Minggu , 26 Maret 2017
Home » Berita Foto » Jadwal Kereta Api Molor,PT KAI Dituding Merugikan Konsumen

Jadwal Kereta Api Molor,PT KAI Dituding Merugikan Konsumen

Keterangan gambar : DIRUGIKAN “Penumpang KRD Sri Lelawangsa jurusan Medan - Tebingtinggi yang merasa dirugikan, akibat jadwal ketibaan yang tak sesuai dengan jadwal yang tertera di karcis”.
Keterangan gambar :
DIRUGIKAN “Penumpang KRD Sri Lelawangsa jurusan Medan – Tebingtinggi yang merasa dirugikan, akibat jadwal ketibaan yang tak sesuai dengan jadwal yang tertera di karcis”.

Tebingtinggi,Sidaknews.com – PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional I Sumut, dituding telah merugikan konsumen akibat molor-nya jadwal keberangkatan yang tidak sesuai dengan waktu tempuh yang tertera di karcis, sehingga penumpang merasa telah ditipu.

Beberapa penumpang KRD Sri Lelawangsa jurusan Medan – Tebingtinggi, Minggu (1/3), mengaku tidak puas dengan pelayanan PT KAI, khususnya kereta api diesel itu.

Salah seorang penumpang KRD Sri Lelawangsa kepada wartawan, Senin (2/3) mengatakan, berdasarkan karcis yang dijual di stasiun besar Medan, KRD Sri Lelawangsa U58 menuliskan di karcis berangkat pukul 18.51 dan di jadwalkan tiba di stasiun Tebingtinggi pukul 20.44.

Namun, dari jadwal itu ternyata KRD baru berangkat pukul 19.10. Selanjutnya mengalami pemberhentian hampir di setiap stasiun, sehingga membuat KRD baru tiba di stasiun Tebingtinggi, pukul 22.10. “Model macam ginikan bisa disebut penipuan terhadap penumpang,” ujar Rahmad, mahasiswa asal Tebingtinggi.

Diterangkan, dari stasiun besar Medan, KRD berhenti di stasiun Bandar Khalifah selama 20 menit, kemudian berhenti lagi di Batang Kuis, selanjutnya berhenti lagi di Lubuk Pakam. Antara Medan hingga Lubuk Pakam saja sudah memakan waktu 1 jam lebih.

Dari Lubuk Pakam berhenti lagi di stasiun Lidah Tanah, bahkan menjelang Tebingtinggi, KRD masih harus berhenti lagi di Bamban. “Seluruh pemberhentian itu, karena menunggu KA lain melintas,” terang mahasiswa salah satu PTS itu.

Rekan Rahmad, menilai PT KAI terkesan memandang rendah pelayanan terhadap masyarakat kecil. Apa lagi selama ini perilaku PT KAI sering mengecewakan, bahkan menghancurkan rakyat kecil. “Kita simak saja bagaimana perusahaan BUMN itu menghancurkan rumah rakyat kecil di Jalan Timah Medan, juga melarang berjualan pedagang asongan di setiap stasiun, berapa ratus rakyat kacil yang mereka aniaya,” ujar Aditya Pradana, warga Kelurahan Tebingtinggi yang juga mahasiswa di Medan.

Kedua mahasiswa itu, mengaku selama ini tidak ada penumpang yang komplain atas perilaku PT KAI yang merugikan penumpang. Semestinya, tambah mereka, perilaku BUMN yang merugikan ini digugat secara class action. Mereka menghimbau agar sejumlah LSM yang bergerak di bidang advokasi konsumen memperhatikan perilaku PT KAI Divre I Sumut itu.

Hal yang sama juga dialami salah seorang jurnalis salah satu media cetak harian di Medan yang bertugas di Kota Tebingtinggi saat menggunakan KRD Sri Lelawangsa pada Jumat (27/2) lalu. Sesuai karcis KRD Sri Lelawangsa, nomor seri karcis SHQ 5435 (EGK7S1), KRD dijadwal berangkat pukul 18.51 dan tiba di Tebingtinggi 20.44.

Namun, faktanya KRD Sri Lelawangsa baru tiba di stasiun Tebingtinggi pukul 22.00, yang juga mengalami pemberhentian pada lima stasiun sebelum memasuki kota itu. (Wan)

Check Also

Ir H. Yusri Yusuf atau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi dan menyalurkan bantuan sembako kepada  korban angin kencang yang menimpa beberapa rumah di Desa Deah Pangwa Dusun Bale Ara Kecamatan Trienggadeng, Sabtu sore (25/3/2017).

Yusri Melon Kunjungi Korban Angin Puting Beliung 

Pidie Jaya, sidaknews.com – Ir H. Yusri Yusuf aatau lebih dikenal dengan Yusri Melon mengunjungi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>