Minggu , 28 Mei 2017
Home » Berita Foto » IRT Jadi Korban Penipuan Ratusan Juta Rupiah

IRT Jadi Korban Penipuan Ratusan Juta Rupiah

-Korban himbau jika lihat pelaku segera lapor polisi.

 

Ini dia foto Zainal Abidin. Korban menghimbau jika ada warga yang melihat keberadaannya agar segera melapor ke polisi. Foto: Ist
Ini dia foto Zainal Abidin. Korban menghimbau jika ada warga yang melihat keberadaannya agar segera melapor ke polisi. Foto: Ist

Tanjungpinang, sidaknews.com – Tan Djuita, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tanjungpinang mengaku menjadi korban kasus penipuan yang pelakunya seseorang yang selama ini dikenalnya karena merupakan pelanggan di sebuah kedai kopi miliknya.

Merasa menjadi korban, IRT ini melaporkan pelaku ke Mapolres Tanjungpinang beberapa waktu lalu dengan Nomor Laporan STPL/124/K/III/2015/SPK-Res TPI.

“Nama terlapornya Zainal Abidin bang, ibu saya sudah lapor polisi,” ujar Kevin, salah satu anak korban kepada sidaknews.com, Jumat (27/3) sambil menunjukkan foto terlapor yang pernah diabadikannya beberapa waktu lalu.

Kevin mengatakan, dari informasi yang diperoleh dari ibunya, perkenalan terlapor dengan ibunya bermula ketika si pelaku mendatangi usaha kedai kopinya untuk minum kopi beberapa waktu lalu hingga sering mampir.

Di sana, pelaku dan ibunya mengobrol hingga sempat akrab. Kevin mengatakan, selama ini mereka tidak menaruh curiga pada pelaku karena dinilai sopan dan berperilaku baik.

Karena merasa sudah dekat, lanjut Kevin, si terlapor mencoba membujuk ibunya untuk dapat meminjamkan uang untuk biaya berbisnis ikan ke luar negeri. Ia berdalih, jika uangnya tidak cukup karena belum dikirim bosnya di Hongkong.

“Ibu saya kemudian memberi uang pinjaman. Bahkan hingga berkali-kali. Uang ditransfer melalui nomor rekening pelaku,” ujar Kevin.

Meski tidak menjelaskan secara rinci berapa nilai kerugian yang dialami ibunya karena ulah pelaku, namun Kevin mengatakan nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

“Ratusan juta lah bang. Ada juga dua sertifikat tanah yang dibawa pelaku,” ujar Kevin.

Semula, kata Kevin, ia dan ibunya tidak mau melaporkan perbuatan pelaku ke pihak yang berwajib jika yang bersangkutan bersedia melunasi hutangnya. Akan tetapi, hingga saat ini pelaku dinilai tidak berniat dengan melontarkan berbagai alasan.

“Ketika uang ditagih, si pelaku mengelak terus dengan berbagai alasan. Misalnya uangnya belum ditransfer oleh tokenya di Hongkong lah dan yang lain,” ujar Kevin.

Dikatakan Kevin, usai membuat laporan ke polisi, ia bersama pihak kepolisian sempat menggerebek kediaman pelaku. Namun, si pelaku saat itu sudah kabur dari rumah kontrakannya.

“Ia sudah pindah dari tempat itu saat kami sama polisi datang untuk menangkapanya. Rumah kontrakannya di sekitar jalan Nila Tanjungpinang,” sebutnya.

Kevin menambahkan, ia dan ibunya berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku. Mereka juga meminta bantuan warga agar jika melihat si pelaku agar segera melaporkannya ke polisi.

“Kita harap warga yang melihat yang bersangkutan agar segera melapor ke polisi,” ujar Kevin. (Rindu Sianipar)

Check Also

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh Desak Gubernur dan DPRA Selamatkan UUPA

Banda Aceh, sidaknews.com – Pasca pengesahan UU No 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, telah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *