Selasa , 28 Maret 2017
Home » Kepri » Jaksa Sita Bonggol Cek Bansos

Jaksa Sita Bonggol Cek Bansos

Kantor Kejaksaan Tinggi Makassar
Kantor Kejaksaan Tinggi Makassar

Makassar,Sidaknews.com – Kejaksaan Tinggi Sulsel menyita bonggol cek pencairan dana bantuan sosial (bansos) Pemporv Sulsel, Jum’at (14/2) siang. Bonggol cek pencairan dana senilai Rp 8 miliar lebih ini disita dari Bank Sulselbar di Jalan Ratulangi. Dua jaksa serta satu staf diutus untuk melakukan penyitaan.

Kejati Sulsel enggan memberikan keterangan resmi kepada wartawan terkait penyitaan itu. ”Saya belum terima informasi itu,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Rahman Morra.

Informasi yang dihimpun BKM di Kejati Sulsel, langkah penyitaan dilakukan menyusul akan dilimpahkannya berkas tersangka mantan Sekprov Sulsel, Andi Muallim ke Pengadilan Tipikor. Pelimpahan kasus bansos akan dilakukan bersama tiga kasus korupsi lain yang hasil auditnya sudah rampung dari Inspektorat Sulsel serta BPKP Sulsel.

Tiga kasus korupsi yang sudah masuk tahap penuntutan itu masing-masing, dugaan korupsi dana Program Pengentasan Kemiskinan Berbasis Ekonomi Rumah Tangga (P2KBR)di Polman 2009, dugaan korupsi proyek pembangunan GOR Malili dan dugaan mark-up pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Rumah Sakit Daya Makassar.

Asisten Pidana Khusus Kejati Sulsel, Gerri Yasin yang dikonfirmasi BKM tidak menampik kalau empat kasus ini akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

”Auditnya sudah rampung. Dalam waktu dekat empat kasus korupsi itu akan dilimpahkan,” katanya.

Sekadar diketahui, kasus P2KBR tahun 2009 senilai Rp 10 miliar menyeret Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Keuangan Daerah (BP2KD) Kabupaten Polman, Abdul Madjid dan Bos Koperasi LKM Amanah Syariah, Awaluddin Yacob sebagai tersangka.

Untuk kasus proyek alkes di RS Daya, tim penyidik menetapkan mantan Direktur RSUD Daya, Dr. Zaenab sebagai tersangka. Sementara, untuk proyek pembangunan GOR Malili.

Kejati Sulsel menetapkan pejabat Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Pemkab Luwu Timur, Handoko Subhekti, sebagai tersangkaDalam proyek tersebut, Handoko bertindak sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).(BKM)

Check Also

Foto: nat

Iyus Suryana Jabat Panitera PN Tanjungpinang

Tanjungpinang, sidaknews.com – Iyus Suryana SH MH resmi menjabat Panitera Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>