Rabu , 24 Mei 2017
Home » Berita Foto » Jalani Sidang Perdana, 2 Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah BPK FTZ Tanjungpinang

Jalani Sidang Perdana, 2 Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah BPK FTZ Tanjungpinang

Jalani Sidang Perdana, 2 Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah BPK FTZ Tanjungpinang
Jalani Sidang Perdana, 2 Terdakwa Kasus Korupsi Dana Hibah BPK FTZ Tanjungpinang.

Tanjungpinang,sidaknews.com – Dua terdakwa kasus korupsi dana hibah di Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Free Trade Zone (FTZ) Tanjungpinang periode 2010-2012 masing-masing Herman dan Firmasyah, dengan nilai korusi senilai Rp900 juta menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang, Selasa (26/8).

Saat proses persidangan dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa, keduanya tampak ditemani istri tercinta masing-masing. Herman mendapat giliran pertama jalani sidang, kemudian disusul Firmansyah.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Aji Suryo bersama dua hakim anggota Fathul Mujib dan Lindawati, Herman sempat mengeluh karena saat ini ia menderita penyakit gula (diabetes mellitus).

“Tapi, saya masih bisa menjalani persidangan,” ujar Herman sambil menunjukkan bagian tubuh yang sakit seperti jari kaki kiri yang telah diamputasi karena penyakit yang dideritanya. Dalam sidang, kedua terdakwa tampak didampingi penasehat hukum yang ditunjuk negara, Sri Ernawati.

Dalam dakwaan jaksa yang dibacakan Rebuli Sanjaya dari Kejari Tanjungpinang ini, modus yang dilakukan para terdakwa beragam mulai dari dugaan pembuatan SPJP fiktif, perjalanan dinas fiktif dan lain-lain.

Jaksa menilai, dalam kasus ini negara telah dirugikan sekitar Rp400 juta, hal ini berdasarkan perkiraan audit dari BPKP ini. Dijelaskan juga, dana hibah dari APBD Pemko Tanjungpinang untuk BPK FTZ Tanjungpinang sebesar Rp 300 juta setiap tahunnya.

Total dana hibah tersebut yakni sekitar Rp900 juta. Dalam dakwaan jaksa, juga menyebutkan, jika pada saat proses penyidikan kasus ini berjalan di kejaksaan, terdakwa sempat melakukan pengembalian uang ke-kas negara.

Jaksa menjerat para terdakwa dengan pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 9 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi j0 pasal 55 KUHP.

Sekedar diketahui, Herman yang merupakan mantan Kepala BPK FTZ Tanjungpinang tidak dilakukan penahanan karena beralasan menderita penyakit. Sedangkan Firmansyah ditahan di Rutan Tanjungpinang.(Dk)

Check Also

Pertahanan Semesta Membangun Kemanunggalan TNI-RAKYAT

Lhokseumawe, sidaknews.com – TNI merupakan alat pertahanan Negara untuk mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berdasarkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *