Home » Berita Foto » Ingin Keadilan, Tersangka Narkoba ini Minta Saksi Dari Kalangan Pejabat

Ingin Keadilan, Tersangka Narkoba ini Minta Saksi Dari Kalangan Pejabat

tersangaka Hashim
Tersangka Hashim saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Senin (15/12). Permintaan tersangka yang terkesan “nyeleneh” membuat proses persidangan terpaksa ditunda. Foto: Rindu Sianipar

Tanjungpinang, sidaknews.com – Hashim (36), seorang tersangka kasus kepemilikan narkoba meminta agar majelis hakim yang menyidangkannya menghadirkan pejabat atau petinggi di negeri ini.

Hal ini dimaksudkan agar nantinya ia bisa mendapat keadilan. “Saya minta pejabat/petinggi jadi saksi untuk saya mendapatkan keadilan,” kata Hashim di hadapan majelis hakim yang dipimpin Dame Parulian Pandiangan di PN Tanjungpinang, Senin (15/12).

Mendapat permintaan yang tidak biasa dan terkesan “nyeleneh” tersebut membuat hakim batal melanjutkan sidang yang direncanakan agendanya pembacaan dakwaan dari jaksa.

Dalam sidang, tersangka juga sebelumnya tidak ingin didampingi penasehat hukum. Namun, setelah dijelaskan jika dirinya disediakan pengacara yang ditunjuk negara secara gratis, ia baru menerimanya.

“Kalau kamu belum siap, kita tunda saja persidangan ini,” ujar hakim menutup persidangan.

Sementara itu, usai persidangan jaksa Efan Apturedi yang menangani perkara ini tidak menyangka jika si tersangka bertingkah aneh seperti itu dalam persidangan.

“Saat kita periksa kemarin, tersangka sehat kok. Saat di kepolisian juga ia bisa menjawab semua pertanyaan yang diajukan,” ujar Efan ketika ditanya kondisi kejiwaan tersangka. Kasus kepemilikan narkoba tersebut berhasil diungkap jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Kepri.

Hashim diamankan petugas BNN berkat informasi dari masyarakat ketika sedang berada di rumahnya di sekitar jalan Gatot Subroto Perumahan Taman Surya Tanjungpinang, 21 Agustus 2014 lalu.

Penangkapan Hashim dilakukan setelah sebelumnya, petugas mengamankan Usman (33) di depan Wisma Fajar Komplek Bintan Plaza KM 3,5 Tanjungpinang pada hari yang sama. Dari tangan Usman yang ketika itu sedang santai di dalam mobil, petugas berhasil mengamankan 45,83 gram narkotika jenis sabu dan 54 butir pil ekstasi yang disimpan dalam sebuah selempang merk Sriwijaya Air.

Barang haram tersebut ditemukan petugas di atas dasboard mobil pelaku. Setelah diinterogasi, kemudian ia “bernyanyi” dan mengatakan jika barang tersebut dibelinya dari Hashim.

Semula dirinya membeli 1/4 ons sabu dengan harga sabu Rp 20 juta, sedangkan pil ektasi Rp 130 ribu/per butirnya. Mendapat pengakuan Usman, petugas BNN bergerak cepat dan menggerebek rumah Hashim.

Dari hasil penggerebekan petugas menemukan barang bukti narkoba di rumah Hashim yang disimpan dalam sebuah tas travel yang diletakkan di dekat tempat tidurnya.

Adapun barang bukti yang diamankan berupa narkoba jenis sabu seberat 597 gram. Selain narkoba, dari tangan Hashim, petugas juga berhasil mengamankan uang tunai Rp 44 juta yang diduga hasil penjualan narkoba.

Serta 30 plastik bening, satu buah sendok makan dan satu gulungan aluminium foil. Para tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (Rindu Sianipar)

Check Also

Ular Phyton yang sudah diamankan warga Tangjung

Penduduk Tanjungkapur Dikejutkan Penangkapan Ular Piton Liar

Bintan, sidaknews.com – Warga setempat menemukan dan menangkap seekor ular piton besar di depan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>