Home » Berita Foto » Jalan tembus Jatiluhur-Babakan Cikao tak libatkan Litbang dalam pembangunannya

Jalan tembus Jatiluhur-Babakan Cikao tak libatkan Litbang dalam pembangunannya

Proyek peningkatan Jalan
Proyek peningkatan Jalan tahun 2012,2013 Jalan tembus Desa Cikao Bandung kecamatan Jatiluhur menuju desa Kadu Mekar Kecamatan Babakan Cikao Amblas dan hancur Total.

Purwakarta, Sidaknews.com – Jalan tembus dari Desa Cikao Bandung Kecamatan Jatiluhur menuju Desa Kadu Mekar Kecamatan Babakan Cikao belum selesai diperbaiki pasca amblasnya jalan yang masih mulus tersebut sekitar bulan Januari lalu, parahnya lagi adanya usaha perbaikan sementara beberapa minggu lalu jalan tersebut masih amblas lagi.

Kabid Bina Marga Dinas Bina Marga Purwakarta Kokon Zarkoni ditemui diruang kerjanya Rabu (26/3) menjelaskan pada pengerjaanya dulu ditahun 2012 yang pertama tahapan penimbunan oleh PT bagas Jaya dengan anggaran Rp 2,7 Miliar dan di tahun 2013 pengaspalan anggaran Rp 1,8 Miliar dengan panjang panjang 855 meter yang dikerjakan oleh CV Mulia

“Pada waktu itu kita hanya melakukan survey Trase jalan, waktu itu juga kita tidak menemukan tanah serpih, baru belakangan ini kami menemukan kandungan tanah serpih dibawah tanah”terangnya

“menurut ahli Geologi sendiri tanah asli yang dibawahnya ada tanah serpih tidak akan mampu menahan tanah diatasnya bila dilalui air, apalagi daerah tersebut dihujani curah air yang cukup tinggi belakangan ini”

Diakui pada saat pembangunan jalan tersebut tidak dilakukan penelitian yang Optimal terkait kandungan atau jenis tanah yang ada didaerah itu, karena awalnya daerah lokasi jalan hari ini merupakan kebun

“Idealnya kita harus melibatkan Litbang untuk perencanaan pembangunan awal, namun anggaran kan cukup tinggi, dan hari ini juga harus dilakukan penanganan untuk pengendalian air dibawah tanahnya sehingga tidak akan terjadi lagi amblasnya jalan, sample telah kita berikan ke Litbang, namun untuk sementara jalan kita perbaiki sementara”tegasnya

Sementara itu pelaksana pengerjaan pembangunan Jalan Sukarto ketika ditanyakan terkait hal ini hanya bisa menjelaskan bahwa bila kita menggunakan Litbang maka anggaran akan cukup tinggi dan ini semata-mata hanya masalah cuaca saja

“Anggaran untuk pengechekan oleh Litbang cukup tinggi, mau kita buat ke anggaran mana, ini juga terkait dengan Faktor cuaca saja, dengan curah hujan yang cukup tinggi”ujarnya singkat.(Adi Tarigan)

Check Also

Pusat Kuliner (Food Court) di Melayu Square.

Lsm Lidik Kepri Pertanyakan Pembangunan Pusat Kuliner Dimelayu Square

Tanjungpinang, sidaknews. com – Sekretaris LSM Lidik Kepri, Indra Jaya angkat bicara terkait Pemerintah Kota Tanjungpinang membangun …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>