Home » Berita Foto » Jaksa Lukman Ngaku Uang Perkara Hilang “Dirampok” Warga Singapura

Jaksa Lukman Ngaku Uang Perkara Hilang “Dirampok” Warga Singapura

-Sidang Kasus Dugaan Korupsi Barang Bukti Perkara

sidang
Terdakwa Lukman saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang beberapa waktu lalu. foto: dok

Tanjungpinang, sidaknews.com – Jaksa Lukman, terdakwa kasus dugaan korupsi mengaku uang dari hasil barang bukti perkara yang ditanganinya  sebagaimana dalam dakwaan jaksa senilai Rp 766 juta tersebut telah hilang karena dibawa kabur alias dirampok seorang warga Singapura.

“Uang (barang bukti-red) itu diambil seorang pelaku yang mengaku bernama Jamal, orang Singapura,” ujar Lukman ketika menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa di Pengadilan Tipikor pada PN Tanjungpinang, Selasa (27/1).

Perampokan versi dirinya tersebut, kata Lukman, terjadi di Bandara Hang Nadim Batam ketika sedang menunggu taksi. Ketika itu, ia baru saja tiba dari Jakarta usai mengambil uang barang bukti yang sebelumnya dititipkan di Badan Narkotika Nasional (BNN) pusat.

Saat menunggu taksi, lanjut Lukman, ada seseorang yang mengemudikan mobil mengaku kenal dengan dirinya menawarkan bantuan untuk mengantarkannya pulang. Tawaran tersebut disambut Lukman, uang berjumlah ratusan juta tersebut diletakkannya di dalam bagasi mobil.

“Saya tak kenal orang itu (Jamal), tapi dia ngaku kenal saya. Menawarkan tumpangan. Saya waktu itu seperti orang linglung lah dan mengikuti semua kemauannya,” kata Lukman.

Bukannya diantar ke tujuan, lanjut Lukman, dirinya malah ditinggal begitu saja di daerah Jodoh yang jauh dari kantor Kejaksaan Negeri Batam tempat dirinya berdinas.

“Saya ditinggalkan begitu saja di Jodoh. Beberapa jam kemudian, baru saya sadar, uang yang ada di bagasi mobil sudah dibawa lari sama Jamal,” kata Lukman.

Ketika ditanya hakim kenapa ia tidak lapor atasan atau polisi, Lukman beralasan enggan melapor karena hal itu dianggapnya suatu tindakan yang memalukan yang dapat mencoreng nama baiknya.

Meski demikian, ia berusaha sendiri mencari keberadaan pelaku, baik di beberapa sudut kota di Batam hingga ke Singapura selama dua bulan, namun hasilnya nihil.

“Saya kan jaksa yang mulia. Nanti, saya kan bisa malu jika barang bukti kok bisa hilang. Itu yang ada dalam benak saya waktu itu, makanya saya tidak lapor atasan atau kepolisian waktu itu,” kata Lukman yang mengaku tidak mendapat pengawalan saat membawa uang tersebut.

Apa yang dialaminya, lanjut Lukman, baru terkuak setelah Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Batam mempertanyakan keberadaan barang bukti kepadanya karena belum disetorkan ke kas negara.

“Dua bulan setelah peristiwa, baru saya ngaku jika uang telah itu hilang,” ujarnya.

Selain keterangan uang barang bukti, kepada majelis hakim yang dipimpin Jarot Widiyatmoko yang didampingi hakim anggota Lindawati dan Fatan Riadi ini, Lukman juga membantah telah melakukan pemerasan terhadap seorang terdakwa yang kasusnya ketika itu ditanganinya.

“Saya tidak pernah meminta uang kepada terdakwa maupun keluarganya,” ujar Lukman dikonfrontir dengan keterangan saksi yang sebelumnya memberikan keterangan di persidangan.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim kembali menunda persidangan dan akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan tuntutan dari jaksa.(Rindu Sianipar)

Check Also

Pelabuhan penyengat tampak seperti pelangi, hal ini terlihat di sepanjang Atap Pelabuhan dibentang kain 3 warna yakni, kain warna Merah, Kuning dan Hijau.

Kedatangan Kapolri, Pelabuhan Penyengat Dihiasi Dengan Warna-Warni

Tanjungpinang, sidaknews.com– Dalam rangka penyambutan kedatangan Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian Kepulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>