Jumat , 26 Mei 2017
Home » Berita Foto » Jaksa Tuntut Ringan Dua Koruptor Pada Proyek UMRAH

Jaksa Tuntut Ringan Dua Koruptor Pada Proyek UMRAH

Tengku Afrizal dan Rudjianto Sudjatmiko saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang beberapa waktu lalu.
Tengku Afrizal dan Rudjianto Sudjatmiko saat menjalani persidangan di PN Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Tuntutan Jaksa kepada Dua terdakwa korupsi proyek pembangunan ruang belajar dan laboratorium UMRAH di Dompak Kepri hanya satu tahun enam bulan penjara (delapan belas bulan), kedua tersangka adalah Tengku Afrizal dan Rudjianto Sudjatmiko.

Tuntutan tersebut dibacakan jaksa Noviandri dari Kejati Kepri dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Senin (11/8/2014).”Atas perbuatannya, kami mohon agar majelis hakim menghukum terdakwa selama satu tahun dan enam bulan penjara dengan perintah tetap ditahan,” kata jaksa.

Selain hukuman badan, keduanya juga dikenakan denda sebesar Rp 50 juta dan apabila tidak mampu membayar akan diganti dengan hukuman badan selama tiga bulan penjara.

Sementara, Rujdianto yang merupakan Direktur PT Prambanan Dwi Paka yang menjadi kontraktor pelaksana proyek dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara senilai Rp 864 juta.

“Uang kerugian negara telah dibayarkan oleh terdakwa dalam proses penyelidikan di kejaksaan,” ujar Noviandri dalam tuntutannya.

Menurut jaksa, berdasarkan fakta dan keterangan saksi di persidangan, terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan terbukti melanggar ketentuan sebagaimana dalam dakwaan subsider pasal 3 jo pasal 18 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Terhadap tuntutan tersebut, Tengku Afrizal yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bernilai Rp 13 miliar tersebut dan Rudjianto langsung mengatakan akan mengajukan pembelaan (eksepsi).

Sidang yang dipimpin Aji Suryo dan dua hakim anggota masing-masing Iwan Irawan dan Jhonni Gultom tersebut akan dilanjutkan minggu depan dengan agenda mendengarkan eksepsi terdakwa.

Kedua terdakwa diduga telah melakukan perbuatan korupsi secara bersama-sama dalam proyek pembangunan ruang belajar dan laboratorium UMRAH senilai Rp 13 miliar yang bersumber dari dana APBN tahun 2012.

Sebab, dengan berakhirnya masa pelaksanaan tahun anggaran 2012 , proyek yang dikerjakan hanya sekitar 35 persen saja. Namun, anggaran proyek dicairkan dengan cara melakukan manipulasi data dalam laporan administrasi. Menurut hasil audit BPKP, nilai kerugian yang timbul akibat kasus ini sebesar Rp864 juta.(DK)

 

Check Also

Desa Paya Bujok Beuramoe Khitan Anak Kurang Mampu

Langsa, sidaknews.com – Sedikitnya 20 orang anak dari keluarga yang kurang mampu di desa Paya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *