Jumat , 31 Maret 2017
Home » Berita Foto » Ini 4 ‘dosa’ Komjen Pol Sutarman versi KontraS

Ini 4 ‘dosa’ Komjen Pol Sutarman versi KontraS

Keterangan Kabareskrim Polri. ©2012 Merdeka.com/imam buhoriJakarta,sidaknews.com – Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengritik pencalonan Komjen Pol Sutarman oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai calon tunggal Kapolri. KontraS tidak yakin dengan kepemimpinan Komjen Sutarman.

Sebab, banyak kasus di Bareskrim Polri yang belum diselesaikan dan mangkrak di tangan Komjen Pol Sutarman. Koordinator KontraS, Haris Azhar, mengatakan, salah satu kasus yang mencolok adalah percobaan penangkapan penyidik KPK, Novel Baswedan oleh Polda Bengkulu beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat itu nama Sutarman disebut-sebut sebagai orang yang bertanggungjawab dalam penyerbuan ke KPK untuk menangkap Novel.

“Sutarman menjabat posisi tinggi jadi Bareskrim saat penyerangan Novel Baswedan di KPK sudah sepatutnya tahu. Pasti ada koordinasi,” kata Koordinator KontraS, Haris Azhar di kantor KontraS, Jakarta, Minggu (13/10).

Kasus kedua yang mengganjal adalah penyerangan terhadap salah satu aktivis anti korupsi, Tama S Langkun. Menurutnya, Tama diduga diserang lantaran pelaporan jenderal berekening gendut ke KPK.

“Sewaktu menjadi Kapolda Metro, kasus Tama S Langkun sampai hari ini enggak pernah diungkap. Ini persoalan bagi Sutarman,” lanjut dia.

Selain itu, dia menilai Sutarman tidak bekerja maksimal dalam menangani premanisme sewaktu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dan Kabareskrim Polri.

“Beberapa catatan dari Sutarman saat Kapolda Metro ada, yaitu atas aman tidak terpenuhi dengan baik, maraknya premanisme dan tindakan kekerasan dari sejumlah ormas pada saat itu. Sutarman jadi Kapolda tidak terselesaikan dengan baik,” tutupnya.sumber.merdeka.com

Check Also

Dinas kehutanan Provinsi Sumut selidiki banjir bandang di kota Padangsidimpuan

Padangsidimpuan, sidaknews.com – akibat maraknya penebangan liar disekitar gunung lubuk raya, pihak Dinas Kehutanan Provinsi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *