Kamis , 25 Mei 2017
Home » Berita Foto » Inilah Proyek Aspal Beton Di Desa Tokalimbo Diduga Menyalahi Bestek

Inilah Proyek Aspal Beton Di Desa Tokalimbo Diduga Menyalahi Bestek

"Inilah pegaspalan beton anggaran APBD 2014 yang masuk di Bantilang, Loeha, Ranteangin dan Tokalimbo, Desa Seberang Danau Towuti, menggunakan dana APBD Lutim tahun anggaran 2014 senilai Rp14.917.777.000.
“Inilah pegaspalan beton anggaran APBD 2014 yang masuk di Bantilang, Loeha, Ranteangin dan Tokalimbo, Desa Seberang Danau Towuti, menggunakan dana APBD Lutim tahun anggaran 2014 senilai Rp14.917.777.000.

Luwu Timur.Sidaknews.com – Proyek pekerjaan aspal beton di Desa Tokalimbo, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali di perbincangkan oleh warga setempat. Bahkan proyek yang menggunakan dana APBD Lutim tahun anggaran 2014 senilai Rp14.917.777.000 rupiah tersebut, di sinyalir menyalahi konstruksi (tidak sesuai bestek).

“Inilah pegaspalan beton anggaran APBD 2014 yang masuk di Bantilang, Loeha, Ranteangin dan Tokalimbo, Desa Seberang Danau Towuti,” sebut Syam melalui rilisnya yang diterima sidaknews.com, Minggu (14/12/14) malam.

Menurut Syam, Proyek yang aspal beton dikerjakan oleh PT Yudha Bakti Mandiri itu terindikasi merugikan negara hingga ratusan juta rupiah, pasalnya dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tercantum anggaran timbunan (lapisan berbutir/sirtu dengan ketebalan 10cm-red) yang jumlahnya hingga ribuan kubik.

“Sebagai warga disana (Desa Tokalimbo), yang mau saya tanyakan, apakah pengaspalan beton dasarnya tidak pakai timbunan?, sebab ini yang terjadi di Desa Tokalimbo, tampa timbunan dasar langsung di rabat dan jalan ini adalah jalan poros menuju pelabuhan dimana nantinya jadi jalan utama penyebrangan, dan rabatnya ini pun baru satu malam di guyur hujan, sudah banyak yg terkelupas,” lanjutnya.

Proyek yang aspal beton dikerjakan oleh PT Yudha Bakti Mandiri itu terindikasi merugikan negara hingga ratusan juta rupiah, pasalnya dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tercantum anggaran timbunan (lapisan berbutir/sirtu dengan ketebalan 10cm-red) yang jumlahnya hingga ribuan kubik.
Proyek yang aspal beton dikerjakan oleh PT Yudha Bakti Mandiri itu terindikasi merugikan negara hingga ratusan juta rupiah, pasalnya dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) tercantum anggaran timbunan (lapisan berbutir/sirtu dengan ketebalan 10cm-red) yang jumlahnya hingga ribuan kubik.

Lagi Syam menambahkan, proyek tersebut juga di duga telah habis masa pelaksanaan sesuai yang telah disepakati dalam kontrak kerja.

“Ini proyek kayaknya sudah habis jangka waktunya dan kalau dibobot tdk sampai 50%, namun sampai sekarang pekerjaan tetap berjalan,” tambahnya.

Namun demikian sejumlah kalangan meminta agar pihak penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Jika benar adanya, Kejaksaan dan Kepolisian di Luwu Timur segera melakukan penyelidikan terhadap proyek tersebut, jangan mentang-mentang barang di seberang seenaknya saja di korup,” ujar Mujihadi yang di temui di Warkop, di bilangan Tomoni, Lutim.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Luwu Timur, Ir Hirfan MT yang di hubungi via SMS melalui ponselnya mengatakan, dirinya tidak mengetahui secara teknis proyek tersebut, dia hanya menyarankan agar menghubungi PPK-nya.

“Karena ini masalah teknis dinda, bagus kalo pimpronya (menghubungi PPK-red), langsung saja sama Andi Juanna (PPK),” tulis Hirfan via SMS.(Am.d)

Check Also

Indonesia Perlu Belajar Toleransi Dari Keberagaman di Sipirok

Sipirok, sidaknews.com – Keberagaman merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dari sebuah wilayah dalam suatu negara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *