Selasa , 30 Mei 2017
Home » Berita Foto » Jalan Trans Geumpang Pidie Butuh Dukungan Pemerintah Aceh

Jalan Trans Geumpang Pidie Butuh Dukungan Pemerintah Aceh

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie, Kadri M,Hasan SH.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie, Kadri M,Hasan SH.

SIGLI,Sidaknews.com – Kondisi jalan di lokasi pemukiman transmigrasi Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Pidie, dengan panjang diperkirakan mencapai 13 Km kondisinya cukup rawan longsor. “Saat ini menjadi kendala menuju lokasi transmigrasi adalah sarana jalan dan jembatan yang perlu penanganan segera.

Mengingat kawasan itu sering longsor karena tanah perbukitan labil,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pidie, Kadri M,Hasan SH, kepada Sidaknews.com.

Dikatakannya, ketinggian jalan menuju lokasi transmigrasi yang dikelilingi bukit, Bebatuan dan jurang yang terjal, membuat warga sangat sulit melewati menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil. Lebih-lebih kata Kadri, saat musim penghujan jalan berubah menjadi licin. Sehingga ruas jalan menuju transmigrai Geumpang perlu diratakan atau pemotongan bebatuan besar yang menutupi jalan.

Tak hanya itu, katanya, di pinggir jalan juga harus dipasang dinding pengamanan tebing karena jalan sering longsor. Selain itu, kata Kadri, pembangunan saluran air harus dilakukan, lantaran selama ini air dari atas bukit mengalir di atas badan jalan yang menyebabkan jalan mudah rusak akibat terkikis.

Selain itu, warga yang bermukim di lokasi transmigrasi kesulitan mengangkut hasil panen untuk dijual ke kota kecamatan, menyusul kondisi jalan belum diperbaiki.

Bukan hanya itu, hingga kini empat unit sarana penyeberangan menuju lokasi transmigrasi kondisinya cukup memprihatinkan. Yakni, satu jembatan gantung sepanjang 50 meter dan tiga unit jembatan sepanjang enam meter. Jembatan tersebut merupakan sarana vital bagi warga transmigrasi. Kata Kadri, semua sarana tersebut harus dibenahi, agar roda perekonomian warga yang bermukim di pemukiman transmigrasi bangkit kembali.

Apalagi, katanya, Pemkab mewacanakan penambahan warga untuk ditempatkan di lokasi transmigrasi Geumpang itu. Untuk sementara jumlah warga yang menempati lokasi transmigrasi berjumlah 450 kepala keluarga (KK). Mereka masing-masing tinggal di unit pemukiman transmigrasi (UPT) 3 dan UPT 5. Warga yang menempati transmigrasi tersebut.

Pada saat awak media mengkomfirmasi masalah mahalnya pengangkutan material di kawasan pembangunan trans geumpang sp3-sp5,KADRI M,HASAN.SH,Mengatakan mahal nya material bukan pada saat kita membeli di lokasi pembelian.akan tetapi yang membuat mahal adalah upah angkut material nya lah yang membuat mahal,karena kendaraan roda 4 tidak bisa masuk kelokasi pembangunan trans.

Berhubung kondisi jalan lah yang membuat kami kewalahan.untuk melakukan pemasukan barang dan material, dan beliau juga menambahkan, kalau bisa pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten marilah kita sama – sama mendukung program pengembangan trans yang ada di wilayah kabupaten pidie yang mana trans geumpang subur akan tanahnya.

masyarakat kabupaten geumpang yang tinggal di wilayah trans geumpang sangat membutuh kan perbaikan jalan walau tidak di aspal di lakukan pemotongan jalan yang pada saat ini lokasi jalan trans geumpang di penuhi batu batu yang besar, sehingga sulit untuk di lintasi kendaraan roda empat maupun roda dua.

Demikian tanggapan kadri mendengarkan laporan masyarakat trans geumpang untuk dapat disampaikan ke pemerintahan kabuipaten maupun provinsi.laporan (Herman/Hasby)

Check Also

Danrem 011 Buka Latihan Posko Kodim 0104/Atim

Langsa, sidaknews.com – Komandan Korem 011/LW Kolonel Inf Agus Firman Yusmono,S.i.P, M.Si Pimpim Pembukaan Latihan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *