Home » Berita Foto » Jaksa Telisik Penyaluran Dana BOS Tanjungpinang

Jaksa Telisik Penyaluran Dana BOS Tanjungpinang

-Sejumlah Kadisdik Sudah Diperiksa.

Kajari Tanjungpinang Heri Ahmad Pribadi, SH. MH.
Kajari Tanjungpinang Heri Ahmad Pribadi, SH. MH.

Tanjungpinang,Sidaknews.com – Jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mulai melakukan pengumpulan data dan keterangan (pulbaket) terkait dugaan korupsi penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) periode 2011-2012.

“Sudah mulai kita lakukan pulbaket,” ujar M Rasyid SH, Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Tanjungpinang yang menjadi ketua tim penyelidikan kasus dugaan korupsi ini, Senin (12/1).

Rasyid mengutarakan, dalam rangka pulbaket pihaknya sudah meminta keterangan sejumlah Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) yang masih aktif maupun mantan.

Pejabat yang sudah dimintai keterangan terkait penyaluran dana BOS yang diperkirakan puluhan miliar rupiah tersebut yakni Kadisdik Kepri Yatim Mustafa, mantan Kadisdik Tanjungpinang, Syafrial Evi, Kadisdik Tanjungpinang yang saat ini menjabat, Dadang AG.

”Kemarin Pak Yatim sudah datang. Kepala dinas yang di kota juga sudah. Sekarang kita sedang meminta mereka untuk menyerahkan data laporan terkait masalah tersebut. Apa yang mereka sebutkan perlu kita lihat juga,” ujar Rasyid.

M Rasyid SH, Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Tanjungpinang.
M Rasyid SH, Kepala Seksi Intelijen (Kasintel) Kejari Tanjungpinang.

Rasyid menerangkan, awal penyelidikan kasus tersebut berawal dari informasi adanya dugaan ketidak beresan dari beberapa Sekolah Dasar di Tanjungpinang, salah satunya di SD Negeri 003 Tanjungpinang.

Dikatakan Rasyid, setelah memeriksa sejumlah saksi dari Disdik, pihaknya akhirnya mengetahui mekanisme aliran dana BOS tersebut. Ternyata, penyaluran dana BOS tidak melibatkan Disdik Kota Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, penyaluran dana BOS saat itu dilakukan melalui transfer rekening Dinas Provinsi Kepri dan langsung pada rekening Kepala Sekolah.

”Dari Kemendiknas ditransfer ke rekening Diknas Kepri. Kemudian Diknas Kepri langsung mentransfer ke rekening kepala sekolah. Diknas Kota tidak berperan sama sekali dalam penyaluran dana BOS tersebut,” katanya.

Karena itu, terang Rasyid, pihaknya akan memanggil kembali Kadisdik Kepri untuk dimintai keterangan ulang dan membawa data-data yang menjadi bukti pembenarannya.

Selaku ketua tim penyidikan dugaan kasus tersebut, Rasyid mengatakan tidak akan terburu-buru dalam menentukan siapa tersangka dan yang akan dipersalahkan.

Saat ini kejaksaan juga masih sedang mendalami kasus tersebut dalam status penyelidikan.

“Ini baru penyelidikan. Masih dugaan. Tersangkanya belum bisa kita beri tahu. Karena dugaannya juga masih belum terang. Baru juga diperiksa dan mengumpulkan data. Kita masih perlu ekspos secara internal pada tim penyelidikan kasus ini. Kalau sudah selesai dan jelas nanti baru kita kabarkan lagi,” tegas Rasyid. (Rindu Sianipar)

Check Also

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pinjaman dana tunai, seperti PT  Bess Finance yang beralamat di Ruko senawanggi Batu Aji, Batam.

Tagih Nasabah, Debt Kolektor Diduga Tidak Memiliki Dasar Hukum Fidusia

Batam , sidaknews.com – Perusahaan pembiayaan sudah menjabur di Kota batam, bahkan banyak perusahaan Pembiayaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>