria Wangsa

Tanjungpinang, sidaknews.com –  Kapolri Jenderal Tito Karnavian resmi dianugerahi gelar kehormatan Datok Perdana Satria Wangsa …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>