Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Berita Foto » Inilah Korupsi di 33 Provinsi Versi FITRA

Inilah Korupsi di 33 Provinsi Versi FITRA

Uchok Sky Khadafy (nomor 2 dari kiri) dari FITRA merilis kompilasi kasus korupsi di 33 provinsi di Indonesia. Menurut data FITRA, kerugian akibat korupsi mencapai triliunan rupiah
Uchok Sky Khadafy (nomor 2 dari kiri) dari FITRA merilis kompilasi kasus korupsi di 33 provinsi di Indonesia. Menurut data FITRA, kerugian akibat korupsi mencapai triliunan rupiah

Jakarta, sidaknews.com – Direktur Investigasi dan Advokasi FITRA Uchok Sky Khadafi kembali melansir kerugian negara akibat korupsi di daerah. Korupsi di daerah, kata Uchok dikarenakan sangat minimnya komitmen kepala daerah dalam melakukan pemberantasan korupsi.

“Setelah menjadi kepala daerah, yang dipikirkan bukan untuk melayani rakyat, tapi lebih banyak mencari modal yang dihabiskan agar bisa menang pilkada,” kata Uchok saat menjadi pembicara pada diskusi bertajuk “Memberantas Korupsi di Daerah, Tantangan dan Hambatan,” di Jakarta, Jumat (19/7).

Menurut Uchok, kerugian negara akibat korupsi di sejumlah daerah mencapai puluhan trilun rupiah. Korupsi tidak hanya terjadi di Kabupaten atau Kota, tapi juga di tingkat Provinsi. Berikut jumlah kasus korupsi dan kerugian negara di 33 provinsi di Indonesia. Sumber:(sayangi.com)

1. Provinsi Sumatera Utara Rp400,100,810,000 (278 kasus)
2. Aceh Rp308,333,807 (387 kasus)
3. Papua Barat Rp207,333,870,000 (478 kasus)
4. DKI Jakarta Rp207,395,680,000 (967 kasus)
5. Papua 191,122,680,000 (355 kasus)
6. Lampung Rp182,346,440,000 (264 kasus)
7. Riau Rp109,290,820,000 (375 kasus)
8. Sulawesi Selatan Rp79,428,720.000 (242 kasus)
9. Kalimantan Barat Rp58,991,610,000 (330 kasus)
10. Maluku Utara Rp55,055,550,000 (750 kasus)
11. Sulawesi Tenggara Rp53,705,720,000 (454 kasus)
12. Maluku Rp47,077,430.000 (387 kasus)
13. Sumatera Selatan Rp40,363,210,000 (431 kasus)
14. Jawa Barat Rp39,760,140,000 (420 kasus)
15. Jambi Rp39,709,820,000 (147 kasus)
16. Sulawesi Barat Rp39,578,780,000 (327 kasus)
17. Sumatera Barat Rp38,147,540,000 (242 kasus)
18. Bengkulu Rp34,332,030,000 (203 kasus)
19. Nusa Tenggara Timur Rp28,020,190,000 (285 kasus)
20. Sulawesi Tengah Rp26,505,330,000 (234 kasus)
21. Gorontalo Rp24,307,860,000 (255 kasus)
22. Jawa Tengah Rp22,940,620,000 (110 kasus)
23. Bali Rp21,507,660,000 (66 kasus)
24. Kalimantan Timur Rp18,809,760,000 (251 kasus)
25. Kepulauan Riau Rp15,190,210,000 (155 kasus)
26. Sulawesi Utara Rp 14,471,390,000 (208 kasus)
27. Banten Rp 10,203,430,000 (130 kasus)
28. Kalimantan Selatan Rp7,833,060,000 (184 kasus)
29. Nusa Tenggara Barat Rp7,814,960,000 (179 kasus)
30 Kalimantan Tengah Rp5,616,030,000 (166 kasus)
31. Kepulauan Bangka Blitung Rp2,298,720,000 (89 kasus)
32. D.I. Yogyakarta Rp1,897,450,000 (89 kasus)
33. Jawa Timur Rp997,890,000 (68 kasus)

Check Also

Tarawih Perdana, Nasaruddin Sampaikan Ceramah di Mesjid Ruhama Takengon

Takengon, sidaknews.com – Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin menyampaikan ceramah pada Tarawih perdana di Mesjid Agung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *