Kamis , 25 Mei 2017
Home » Daerah » Makassar » Jaksa Janji Seret Dua PNS PU

Jaksa Janji Seret Dua PNS PU

MAKASSAR,Sidaknews.com – Kejaksaan Negeri Pinrang berjanji akan menindak lanjuti fakta persidangan yang terungkap dalam kasus korupsi proyek Jembatan Bamba di Kabupaten Pinrang.

Dalam fakta persidangan terkuak kalau dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pinrang yakni Bahtiar dan Faisal dinilai ikut bertanggungjawab dalam proyek jembatan lantaran merubah desain gambar jembatan.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Pinrang, Andi Parawansa kepada wartawan mengatakan pihaknya akan mengambil alih penyidikan terhadap dua pegawai Dinas PU Pinrang tersebut.

“Kita belum koordinasi dengan penyidik kepolisian. Namun yang jelas, fakta persidangan kami akan tindaklanjuti,” katanya.

Dalam pembacaan vonis terhadap terdakwa Muhammad Husain dan Gamri Genisa, majelis hakim menyatakan beberapa pertimbangan yang intinya ada pihak lain yang ikut bertanggung jawab dalam kasus tersebut.
Pihak lain yang dimaksud hakim adalah pengawas internal Dinas PU yang merubah desain gambar proyek.

Salah seorang terdakwa, Gamri Genisa mengatakan putusan hakim tidak mengacu pada fakta sidang. Alasannya, peranan kedua pengawas PU yang dinilai bertanggungjawab tidak dijelaskan secara detail.

Menurutnya, seharusya pihak dari Dinas Pekerjaan Umum Pinrang juga ikut diseret dalam kasus ini.
“Jaksa harus menindaklanjuti fakta persidangan. Dinas PU juga bertanggungjawab dalam proyek itu,” katanya.

Direktur Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Azasi Manusia Indonesia (PBHI) Sulsel, Wahidin Kamase mengatakan, jaksa harus menindaklanjuti fakta sidang yang terungkap dalam kasus tersebut.

“Fakta hukum harus jadi pertimbangan jaksa untuk melakukan pengembangan perkara,”tegas Wahidin.

Majelis Hakim yang diketuai Frangky Tambuwun menjatuhkan vonis kepada Gamri Genisa selaku Direktur Megatama Globalindo 1 tahun 3 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan dan membayar uang pengganti Rp 129 juta atau diganti hukuman penjara selama 1 bulan, jika tidak mampu membayar.

Sementara Muhammad Husain Zein selaku pelaksana pekerjaan divonis 1 tahun penjara denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan dan tidak dibebani membayar uang pengganti.

Tahun 2011, Kabupaten Pinrang mendapat alokasi proyek pembangunan jembatan dengan nilai kontrak Rp 2,4 M. 11 november pekerjaan jembatan dinyatakan selesai dan terdakwa Gamri Genisa kuasa direktur Megatama Globalindo bertandatangan atas selesainya pekerjaan. 6 Desember 2011 jembatan tersebut runtuh.(BKM)

Check Also

Bupati Lutim, HM Thorig Husler Respon Pengembangan Agro Perkebunan

Makassar, sidaknews.com – Direktur Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian, Ir Bambang MM mengatakan begitu besarnya kontribusi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *