Sabtu , 27 Mei 2017
Home » Daerah » Aceh » Jalur Dua Ujung Jembatan Beureunuen Rawan Kecelakaan

Jalur Dua Ujung Jembatan Beureunuen Rawan Kecelakaan

Jalur Dua Ujung Jembatan Beureunuen Rawan Kecelakaan.
Jalur Dua Ujung Jembatan Beureunuen Rawan Kecelakaan.

Pidie,Bereunun,Sidaknews.com – Rawannya arah masuk jalur dua lintas Banda Aceh-Medan +1 KM dari kota Beureunuen Kabupaten Pidie, tepatnya di depan kantor Polsek dan Kantor Camat Mutiara Timur sering terjadi kecelakaan lalulintas.

Selasa malam kemarin (7/10) telah terjadi kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban jatuh tersungkur ke badan jalan, hal ini diakibatkan oleh penyempitan badan jalan diujung jalur dua tersebut.

Fatalnya lagi di lokasi tersebut tidak adanya tanda-tanda atau rambu-rambu yang terpasang sehingga pengguna jalan nyaris mengalami kecelakaan.

Pada malam naas itu persis didepan awak media ini ada seorang pengendara sepeda motor yang melintas saat hujan lebat, ditambah lagi kondisi jalan tersebut terputus pada penyempitan badan jalan dan mengakibatkan pengendara sepeda motor tersebut jatuh tersungkur dan mengalami luka dibagian muka korban dan kepalanya mengeluarkan banyak darah.

Tanpa fikir panjang awak media ini langsung menolong korban dengan membawanya ke RSU Tgk. Abdullah Syafi’i yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Masyarakat sangat mengharapkan adanya lanjutan pembangunan pelebaran jalan dan membenahi kondisi berem/median jalan yang memang sangat meresahkan pengguna jalan raya.

Dikesempatan lain awak media ini juga sering melihat kemacetan yang disebabkan sempitnya arah masuk jalur dua tersebut sebab lokasinya sangat dekat dengan persimpangan jalan menuju kearah Kecamatan Kembang Tanjong, apalagi lokasi tersebut dekat dengan sekolah-sekolah hingga tak ayal akan mengancam keselamatan anak-anak yang pulang sekolah.

Yang anehnya sejak pembangunan jembatan baru dan pembangunan jalur dua itu tidak adanya pemasangan lampu penanda jalur dua dan juga mengenai lampu yang sudah terpasang di jembatan Beureunuen tersebut sampai berita ini diturunkan tidak kunjung menyala.

Dalam hal ini sangat diharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk segera mengalokasikan anggaran lanjutan pembangunan pelebaran jalan lintas Banda Aceh-Medan tersebut dan segera menasang rambu-rambu jalan pada lokasi-lokasi tertentu yang dianggap rawan untuk kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan raya agar tidak bertambah lagi korban kecelakaan lalulintas di lokasi tersebut.(Her/Hasbi)

 

 

 

 

 

 

Check Also

MUI Tegaskan, Larang Warga “Asmara Subuh”

Padangsidimpuan, sidaknews.com – Dalam menjalan ibadah puasa masyarakat di Kota Padangsidimpuan, khususnya kalangan remaja yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *